Politik & Parlemen

Usai Sanggah Juri Pejabat MPR, Josepha Alexandra Dapat Beasiswa ke China tapi Belum Tentukan Keputusan

×

Usai Sanggah Juri Pejabat MPR, Josepha Alexandra Dapat Beasiswa ke China tapi Belum Tentukan Keputusan

Sebarkan artikel ini
Dulu Sanggah Juri Pejabat MPR, Josepha Dapat Beasiswa ke China tapi Belum Ambil Keputusan Regional 26 Juni 2026
Ilustrasi: Dulu Sanggah Juri Pejabat MPR, Josepha Dapat Beasiswa ke China tapi Belum Ambil Keputusan

jurnalistik.co.id – Anggota Tim Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI dari SMA Negeri 1 Pontianak, Josepha Alexandra, menyatakan bersyukur setelah memperoleh tawaran beasiswa untuk kuliah di China.

Josepha sempat menjadi sorotan publik pada Mei 2026 karena memprotes keputusan pejabat MPR yang menjadi juri dalam LCC 4 Pilar.

Polemik tersebut muncul setelah jawaban Josepha disalahkan oleh juri, padahal peserta lain yang melontarkan jawaban sama mendapat tambahan poin.

Setelah perdebatan LCC 4 Pilar berakhir, Josepha mendapat tawaran untuk melanjutkan kuliah ke Negeri Tirai Bambu.

Namun, ia mengaku belum mengambil keputusan akhir mengenai langkah berikutnya. Alasannya, ia masih perlu berdiskusi dengan keluarga sebelum menentukan pilihan.

Pada Kamis (25/6/2026), penyerahan beasiswa dilakukan bersamaan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Aula SMA Negeri 1 Pontianak.

Program beasiswa ini juga melibatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Yangzhou Polytechnic Institute, serta PT Semen Conch Indonesia.

Selain Josepha, tawaran beasiswa juga diberikan kepada sembilan siswa lainnya yang tergabung dalam tim LCC.

Terima dukungan, keputusan menyusul

Josepha menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung lahirnya program beasiswa, terutama Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda yang disebut sebagai penggagas beasiswa.

Rifqinizamy disebut sebagai pihak pertama yang melontarkan wacana beasiswa ke China setelah hasil LCC 4 Pilar yang merugikan SMAN 1 Pontianak viral di media sosial.

“Kami mengucapkan terima kasih dan sangat bersyukur atas dukungan yang diberikan kepada kami, terutama kepada Pak Rifqinizamy Karsayuda selaku Ketua Komisi II DPR RI sekaligus inisiator program beasiswa ini. Dukungan tersebut membuka peluang besar bagi pendidikan kami di masa depan,” kata Josepha.

Meski belum menentukan langkah, Josepha menegaskan bahwa orang tua mendukung keputusan yang akan diambilnya nanti.

“Untuk pengambilan beasiswa ini akan kami putuskan nanti. Kami diberikan waktu untuk memilih sesuai dengan jalan kami masing-masing, sehingga jawabannya akan kami sampaikan kemudian,” ujarnya.

“Orangtua kami sangat mendukung dan apa pun keputusan yang kami ambil nantinya akan tetap didukung,” sambung Josepha.

Ia menempatkan keputusan sebagai proses yang perlu dipertimbangkan secara matang, bukan sekadar menerima tawaran. Dengan waktu yang diberikan, Josepha berharap pilihan yang diputuskan selaras dengan rencana pendidikan yang ingin ditempuh bersama keluarganya.

Lebih jauh, sikap Josepha juga memperlihatkan bahwa meski kesempatan itu datang setelah polemik yang sempat menarik perhatian publik, ia ingin langkah setelah beasiswa tetap melalui koordinasi dan komunikasi.

Respon siswa lain dalam tim LCC

Salah satu anggota Tim LCC lainnya, Almira Khairunnisa, menyebut program tersebut menarik karena kampus tujuan memiliki hubungan dengan banyak perusahaan di China maupun Indonesia.

“Kami berterima kasih kepada Bang Rifki yang juga alumni SMANSA. Beasiswa ini tentu akan kami manfaatkan sebaik mungkin, namun pilihan akhirnya tetap akan kami diskusikan dan koordinasikan kembali bersama orangtua,” ujar Almira.

Pernyataan Almira menegaskan bahwa selain melihat peluang akademik, para siswa juga mempertimbangkan aspek keterkaitan kampus dengan ekosistem industri. Ia menyampaikan niat untuk memaksimalkan beasiswa, tetapi tidak menutup kemungkinan adanya penyesuaian rencana sesuai hasil diskusi keluarga.

Dengan begitu, meski beasiswa sudah ditetapkan melalui program kerja sama pendidikan dan disertai penandatanganan MoU, keputusan lanjutan tetap berada pada tahap koordinasi internal di masing-masing siswa.

Bagi Josepha dan rekan-rekannya, tahapan setelah tawaran datang menjadi bagian dari perjalanan pendidikan yang perlu diselesaikan dengan pertimbangan yang matang. Di tengah sorotan publik yang sempat terjadi pada Mei 2026, mereka kini berada pada fase baru, yakni mempersiapkan arah studi ke China sambil memastikan dukungan keluarga tetap menjadi dasar pilihan.