jurnalistik.co.id – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming disambut hangat warga Manokwari Selatan, Papua Barat, saat kunjungan kerjanya pada Sabtu (20/6/2026).
Sejak Gibran mendarat di Bandara Abresso, sejumlah warga sudah menunggu dan berbaris di area luar bandara. Mereka rela menahan panas terik agar bisa bertemu langsung.
Di tengah teriknya matahari, ibu-ibu, bapak-bapak, hingga anak-anak tetap bertahan di lokasi. Kerumunan itu menunjukkan antusiasme yang terlihat sejak awal kedatangan.
Begitu Wapres tiba, Gibran turun dari mobil untuk menyalami dan menyapa masyarakat Manokwari Selatan. Sapaan singkat tersebut langsung disambut dengan suasana akrab dan penuh harapan.
Sambil memakai topi khas Papua dan noken yang tergantung di bahunya, Gibran terus menyapa warga satu per satu. Ia tampak meluangkan waktu untuk berjabat tangan dengan warga yang berada di barisan.
Warga setempat kemudian mengerumuni Gibran, berebut agar bisa menyalam sekaligus berfoto bersama. Di antara teriakan keramaian, sejumlah warga menyampaikan permintaan yang terdengar spontan.
“Bapak foto bapak. Bapak foto Bapak,” teriak seorang warga saat momen kesempatan bertemu berlangsung. Teriakan lain juga terdengar menyebut, “Mas Gibran,” dari arah kerumunan.
Setelah sapaan di area bandara, Gibran melanjutkan kunjungan menuju perkebunan kakao PT Ebier Suth Cokran. Di titik berikutnya, warga kembali menyambut dengan antusiasme yang sama.
Sepanjang jalan masuk menuju perkebunan, warga telah berjejer menunggu kedatangan Wapres. Sebagian di antaranya sengaja datang untuk melihat dan memastikan dapat bersalaman serta berfoto.
Di dekat lokasi perkebunan, sejumlah warga—mayoritas anak-anak—mengibarkan spanduk bertuliskan “Bocahe Gibran Nusantara”. Spanduk itu menjadi penanda suasana dukungan selama kunjungan berlangsung.
Pada spanduk yang sama, tertulis juga “Maju Bersama Gibran, Menuju Indonesia Emas” dan “Maju Bersama Gibran”. Kalimat-kalimat tersebut menyampaikan semangat yang ingin ditunjukkan warga pada momen pertemuan.
Dalam perjalanan menuju area perkebunan, Gibran kembali menyalami warga yang sudah menunggunya. Ia melanjutkan langkahnya sambil memberi perhatian pada kerumunan yang ingin bertemu.
Sesampainya di area kegiatan, Wapres menjalani proses simbolis penanaman bibit pohon kakao. Kegiatan itu dilakukan bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk.
Pendampingan juga melibatkan mahasiswa yang diajak selama kunjungan kerja. Setelah bibit ditanam, suasana di lokasi tetap ramai karena warga terus menyaksikan dan ikut merasakan momen tersebut.
Bagi warga Manokwari Selatan, rangkaian kunjungan ini menjadi kesempatan langsung untuk bertemu Wapres. Mulai dari sapaan di Bandara Abresso hingga kegiatan simbolis di perkebunan kakao, antusiasme warga terlihat konsisten dari awal hingga akhir kunjungan.
Waktu kedatangan dimanfaatkan warga untuk mendekat sedekat mungkin ke titik pemberhentian rombongan. Mereka terlihat bergantian menunggu agar bisa menyampaikan salam langsung dan memastikan momen tersebut tidak terlewat.
Interaksi berlangsung santai saat Gibran memberi salam kepada warga yang berdiri di barisan. Usai berjabat tangan, sebagian orang kembali menata posisi supaya dapat melihat lebih dekat dan mengabadikan kebersamaan dalam satu frame.
Di antara kerumunan, tampak bahwa pilihan aksesori yang dikenakan Gibran turut menjadi perhatian. Topi khas Papua serta noken yang terlihat di bahunya membuat suasana bertambah hangat dan memperkuat kesan kedekatan dengan masyarakat setempat.
Setibanya di area perkebunan kakao, antusiasme kembali terlihat dari rute perjalanan menuju lokasi kegiatan. Warga terus mengikuti arahan panitia sambil menjaga agar tetap berada di area yang memungkinkan untuk menyaksikan proses penanaman bibit secara langsung.
Kegiatan penanaman bibit berlangsung sebagai rangkaian simbolis yang melibatkan Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk serta pendamping lainnya, termasuk mahasiswa yang turut dihadirkan selama kunjungan. Setelah bibit ditanam, warga tetap ramai karena ingin menyaksikan setiap tahapan hingga suasana terkendali dan tertib.












