jurnalistik.co.id – PRPP Jawa Tengah menyatakan akan menindak tegas siapa pun yang terbukti menjadi pemantik kerusuhan saat konser grup musik Endank Soekamti berlangsung dalam rangka Jateng Fair 2026. Kebijakan ini diumumkan setelah insiden antarpenonton terjadi di area konser. Peristiwa kericuhan sempat mewarnai gelaran konser di kawasan PRPP Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (1/7/2026) malam. Direktur PRPP Jawa Tengah, Heri Kristanto, menyampaikan langkah pengamanan dan sanksi menyusul kejadian yang terjadi pada Rabu (2/7/2026). Menurut Heri, pihak pengelola memastikan tindakan kepada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab akan berjalan sesuai prosedur. Ia menegaskan, ada pembatasan akses lebih dulu sebelum evaluasi lanjutan dilakukan. Pernyataan tersebut ia sampaikan kepada Kompas.com pada Jumat (3/7/2026). “Untuk sanksi sementara tidak diizinkan memasuki konser dulu,” kata Heri kepada Kompas.com, Jumat (3/7/2026). Dengan kata lain, penonton yang masuk kategori pemicu kerusuhan tidak langsung memperoleh kesempatan berada di dalam area acara untuk jadwal berikutnya. Heri juga menjelaskan dampak kericuhan terhadap area stan. Ia menyebut sejumlah stan pedagang yang sempat roboh akibat diterjang massa tidak mengalami kerusakan signifikan. “Semalam sudah beroperasi lagi,” ujar Heri. Sebagai antisipasi pada rangkaian konser berikutnya, PRPP Jateng akan memperketat pengamanan. Perbaikan dilakukan dengan memperhitungkan titik rawan, termasuk alur masuk pengunjung hingga area di dalam lokasi konser. “Khususnya mulai dari pintu masuk sampai area dalam personel dan patroli ditingkatkan,” ucap Heri. Ia menekankan peningkatan patroli tidak hanya untuk merespons kejadian, tetapi juga untuk mencegah situasi yang berpotensi memanas sejak awal kedatangan penonton. Heri juga memaparkan dugaan awal terkait pemicu ketegangan di tengah kerumunan. Ia menyatakan peristiwa bermula ketika sekelompok pengunjung datang dengan kondisi di bawah pengaruh minuman keras. Situasi tersebut kemudian memicu ketegangan fisik dengan penonton lainnya. “Kondisi setengah pengaruh minuman dari luar di dalam membuat rusuh hingga menimbulkan ketegangan dengan penonton lain,” ungkap Heri. Penjelasan ini sekaligus menjadi dasar pertimbangan PRPP Jateng dalam memperketat kontrol di pintu masuk. Dari sisi kepolisian, Kapolsek Semarang Barat Kompol Darwin Tamba menyampaikan bahwa keributan muncul menjelang akhir penampilan Endank Soekamti. Ia menyebut insiden pecah sekitar pukul 21.45 WIB, sesaat sebelum band mengakhiri penampilannya di atas panggung. “Keributan antarpenonton kurang lebih 10 orang yang sedang menonton konser di PRPP. Kejadiannya menjelang artis utama akan selesai tampil,” kata Darwin, Kamis (2/7/2026). Menurutnya, keributan berlangsung singkat, yakni sekitar lima menit, sebelum situasi kemudian dikendalikan sepenuhnya. Darwin menegaskan upaya pengamanan untuk membubarkan kericuhan berhasil dilakukan oleh personel yang bertugas. “Kejadian keributan tersebut dapat dibubarkan oleh personel pengamanan dari Sat Samapta Polrestabes Semarang,” tegasnya. Dalam keterangan Darwin, bentrokan fisik di tengah kerumunan dipicu oleh aksi saling bersenggolan antarpenonton saat berjoget. Ia menggambarkan bahwa dinamika kerumunan membuat ketegangan mudah meluas menjadi dorong-dorongan dan perselisihan sesaat. Polisi juga menduga kuat adanya faktor alkohol pada salah satu kelompok yang terlibat. Darwin menyatakan dugaan tersebut terkait kondisi kelompok yang diduga berada di bawah pengaruh minuman beralkohol sebelum memutuskan masuk ke dalam lokasi konser. Keterangan Heri dan Darwin sama-sama menempatkan kerusuhan sebagai kejadian yang berangkat dari dinamika antarpenonton, bukan sekadar kekacauan umum di area acara. Dengan adanya pernyataan resmi dari PRPP Jateng, fokus penanganan kini diarahkan pada pencegahan, kontrol akses, serta penguatan patroli. Ke depan, PRPP Jateng menyebut pengamanan akan ditingkatkan dari pintu masuk hingga bagian terdalam lokasi konser. Langkah tersebut dimaksudkan agar jadwal konser berikutnya dapat berlangsung tertib, sekaligus memberi efek jera melalui sanksi bagi pemicu kerusuhan.
Beranda
Peristiwa
Usai Ricuh Konser Endank Soekamti, PRPP Jateng Terapkan “Blacklist” bagi Penonton Pemicu Kerusuhan
Usai Ricuh Konser Endank Soekamti, PRPP Jateng Terapkan “Blacklist” bagi Penonton Pemicu Kerusuhan
Redaksi3 min baca












