Bisnis & Ekonomi

Rumah BUMN Rembang bina UMKM: SIG bukukan transaksi Rp 6,9 miliar dan serap 2.100 tenaga kerja

×

Rumah BUMN Rembang bina UMKM: SIG bukukan transaksi Rp 6,9 miliar dan serap 2.100 tenaga kerja

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Catat Transaksi Rp 6,9 Miliar, Pendampingan UMKM Semen Indonesia Serap 2.100 Tenaga Kerja

jurnalistik.co.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melaporkan perkembangan program Rumah BUMN (RB) Rembang yang dinilai ikut menguatkan aktivitas ekonomi kerakyatan melalui pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah setempat.

Program RB Rembang dijalankan sejak 2020 dan dikelola oleh anak usaha SIG, PT Semen Gresik. Dalam periode pendampingan tersebut, RB Rembang menyebut telah membantu 580 UMKM berkembang, dengan nilai transaksi kumulatif mencapai Rp 6,9 miliar.

Pada saat yang sama, pembinaan itu juga dikaitkan dengan penyerapan tenaga kerja. SIG menyatakan programnya telah menyerap lebih dari 2.100 tenaga kerja lokal dari lingkungan sekitar.

Menurut perusahaan, capaian ini mempertegas fungsi Rumah BUMN sebagai inkubator bisnis berbasis desa. RB Rembang tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM, tetapi juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Pendampingan dilakukan secara terintegrasi untuk membantu pelaku usaha memperbaiki kualitas produk, memperluas akses pasar, hingga memperkuat daya saing di tengah persaingan yang semakin ketat.

Strategi berkelanjutan untuk UMKM

Corporate Secretary Semen Indonesia, Vita Mahreyni, menyampaikan bahwa pengembangan UMKM merupakan bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan dalam menciptakan nilai bersama bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasional.

โ€œUMKM memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi daerah dan pencipta lapangan kerja. Karena itu, SIG terus menghadirkan program pemberdayaan yang adaptif dan berkelanjutan agar UMKM dapat tumbuh lebih kompetitif, memiliki daya saing lebih kuat, dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,โ€ kata Vita dalam keterangan resmi, Minggu (28/6/2026).

Ia menambahkan bahwa hingga tahun 2025, RB Rembang telah menyelenggarakan 203 program pelatihan. Program tersebut mencakup beragam aspek, mulai dari pengembangan kualitas produk, standardisasi, digitalisasi usaha, penguatan branding, sampai strategi pemasaran.

Perusahaan menilai pendekatan yang komprehensif membuat UMKM dapat lebih siap menghadapi tantangan pasar sekaligus membuka peluang untuk menjangkau segmen yang lebih luas.

Dampak nyata pada pelaku UMKM

Nama Bella Ayu Paramitha disebut sebagai salah satu pelaku yang merasakan dampak program RB Rembang. Ia adalah pemilik Batik Sekar Mulyo asal Rembang.

Setelah mendapatkan pendampingan dari RB Rembang, usaha yang dikelolanya dilaporkan mengalami perkembangan dengan omzet sekitar Rp 100 juta per bulan.

SIG juga menyebut, pertumbuhan tersebut turut berdampak pada penciptaan kesempatan kerja. Bella disebut mampu menyerap puluhan tenaga kerja serta ratusan pekerja lepas dari berbagai desa di Kabupaten Rembang.

Lebih jauh, perusahaan menegaskan bahwa Rumah BUMN Rembang tidak berhenti sebagai pusat pelatihan semata. RB Rembang disebut menjadi ekosistem bisnis yang mengintegrasikan pembinaan usaha, jejaring kolaborasi, dan akses pemasaran berbasis digital.

Perusahaan melihat pendekatan tersebut sejalan dengan komitmen keberlanjutan SIG untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah berdasarkan potensi lokal.

Model kolaborasi dan rencana penguatan ke depan

Dengan berbagai capaian yang dihimpun selama masa pendampingan, RB Rembang kini diposisikan sebagai salah satu contoh pemberdayaan UMKM berbasis kolaborasi antara BUMN dan masyarakat desa.

โ€œDengan berbagai capaian tersebut, RB Rembang kini berkembang menjadi salah satu model pemberdayaan UMKM berbasis kolaborasi antara BUMN dan masyarakat desa. Ke depan, SIG akan terus memperluas dampak program melalui pengembangan kapasitas UMKM, peningkatan daya saing produk lokal, serta pembukaan akses pasar nasional hingga global bagi para pelaku usaha binaan,โ€ sebut dia.

Rangkaian langkah tersebut, menurut keterangan perusahaan, diarahkan untuk menjaga agar pembinaan tidak berhenti pada pelatihan di tahap awal, melainkan berlanjut pada penguatan kapasitas dan perluasan akses pasar yang lebih luas.

Di akhir laporan, SIG menekankan bahwa upaya pemberdayaan melalui Rumah BUMN Rembang menjadi salah satu cara untuk memperkuat daya saing UMKM sekaligus memastikan dampaknya terasa langsung pada masyarakat melalui peningkatan transaksi usaha dan penyerapan tenaga kerja lokal.