Bisnis & Ekonomi

Wagub Idah: Pelaku UMKM Manfaatkan Pembiayaan Resmi, Hindari Rentenir

5
×

Wagub Idah: Pelaku UMKM Manfaatkan Pembiayaan Resmi, Hindari Rentenir

Sebarkan artikel ini
Wagub Idah : Pelaku UMKM Harus Manfaatkan Pembiayaan Resmi, Hindari Rentenir
Ilustrasi: Wagub Idah : Pelaku UMKM Harus Manfaatkan Pembiayaan Resmi, Hindari Rentenir

jurnalistik.co.id – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menekankan pentingnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya perempuan, untuk memanfaatkan akses pembiayaan resmi yang disediakan lembaga keuangan terpercaya. Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan agar pelaku usaha menghindari praktik pinjaman rentenir maupun pinjaman online yang dapat merugikan usaha sekaligus perekonomian keluarga.

Penekanan tersebut disampaikan Idah saat membuka kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar yang digelar oleh PNM Manado di Gedung Gorontalo Post Convention Center (GPCC), Kota Gorontalo, pada Kamis (11/6/2026). Hadir dalam kegiatan itu, antara lain Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) SulutGo Robert H.P. Sianipar, Pimpinan Cabang PNM Manado Zulfikar Arsyad, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo Bambang Setya Permana, perwakilan perbankan, serta ratusan pelaku usaha perempuan dan nasabah PNM.

Dalam sambutannya, Idah menyampaikan agar pelaku UMKM tidak mengambil jalan pintas yang berisiko. Ia menegaskan bahwa sekali seseorang terlanjur terjerat, akan sangat sulit untuk melepaskan diri.

“Jangan sekali-kali terjerat pinjaman rentenir maupun pinjaman online yang tidak jelas. Sekali terjebak, akan sangat sulit untuk melepaskan diri. Karena itu, manfaatkanlah pembiayaan resmi yang disertai pendampingan dan pelatihan agar usaha dapat berkembang dengan sehat dan berkelanjutan,” ujar Idah dalam sambutannya.

Idah juga menyoroti peran perempuan dalam pengembangan UMKM. Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis karena dinilai lebih cermat dalam mengelola keuangan keluarga maupun usaha. Dengan karakter pengelolaan yang lebih teliti, perempuan dinilai mampu menjaga arah usaha agar tetap berjalan sesuai kebutuhan dan rencana.

Karena itu, program pemberdayaan yang menghadirkan pembiayaan, pelatihan, serta pendampingan dinilai sangat penting. Idah menyebut program-program seperti yang dilakukan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kemandirian pelaku usaha.

Lebih jauh, Wakil Gubernur menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh modal. Ia menekankan adanya kebutuhan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola usaha, memahami kebutuhan pasar, serta menjaga kualitas produk agar usaha bisa bertahan dan berkembang secara berkelanjutan.

Melalui PKU Akbar, para nasabah mendapatkan ruang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan usaha secara langsung. Skema kegiatan ini diarahkan untuk memperluas peluang pengembangan usaha, bukan sekadar memberikan akses pembiayaan, sehingga pelaku UMKM memiliki bekal yang lebih lengkap sebelum dan selama menjalankan aktivitas usahanya.

Dalam kesempatan itu, Idah juga menekankan nilai pendampingan yang menjadi keunggulan program. “PNM tidak hanya memberikan modal usaha, tetapi juga mendampingi nasabah sejak awal. Ini menjadi nilai tambah yang sangat penting karena pelaku UMKM mendapatkan bekal pengetahuan dan pengalaman untuk mengembangkan usahanya hingga naik kelas,” tambahnya.

Idah menegaskan pula komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam mendukung pemberdayaan UMKM melalui berbagai program bantuan dan penguatan ekonomi masyarakat. Dukungan tersebut disampaikan melalui sejumlah perangkat daerah maupun lembaga mitra, termasuk Dinas Sosial, dukungan permodalan melalui Dinas Kumperindag, serta keterlibatan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Ia menyebutkan bahwa seluruh bentuk dukungan disalurkan sesuai ketentuan dan didasarkan pada hasil asesmen lapangan.

Dalam rangkaian kegiatan yang sama, Idah hadir bersama Kepala OJK Sulut, Kepala PNM Cabang Manado, Kepala BI Gorontalo, perwakilan Bank SulutGo, perwakilan Bank BRI, Pegadaian, serta seluruh peserta pelaku UMKM. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan adanya sinergi lintas pihak dalam memperkuat ekosistem pembiayaan dan pengembangan usaha di Gorontalo.

Bagi para pelaku UMKM, pesan utama kegiatan ini adalah memastikan akses pembiayaan ditempuh melalui jalur resmi yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan pendampingan dan pelatihan yang menyertai pembiayaan, usaha diharapkan tumbuh lebih sehat, terarah, serta mampu meningkatkan kapasitas hingga naik kelas.