Nasional

MPR Mengaku Bangga, Final Ulang Lomba Cerdas Cermat Ditolak Dua Sekolah

6
×

MPR Mengaku Bangga, Final Ulang Lomba Cerdas Cermat Ditolak Dua Sekolah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: TNI AD Pastikan Pengusutan Tuntas Penembakan Pratu FAA di Palembang

jurnalistik.co.id – Ketua Badan Sosialisasi MPR Abraham Liyanto mengaku bangga dengan sikap SMAN 1 Sambas dan SMAN 1 Pontianak yang sama-sama menolak final ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) 2026.

Abraham menyampaikan bahwa respons kedua sekolah tersebut dinilainya sejalan dengan nilai-nilai yang ingin disosialisasikan melalui lomba cerdas cermat. Ia menilai keduanya sudah mengimplementasikan materi empat pilar dalam pelajaran.

Respons Abraham Liyanto

“Saya menanggapi respons kedua SMA ini dengan sangat bangga. Karena sebenarnya mereka telah mengimplementasikan apa yang mereka dapat dalam pelajaran 4 Pilar ini,” ujar Abraham kepada Kompas.com pada Minggu (17/5/2026).

Abraham juga menjelaskan sikap yang ditunjukkan kedua sekolah tersebut mencerminkan nilai persatuan, keadilan, toleransi, dan kebangsaan. Ia menambahkan, “Mengutamakan persatuan, mencari keadilan, menunjukkan toleransi yang tinggi lewat pernyataan-pernyataan mereka yang demokratis, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan,”.

Menurut Abraham, Sosialisasi 4 Pilar memiliki tujuan yang lebih luas daripada pelaksanaan lomba itu sendiri. Ia menyebut LCC digelar untuk generasi muda karena dianggap lebih menarik dibandingkan sosialisasi biasa.

Selain itu, Abraham mengatakan kegiatan ini disiapkan agar generasi muda memahami kehidupan berbangsa dan bernegara dengan benar. Ia menyebut pelaksanaan LCC juga diarahkan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan serta cinta Tanah Air.

Abraham menegaskan, program tersebut juga mendorong pemahaman nilai demokrasi, toleransi, persatuan, dan konstitusi negara. “Mendorong generasi muda memahami nilai demokrasi, toleransi, persatuan, dan konstitusi negara. Membentuk karakter pelajar yang nasionalis, dan berintegritas. Menumbuhkan budaya berpikir kritis, kerja sama tim dan sportivitas dalam berlomba,” imbuh Abraham.

Final ulang ditolak dua sekolah

Sebelumnya, MPR memutuskan untuk mengulang final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Provinsi Kalbar 2026 yang diikuti tiga sekolah. Di antara peserta tersebut terdapat SMAN 1 Sambas dan SMAN 1 Pontianak.

SMAN 1 Sambas disebut keluar sebagai pemenang, namun pertandingan final tersebut kemudian disorot publik. Sorotan itu muncul karena terdapat kesalahan dewan juri dan pembawa acara yang dinilai merugikan SMAN 1 Pontianak serta menguntungkan SMAN 1 Sambas.

Setelah MPR memutuskan adanya final ulang, SMAN 1 Pontianak mengambil sikap tidak akan terlibat dalam pertandingan ulang tersebut. Sekolah menegaskan, sikap yang mereka ambil bukan untuk menyerang ataupun menjatuhkan kredibilitas lembaga, panitia, maupun individu tertentu.

SMAN 1 Pontianak menyebut upaya penolakan dilakukan semata-mata untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi. Tujuannya adalah terciptanya mekanisme lomba yang transparan, objektif, dan akuntabel.

“SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan hanya untuk memperoleh kejelasan terhadap poin-poin yang dipersoalkan,” tulis perwakilan sekolah.

SMAN 1 Sambas menyusul menolak

Beberapa hari setelah SMAN 1 Pontianak mengambil sikap, SMAN 1 Sambas juga menolak adanya pertandingan final ulang. Pihak SMAN 1 Sambas menyampaikan keyakinan bahwa murid-muridnya telah berkompetisi sesuai tata tertib yang ditetapkan panitia dan disepakati seluruh peserta lomba.

Selain itu, SMAN 1 Sambas membantah keras tuduhan kecurangan, penyuapan, dan tindak nepotisme serta prasangka setting kemenangan yang dituduhkan kepada mereka. Penolakan final ulang itu disampaikan sebagai respons atas proses yang sedang berlangsung.

“SMAN 1 Sambas menolak pertandingan final ulang provinsi Kalimantan Barat. Kami berharap seluruh pihak dapat menahan diri menghormati proses yang sedang berlangsung dan mengedepankan penyelesaian yang bijaksana, objektif serta berkeadilan,” ujar pihak SMAN 1 Sambas.

Dengan dua penolakan tersebut, MPR kembali mendapat perhatian terkait pelaksanaan LCC Empat Pilar, termasuk bagaimana nilai yang disosialisasikan dipraktikkan dalam sikap para sekolah peserta. Abraham Liyanto sendiri menegaskan bahwa tujuan sosialisasi menempatkan pemahaman nilai demokrasi, toleransi, persatuan, serta konstitusi sebagai bagian dari pembentukan karakter pelajar yang nasionalis dan berintegritas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *