Peristiwa

Viral Dugaan Anggota TNI AD LGBT, Reaksi Tegas Jenderal Tempur Kopassus Dijelaskan Donny Pramono

0
×

Viral Dugaan Anggota TNI AD LGBT, Reaksi Tegas Jenderal Tempur Kopassus Dijelaskan Donny Pramono

Sebarkan artikel ini
Viral Anggota TNI AD Diduga LGBT, Begini Reaksi Tegas Jenderal Tempur Kopassus
Ilustrasi: Viral Anggota TNI AD Diduga LGBT, Begini Reaksi Tegas Jenderal Tempur Kopassus

jurnalistik.co.id – Video dan foto yang menampilkan seorang pria yang dikaitkan dengan proses bergabung sebagai anggota TNI AD beredar di media sosial dan langsung menarik perhatian warganet. Dalam unggahan tersebut, pria yang disebut sebagai prajurit itu ditampilkan bersama seorang teman pria, lengkap dengan momen-momen interaksi yang kemudian menjadi bahan perbincangan.

Sejumlah unggahan lain turut memperlihatkan keduanya dalam situasi kebersamaan. Salah satu teman pria dalam video juga disebut mengaku merasa rindu kepada prajurit tersebut. Dari rangkaian kemunculan materi itu, sebagian netizen kemudian menduga adanya hubungan yang mengarah pada pasangan LGBT atau penyuka sesama jenis.

Menanggapi viralitas yang berkembang sejak beredarnya video dan foto, Kadispenad TNI AD, Brigjen Donny Pramono, membantah narasi tersebut. Donny menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan internal tidak menemukan bukti adanya penyimpangan seksual sebagaimana dituduhkan, sebagaimana dikutip pada Senin (8/6/2026) dalam konteks informasi yang dipublikasikan sekitar pukul 09:38 WIB.

Pendalaman menyeluruh oleh TNI AD

Dalam keterangannya, Donny menjelaskan bahwa TNI AD telah melakukan pendalaman secara menyeluruh melalui pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait. Penelusuran itu juga mencakup saksi, pemeriksaan kesehatan jiwa dan fisik, pemeriksaan Mental Ideologi, serta penelusuran jejak digital.

Donny menyatakan, “Menyikapi beredarnya video dan foto di media sosial yang dikaitkan dengan dugaan perilaku LGBT seorang prajurit, TNI AD telah melakukan pendalaman secara menyeluruh melalui pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait, saksi, pemeriksaan kesehatan jiwa dan fisik, pemeriksaan Mental Ideologi serta penelusuran jejak digital,” kata Donny dikutip Senin (8/6/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa proses yang ditempuh tidak hanya berhenti pada penilaian dari materi yang tersebar, melainkan melalui rangkaian pemeriksaan yang melibatkan berbagai aspek. Donny menempatkan penelusuran tersebut sebagai dasar dalam menyampaikan sikap terhadap narasi yang beredar di ruang publik.

Hasil pemeriksaan: tidak ditemukan hubungan menyimpang

Lebih lanjut, Donny menyebutkan bahwa dari seluruh hasil pemeriksaan itu, tidak terdapat bukti yang menunjukkan adanya hubungan romantis maupun hubungan seksual sesama jenis. Dalam penjelasan lanjutan, ia menegaskan bahwa tidak ditemukan keterlibatan prajurit yang bersangkutan dalam perilaku LGBT sebagaimana yang dituduhkan pada narasi viral.

Ia menuturkan, “Berdasarkan seluruh hasil pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan bukti yang menunjukkan adanya hubungan romantis, hubungan seksual sesama jenis, maupun keterlibatan prajurit yang bersangkutan dalam perilaku LGBT sebagaimana yang dituduhkan dalam narasi yang beredar di media sosial,” ujar dia.

Dengan demikian, penyangkalan tersebut disertai rujukan pada proses pemeriksaan yang meliputi penelusuran dan verifikasi. Donny juga menegaskan bahwa temuan yang diperoleh tidak mendukung tuduhan yang sempat menjadi perhatian publik melalui video dan foto.

Asal unggahan dan konteks pertemanan

Donny menambahkan bahwa konten viral tersebut berasal dari unggahan seorang warga sipil yang memiliki hubungan pertemanan dengan prajurit tersebut. Pernyataan ini sekaligus memberi konteks bahwa materi yang beredar berangkat dari aktivitas unggahan pihak sipil yang dikenal dekat dengan sosok yang disebut-sebut dalam video.

Setelah penjelasan itu, bantahan terhadap narasi dugaan LGBT kemudian mengarah pada hasil pemeriksaan internal yang, menurut Donny, tidak menemukan bukti adanya hubungan romantis, hubungan seksual sesama jenis, maupun keterlibatan dalam perilaku LGBT. Sikap tersebut disampaikan sebagai respons atas beredarnya video dan foto yang sebelumnya memicu penafsiran beragam di kalangan warganet.

Dalam penjelasan yang disampaikan pejabat TNI AD itu, Donny menempatkan respons sebagai klarifikasi terhadap beragam penafsiran yang muncul ketika video dan foto terus dibagikan. Menurutnya, tuduhan yang beredar tidak diterima begitu saja, melainkan dijawab melalui rangkaian pemeriksaan internal yang menilai lebih dari sekadar isi materi yang viral.

Rangkaian pendalaman tersebut mencakup penelusuran terhadap pihak-pihak terkait, verifikasi melalui keterangan saksi, pemeriksaan kesehatan jiwa serta kondisi fisik, pemeriksaan Mental Ideologi, sampai penelusuran jejak digital. Donny juga menyampaikan bahwa proses ini dipakai untuk menilai apakah ada bukti yang menguatkan narasi yang dituduhkan dalam unggahan-unggahan yang menyebar.

Hasil akhirnya, TNI AD menyatakan tidak menemukan bukti yang menunjukkan adanya hubungan romantis, hubungan seksual sesama jenis, maupun keterlibatan dalam perilaku LGBT sesuai tuduhan yang sempat memicu perhatian publik. Bantahan itu sekaligus merespons konteks bahwa materi yang beredar bermula dari unggahan warga sipil yang memiliki kedekatan pertemanan dengan prajurit yang disebut.