jurnalistik.co.id – Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, mengundang para pemimpin Konservatif dan Demokrat Liberal untuk membahas reformasi perawatan sosial (social care) di Inggris. Ia menyampaikan pertemuan itu akan digelar pada Rabu, saat ia dijadwalkan berpidato dan menekankan pentingnya mencari titik temu lintas partai.
Burnham berharap dapat bertemu dengan Kemi Badenoch dan Sir Ed Davey pada hari tersebut. Dalam pengaturannya, Badenoch dijadwalkan tidak hadir langsung karena tidak dapat datang, sehingga ia menunjuk shadow health secretary Stuart Andrew untuk mewakili. Sementara itu, Sir Ed menyatakan akan menghadiri pertemuan secara jarak jauh (remote).
Seorang sumber dari pihak Konservatif mengkritik undangan yang dinilai diberikan dengan waktu yang sangat singkat. Pernyataan itu berbunyi: “It’s almost like it’s only being done for show.”
Dalam undangan tersebut, Burnham tidak mengundang para pemimpin Reform UK maupun Partai Hijau untuk Inggris dan Wales. Sebelumnya, pada pekan yang sama, Burnham juga mengatakan kepada BBC bahwa layanan NHS akan “collapse” apabila perawatan sosial tidak direformasi. Ia menambahkan bahwa ia tidak ingin tetap menjabat tanpa membawa “substantial change” pada sistem tersebut.
Burnham menyatakan ia akan mengerahkan “whatever political capital” yang ia miliki untuk memperbaiki perawatan sosial yang “broken”, tetapi ia tidak menyertakan jadwal waktu kapan perubahan akan terjadi. Ia juga pernah mengajukan gagasan sistem perawatan sosial yang bersifat universal di Inggris pada 2009, saat menjabat sebagai menteri kesehatan di bawah Perdana Menteri Gordon Brown.
Dalam proposal itu, Burnham mengusulkan adanya levy yang bersifat wajib untuk mendanai sistem, serta pemerintah Brown sempat mengangkat ide agar pembayaran dapat ditunda sampai setelah seseorang meninggal. Kebijakan tersebut kemudian mendapat cap dari kubu Konservatif sebagai “death tax”.
Pidato Burnham pada Rabu disebut tidak diharapkan memuat rincian rencana menyeluruh untuk sistem perawatan sosial yang baru. Namun, BBC diberi informasi bahwa Burnham akan mengumumkan percepatan Casey Commission, yakni tinjauan independen yang dipimpin Baroness Louise Casey. Tinjauan tersebut akan menyusun rekomendasi untuk menghadirkan National Care Service.
Pada acara pidatonya, Burnham didampingi Menteri Kesehatan Yvette Cooper. Baroness Casey juga disebut hadir untuk meluncurkan konsultasi yang memberi ruang kepada publik agar dapat membagikan pandangan mereka mengenai social care.
Sebelum pidato, Burnham menyatakan saatnya “time to draw a line under people playing politics” dalam isu perawatan sosial. Ia menegaskan, “Last week I said we needed a different kind of politics: problem-solving, not point-scoring,” kemudian menambahkan, “Nowhere is that more urgent than social care. For decades, governments have kicked this issue down the road because they’ve seen it as too risky, too difficult, and too complicated.”
Lebih lanjut Burnham berkata: “Politicians might have different views but I’m serious about fixing this issue and to do that, we have to find common ground and listen to others to find a way forward.” Ia juga disebut bakal membahas kerangka pendekatan lintas partai tersebut sebagai upaya memperbaiki layanan yang selama ini dipandang bermasalah.
Berita Terkait
Koalisi Konservatif mengaitkan syarat pada usulan reformasi. Badenoch pekan lalu menulis kepada perdana menteri agar ia menolak kenaikan pajak atau peningkatan pinjaman untuk membiayai reformasi. Juru bicara Konservatif menyebut Andrew akan hadir menggantikan Badenoch dan siap bekerja sama dengan Labour pada langkah-langkah yang meningkatkan social care, dengan catatan langkah itu tidak bergantung pada kenaikan pajak dan pinjaman.
