Pendidikan

Undip Tembus 4 Besar Nasional PKM 2026, 30 Proposal Lolos Pendanaan

0
×

Undip Tembus 4 Besar Nasional PKM 2026, 30 Proposal Lolos Pendanaan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Undip Masuk 4 Besar Nasional PKM 2026, Loloskan 30 Proposal Pendanaan

jurnalistik.co.id – SEMARANG — Universitas Diponegoro (Undip) kembali menorehkan capaian di level nasional setelah 30 proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026 dinyatakan lolos untuk memperoleh pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendiktisaintek.

Pencapaian itu menempatkan Undip di peringkat keempat nasional, sejajar dengan sejumlah perguruan tinggi besar lain, termasuk Universitas Gadjah Mada, Universitas Hasanuddin, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Capaian tersebut menunjukkan posisi Undip yang tetap kompetitif dalam ajang riset dan kreativitas mahasiswa tingkat nasional.

Rektor Undip, Suharnomo, menilai hasil itu lahir dari kerja bersama lintas fakultas di lingkungan kampus. Menurut dia, keberhasilan tersebut tidak bisa dilepaskan dari peran berbagai rumpun ilmu yang saling menguatkan dalam proses penyusunan proposal.

Kolaborasi lintas fakultas jadi kekuatan utama

“Peringkat 4 nasional ini adalah buah dari kerja keras kolektif. Di Undip, tidak ada fakultas yang berjalan sendiri, semua rumpun ilmu memiliki peran yang setara dan saling menguatkan,” ujar Suharnomo dalam keterangan tertulis, Selasa (26/5/2026).

Ia menambahkan, capaian itu bukan sekadar soal jumlah proposal yang berhasil mendapatkan pendanaan. Bagi Undip, hasil tersebut juga mencerminkan ekosistem riset dan inovasi mahasiswa yang terus tumbuh di kampus.

Di sisi lain, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undip, Heru Susanto, menyebut hasil ini menjadi modal penting bagi kampus karena Undip juga dipercaya sebagai tuan rumah Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2026. Dengan posisi itu, capaian dalam PKM 2026 dinilai sekaligus memperkuat kesiapan Undip menghadapi ajang nasional berikutnya.

Dari total 30 proposal yang lolos pendanaan, skema PKM Riset Eksakta (PKM-RE) menjadi yang paling banyak dengan 15 proposal. Disusul lima proposal PKM Karsa Cipta (PKM-KC), empat proposal PKM Kewirausahaan (PKM-K), serta masing-masing dua proposal pada skema PKM Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM), PKM Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH), dan PKM Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK).

Jumlah tersebut melibatkan 146 mahasiswa, terdiri dari 30 ketua tim dan 116 anggota. Seluruh proposal juga dibimbing oleh 26 dosen pembimbing yang mendampingi mahasiswa sejak tahap penyusunan hingga proses seleksi.

Kontributor terbesar berasal dari Fakultas Teknik dengan 49 mahasiswa, kemudian Fakultas Sains dan Matematika dengan 45 mahasiswa, serta Fakultas Kedokteran dengan 20 mahasiswa. Selain tiga fakultas itu, mahasiswa dari Fakultas Peternakan dan Pertanian, FISIP, Sekolah Vokasi, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Fakultas Hukum, hingga Fakultas Psikologi juga turut terlibat dalam tim lintas disiplin.

Keragaman latar belakang itu memperlihatkan bahwa PKM di Undip tidak hanya bertumpu pada satu bidang keilmuan. Kolaborasi antarrumpun ilmu menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyusun gagasan yang lebih luas, mulai dari riset sains, teknologi tepat guna, solusi sosial-humaniora, sampai gagasan kreatif berbasis digital.

Heru mengatakan, kekuatan kolaborasi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Undip mampu menjaga konsistensi prestasi di ajang PKM. Menurut dia, capaian 30 proposal ini juga menjadi penanda bahwa mahasiswa Undip memiliki daya saing yang terus berkembang.

Setelah dinyatakan lolos pendanaan, seluruh tim kini memasuki tahap pelaksanaan program dan penyusunan luaran. Tahap ini akan menjadi bagian penting sebelum mereka dipersiapkan untuk kompetisi nasional berikutnya.

Capaian tersebut juga dapat dibaca sebagai tanda bahwa proses pembinaan di tingkat kampus berjalan makin matang. Ketika mahasiswa dari berbagai fakultas terlibat dalam satu ekosistem yang sama, gagasan yang lahir cenderung lebih beragam dan lebih siap diuji. Dari sini, Undip tidak hanya mengumpulkan proposal yang lolos pendanaan, tetapi juga membangun budaya akademik yang menekankan kerja tim, disiplin, dan kemampuan meramu ide menjadi program yang layak dikembangkan.

Dalam konteks persaingan nasional, hasil ini menjadi tolok ukur sekaligus dorongan agar konsistensi itu tetap terjaga pada tahap berikutnya. Pendanaan memang penting, namun kualitas pelaksanaan program dan ketepatan menjaga mutu luaran akan menentukan nilai sebenarnya dari capaian tersebut. Karena itu, posisi yang diraih Undip di PKM 2026 bisa menjadi pijakan untuk memperkuat kepercayaan diri mahasiswa sekaligus menjaga tradisi prestasi kampus di ajang ilmiah berikutnya.