Daerah

Tim URC Polda Gorontalo Patroli Hingga Dini Hari untuk Cegah Balap Liar dan Premanisme

3
×

Tim URC Polda Gorontalo Patroli Hingga Dini Hari untuk Cegah Balap Liar dan Premanisme

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Cegah Balap Liar dan Premanisme, Tim URC Polda Gorontalo Patroli Hingga Dini Hari

jurnalistik.co.id – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Gorontalo kembali menggelar patroli malam hingga dini hari untuk mengantisipasi tindak pidana 3C, yakni curat, curas, dan curanmor, sekaligus mencegah aksi premanisme di wilayah Kota dan Kabupaten Gorontalo. Patroli itu berlangsung pada Sabtu malam (30/5/2026) hingga Minggu dini hari (31/5/2026).

Kegiatan pengamanan tersebut dipimpin langsung oleh Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Gorontalo, KOMPOL Guruh Bagus Eddy Suryana, S.I.K., M.H. Sebelum bergerak ke lapangan, seluruh personel terlebih dahulu mengikuti apel kesiapan untuk memastikan patroli berjalan terarah dan menyasar titik-titik yang dinilai rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sejumlah lokasi menjadi fokus pemantauan, mulai dari Bundaran B.J. Habibie, Taman Menara Limboto, kawasan GOR David-Tony Limboto, Trotoar Jalan Haya-Haya, Trotoar Jalan Andalas, hingga ruas jalan menuju Bandara Djalaluddin. Titik-titik tersebut dipilih karena kerap menjadi tempat berkumpulnya warga pada malam hari, sehingga membutuhkan kehadiran aparat untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas.

Saat patroli di sekitar Bundaran B.J. Habibie, petugas menemukan sejumlah remaja yang diduga hendak melakukan balap liar. Tim URC kemudian mengambil langkah preventif dengan membubarkan kerumunan itu dan memberikan imbauan agar tidak melakukan aktivitas yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.

Kompol Guruh menjelaskan bahwa patroli malam ini bukan hanya untuk mencegah balap liar, tetapi juga untuk menekan berbagai potensi kejahatan jalanan. Dengan pola patroli bergerak dan respons cepat, petugas berupaya memastikan ruang publik tetap aman saat aktivitas masyarakat mulai berkurang menjelang tengah malam hingga dini hari.

Selain membubarkan kelompok yang diduga hendak balap liar, tim juga menyasar sejumlah kelompok pemuda yang masih berkumpul di beberapa lokasi. Dalam kesempatan itu, personel memberikan edukasi dan pesan-pesan kamtibmas agar para remaja tetap menjaga ketertiban, menghindari konsumsi minuman keras, serta tidak terlibat dalam tindakan yang berpotensi melanggar hukum.

Patroli dialogis tersebut juga diikuti pemeriksaan terhadap sejumlah kendaraan yang berada di lokasi tongkrongan anak muda. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada senjata tajam maupun barang lain yang dapat digunakan untuk melakukan tindak pidana. Dari hasil pengecekan, petugas tidak menemukan adanya pelanggaran ataupun tindak pidana.

Menurut Kompol Guruh, rangkaian patroli berlangsung hingga dini hari dalam keadaan aman dan kondusif. Kehadiran Tim URC di lapangan diharapkan mampu memberi rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah munculnya potensi gangguan kamtibmas di wilayah Gorontalo.

Ia menegaskan, Ditreskrimum Polda Gorontalo akan terus meningkatkan kegiatan patroli dan langkah preventif sebagai bagian dari komitmen menjaga keamanan serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Upaya ini sekaligus menjadi bentuk kehadiran polisi di titik-titik rawan agar potensi kejahatan bisa dicegah sejak dini, sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.

Langkah pencegahan yang dilakukan secara rutin pada jam rawan seperti ini menunjukkan bahwa pengawasan tidak hanya bergantung pada penindakan setelah kejadian, tetapi juga pada upaya mengurangi peluang munculnya gangguan sejak awal. Kehadiran aparat di ruang publik pada malam hari menjadi sinyal bahwa aktivitas yang berpotensi mengganggu kenyamanan warga akan terus dipantau, terutama di lokasi yang memang sering menjadi tempat berkumpul anak muda dan pengguna jalan.

Di sisi lain, pola patroli bergerak dan pendekatan dialogis juga memberi ruang bagi petugas untuk menyampaikan pesan keamanan dengan cara yang lebih langsung kepada masyarakat. Dengan cara itu, pencegahan tidak berhenti pada pembubaran kerumunan, tetapi juga membangun kesadaran bersama agar warga, khususnya remaja, lebih berhati-hati dalam beraktivitas pada malam hari. Kehadiran polisi di titik-titik strategis diharapkan tetap menjaga situasi kondusif dan membuat masyarakat merasa lebih tenang saat beraktivitas di Gorontalo.