jurnalistik.co.id – Pemerintah Kabupaten Boyolali menyiapkan skema pengadaan seragam gratis bagi peserta didik baru jenjang SD dan SMP. Program ini ditujukan untuk membantu kebutuhan siswa sekaligus mengurangi praktik jual-beli seragam yang masih ditemukan di lingkungan sekolah.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerataan bantuan pendidikan yang dijalankan pemerintah daerah. Dengan adanya pengadaan seragam, siswa baru diharapkan bisa mendapatkan perlengkapan sekolah tanpa harus menanggung biaya tambahan yang memberatkan keluarga.
Penganggaran untuk SD dan SMP
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, Dwi Hari Kuncoro, menyampaikan bahwa alokasi dana yang disiapkan untuk peserta didik SD mencapai Rp 5.321.259.009. Sementara itu, kebutuhan pengadaan seragam bagi siswa SMP dianggarkan sebesar Rp 5.885.055.000.
Dwi menjelaskan bahwa pengadaan seragam diposisikan sebagai program pemerintah untuk membantu kebutuhan siswa. Ia menyatakan, “Pengadaan seragam ini merupakan program pemerintah untuk membantu kebutuhan siswa. Paket yang disediakan berisi seragam OSIS, Pramuka, dan batik,” sebagaimana dikutip dari TribunSolo, Senin (22/6/2026).
Paket bantuan yang disusun memuat jenis-jenis seragam yang umum dipakai siswa dalam kegiatan belajar maupun aktivitas sekolah lainnya. Rangkaian komponen yang disediakan diarahkan agar kebutuhan perlengkapan siswa baru dapat dipenuhi secara lebih terstruktur.
Pengadaan lewat e-katalog mini kompetisi
Dalam proses pengadaan, Disdikbud Boyolali memilih menggunakan mekanisme e-katalog mini kompetisi. Dwi menjelaskan penggunaan skema tersebut sebagai alternatif yang dinilai lebih terbuka dan kompetitif dibanding penunjukan langsung.
“Ini bebas diikuti seluruh Indonesia, sepanjang punya lapak yang sesuai kebutuhan. Pasti banyak yang menawar,” kata Dwi. Melalui sistem itu, penyedia dari berbagai daerah di Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti proses pengadaan selama mampu memenuhi spesifikasi yang ditetapkan pemerintah daerah.
Saat ini, proses pengadaan masih berada pada tahap penawaran dari para penyedia yang berminat mengikuti kompetisi. Menurut Dwi, sejumlah pelaku usaha telah mengirimkan penawaran untuk ikut serta dalam pengadaan seragam siswa tersebut.
“Hingga saat ini sudah ada beberapa penyedia yang mengirimkan penawaran. Batas akhir penawaran hari Rabu besok,” jelasnya. Setelah masa penawaran berakhir, pemerintah daerah akan melanjutkan proses sesuai mekanisme yang berlaku untuk menentukan penyedia yang memenuhi persyaratan pengadaan.
Dengan tahapan tersebut, program seragam gratis diarahkan agar berjalan melalui prosedur pengadaan yang terukur dan sesuai ketentuan. Harapannya, pemberian paket seragam untuk siswa baru dapat dilakukan tepat sasaran, sekaligus menekan munculnya transaksi seragam yang berpotensi menimbulkan beban tambahan bagi keluarga siswa.
Program ini juga diarahkan untuk membuat akses perlengkapan sekolah lebih seragam bagi siswa baru. Dengan skema pengadaan yang sudah dirancang, kebutuhan seragam diharapkan bisa langsung tersedia saat memasuki aktivitas awal sekolah, sekaligus mengurangi peluang terjadinya praktik transaksi yang muncul di lingkungan sekolah.
Untuk menjalankan rencana tersebut, Disdikbud Boyolali menyiapkan pendanaan terpisah sesuai jenjang. Alokasi untuk peserta didik SD disebut mencapai Rp 5.321.259.009, sedangkan pengadaan bagi siswa SMP dialokasikan sebesar Rp 5.885.055.000. Pengaturan pembiayaan ini dimaksudkan agar pengadaan berjalan sesuai kebutuhan masing-masing tingkat.
Pemilihan mekanisme e-katalog mini kompetisi dipaparkan sebagai cara yang memberi ruang partisipasi lebih luas. Dwi menyebut bahwa pelaku usaha dari seluruh Indonesia dapat mengikuti selama memiliki lapak yang sesuai kebutuhan, sehingga proses penawaran tidak hanya bertumpu pada satu pihak dan tetap mengikuti ketentuan pengadaan yang berlaku.
Saat ini, proses pengadaan masih berada pada fase penawaran dari penyedia yang berminat. Dwi menjelaskan bahwa sejumlah pihak telah menyampaikan penawaran, dan masa penawaran disebut berlangsung hingga batas waktu hari Rabu besok. Setelah penawaran ditutup, pemerintah daerah akan melanjutkan tahapan berikutnya guna menentukan penyedia yang memenuhi persyaratan.
Dengan tahapan yang terukur tersebut, pemberian seragam gratis ditujukan agar lebih tepat sasaran. Pengadaan yang melalui mekanisme kompetisi dan penilaian persyaratan diharapkan membantu memastikan paket seragam yang disusun dapat disediakan dengan teratur, sekaligus menekan beban biaya tambahan keluarga siswa.












