jurnalistik.co.id – PEKANBARU, RIAU – Padamnya listrik di wilayah Sumatera membuat sejumlah warga Pekanbaru harus mencari jalan keluar agar aktivitas rumah tetap berjalan. Salah satunya adalah Kiki, warga Kota Pekanbaru, yang bersama keluarganya memilih menginap di hotel karena listrik hidup-mati dan kondisi rumah semakin tidak nyaman, terutama saat harus mengurus tiga anak sekaligus.
Kiki mengaku sempat kesulitan mendapat kamar karena banyak hotel sudah terisi penuh. Ia dan keluarganya bahkan harus berputar-putar di Pekanbaru untuk mencari penginapan yang masih tersedia. Menurut dia, situasi itu terjadi karena banyak warga lain juga melakukan hal yang sama sejak listrik padam menyeluruh di wilayah Sumatera.
“Kami mutar-mutar Pekanbaru cari hotel, karena semua hotel penuh orang nginap gara-gara listrik padam,” ujar Kiki saat diwawancarai Kompas.com, Minggu (24/5/2026).
Kiki menjelaskan, listrik mulai padam pada Jumat selepas magrib. Sekitar tiga jam kemudian, aliran listrik kembali menyala. Namun, keadaan itu tidak berlangsung lama. Pada Sabtu, 23 Mei 2026, listrik padam lagi sekitar pukul 12.00 WIB. Kondisi tersebut membuatnya panik karena pekerjaan rumah tangga menumpuk, sementara anak-anak juga kepanasan.
“Listrik hidup mati terus. Anak-anak pada kepanasan, jadi saya suami memutuskan mengungsi ke hotel,” kata Kiki.
Antrean mengular di hotel
Keputusan menginap di hotel ternyata tidak serta-merta membuat semuanya mudah. Kiki mengatakan, untuk mendapatkan kamar saja butuh perjuangan. Beberapa hotel yang mereka datangi sudah penuh, sedangkan harga kamar juga naik dari biasanya. Setelah sempat mencari ke sana kemari, mereka akhirnya mendapat satu kamar yang masih kosong.
“Di hotel berdesakan. Ramai sekali, antre macam masuk stadion. Kami pun dapat kamar kecil, harganya naik dari biasanya. Mau tak mau kami lima orang nginap di kamar sempit itu. Yang penting ada listrik, bisa mandi sama cas handphone,” ujar Kiki.
Menurut Kiki, kamar yang didapat memang tidak besar, tetapi situasi itu tetap disyukuri karena setidaknya mereka bisa beristirahat dengan listrik yang menyala. Ia menyebut kebutuhan paling mendesak saat itu adalah tempat untuk mandi dan mengisi daya telepon genggam, terutama di tengah kondisi listrik yang belum stabil.
Kiki dan keluarganya pun berencana kembali ke rumah pada hari itu juga. Alasannya, ia mendapat informasi bahwa listrik sudah menyala kembali. Selain itu, keesokan harinya anak-anaknya harus berangkat sekolah.
“Balik ke rumah hari ini, karena besok anak-anak sekolah. Kabarnya tadi listrik juga sudah hidup. Semoga tak mati lagi,” katanya.
Seperti diketahui, listrik PLN padam menyeluruh di wilayah Riau pada Jumat, 21 Mei 2026, sekitar pukul 18.30 WIB. Pemadaman itu ternyata tidak hanya terjadi di Riau, tetapi juga di seluruh wilayah Sumatera. Di Riau, listrik sempat padam selama tiga jam dan kembali menyala sekitar pukul 21.00 WIB. Namun, Sabtu pagi, listrik kembali padam selama kurang lebih tiga jam.
Hingga saat ini, di beberapa daerah listrik belum pulih total. Situasi ini membuat sejumlah warga harus menyesuaikan diri dengan berbagai cara, termasuk mencari tempat menginap sementara agar aktivitas rumah tangga tetap bisa dijalankan di tengah padamnya listrik yang berulang.
Bagi Kiki, kondisi listrik yang naik-turun membuat rutinitas keluarga ikut berantakan. Di tengah cuaca yang panas dan urusan rumah yang menumpuk, pilihan menginap sementara di hotel menjadi jalan paling masuk akal agar anak-anak tetap nyaman dan kebutuhan dasar tetap terpenuhi.
Ia berharap pemadaman seperti ini tidak kembali terulang, sebab ketidakpastian aliran listrik membuat warga sulit menata aktivitas harian. Dengan listrik yang stabil, ia menilai keluarga bisa kembali beraktivitas seperti biasa tanpa harus mencari tempat singgah di luar rumah.