Dalam keterangan Konservatif tersebut, dinyatakan: “Social care is vital to protecting the most vulnerable in our society,” lalu “Any changes must be backed by a clear, credible and fully costed plan that delivers better care for the public and value for taxpayers.” Pernyataan itu juga menekankan: “Andy Burnham and Labour cannot rely on vague promises of reform without a clear plan for implementation and detail on what will happen when.”
Sementara itu, Sir Ed mengatakan di X bahwa ia akan menghadiri pertemuan melalui Zoom karena sedang bersama keluarganya di Prancis. Ia menambahkan kebutuhan perawatan: “24/7 care”. Sir Ed juga menyebut: “I’m hopeful this call may prove to be the first step towards fixing our broken care service.”
Ia sebelumnya mengatakan bahwa dirinya siap melakukan “whatever I can to find a real and lasting consensus on social care”, sekaligus menyoroti bahwa sejak 1997 sudah ada 22 upaya reformasi yang gagal. Untuk menuju upaya ke-23 yang berhasil, ia berkata, “To see the 23rd effort work, we need to do things differently.” Ia menambahkan, “My party has been pushing for cross-party talks on care for years, because it is the only way to build a solution that actually works. For carers and for our country, nothing matters more, so I look forward to meeting the prime minister tomorrow to begin these talks.”
Ia juga menyatakan prioritasnya adalah menempatkan family carers sebagai pusat dari setiap usulan, serta memastikan tidak ada orang yang kehilangan rumah atau tabungan hidup mereka karena biaya perawatan yang bersifat bencana (catastrophic care costs).
Di sisi lain, pemimpin Reform UK, Nigel Farage, menilai undangan tersebut merupakan pengabaian terhadap pihak lain. Farage mengeluhkan bahwa Burnham justru “chosen to ignore the party that led over 300 national opinion polls and represents thousands of councillors and millions of Britons across the country”. Ia juga menuduh perdana menteri “conspiring behind closed doors with the failed political establishment”.
Ketika ditanya di Newsnight apakah ia seharusnya diundang, pemimpin Partai Hijau, Zack Polanski, menjawab: “That’s a case for the prime minister. Actually, I think it’s positive he’s inviting opposition leaders at all.” Ia menambahkan, “I would like to be there, of course I would, I’d encourage the prime minister to extend that invitation⊠The point here, though, is not politicians’ personal egos, the point is adult social care is a ticking time bomb.”
Adult social care sendiri merupakan dukungan negara untuk membantu orang menjalani hidup secara lebih mandiri, termasuk bantuan di rumah. Berbeda dengan NHS, perawatan sosial tidak gratis saat digunakan. Di Inggris dan Irlandia Utara, orang dengan tabungan bernilai lebih dari ÂŁ23,250 tidak berhak menerima bantuan untuk biaya perawatan dari dewan setempat (council). Di Wales dan Skotlandia, ketentuan kelayakannya berbeda.
Contoh dampak biaya itu juga muncul dari kisah Richard Hardy yang tinggal di Broadway Lodge Residential Home di York selama dua setengah tahun. Ia telah hidup di sana bersama istrinya, Diane. Keduanya mengatakan biaya menjadi pertimbangan saat memilih tempat tersebut. Dengan biaya sebesar ÂŁ1,100 per minggu, mereka khawatir tabungan tidak akan bertahan lama. Diane mengatakan, “I’ve done a lot of money juggling over the last few months,” dan menambahkan, “There’s always that sort of little doubt, but I have faith in the fact that you know this is meant to be,”
Pihak pengelola panti, Faizal Mohamudbaccus, mengatakan mereka tidak akan meminta siapa pun pergi karena kekurangan dana. Namun ia menilai otoritas setempat perlu lebih cepat bertindak ketika penghuni panti kehabisan uang. Ia menyatakan, “The system for an elderly person coming into a care home is broken and there’s not enough social workers, there’s not enough organisation or planning and I think a more robust system would make it easier for the family.”












