Daerah

Coffee Shop Madaya Surabaya, ‘Satu Atap Kebaikan’ untuk Gerakan Pemberdayaan Dompet Dhuafa

×

Coffee Shop Madaya Surabaya, ‘Satu Atap Kebaikan’ untuk Gerakan Pemberdayaan Dompet Dhuafa

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Bukan Sekadar Ngopi, Coffee Shop Madaya Surabaya Hadir Membawa Misi Sosial Dompet Dhuafa

jurnalistik.co.id – Aktivitas menikmati secangkir kopi kini tidak lagi berhenti pada soal rasa, tetapi ikut terhubung dengan program sosial. Di Surabaya, gagasan itu diwujudkan lewat pembukaan sebuah kedai kopi yang sekaligus membawa misi pemberdayaan.

Coffee Shop Madaya, singkatan dari Masyarakat Berdaya, resmi beroperasi di Jalan Genteng Kali Nomor 158, Surabaya. Kedai ini dihadirkan sebagai bagian dari wajah baru kantor Dompet Dhuafa Jawa Timur, dengan tema besar “Satu Atap Kebaikan”.

Melalui konsep tersebut, Coffee Shop Madaya memadukan layanan sosial, ruang belajar, serta pusat pemberdayaan ekonomi dalam satu lokasi. Artinya, kedai kopi tidak hanya menjadi tempat transaksi minuman, namun juga ruang kerja sosial yang terintegrasi dengan program-program pemberdayaan.

General Manager Mobilisasi Wakaf Dompet Dhuafa, Bobby P. Manullang, menjelaskan kantor baru yang menaungi kedai ini dirancang sebagai pusat layanan terpadu. Ia menyampaikan, “Kami berharap kantor ini menjadi one stop center untuk layanan mustahik, mendesain program, sekaligus mengimplementasikan berbagai program pemberdayaan Dompet Dhuafa,” ujar Bobby dalam siaran pers kepada Kompas.com, Rabu (29/7/2026).

Bobby juga menekankan nilai khusus dari gedung tersebut. Kantor baru Dompet Dhuafa Jawa Timur dibangun dari wakaf keluarga almarhum Abdul Rahman Usman, sehingga pengembangan ruang layanan dipandang sebagai kelanjutan manfaat wakaf yang berkelanjutan.

Menurut Bobby, keberadaan gedung ini menjadi bukti bahwa pengelolaan wakaf yang profesional mampu memberikan manfaat luas dan berkelanjutan. Ia berharap semakin banyak masyarakat mempercayakan penyaluran wakaf kepada lembaga yang amanah, agar dampaknya bisa dirasakan oleh lebih banyak penerima manfaat.

Coffee shop sebagai bagian dari rantai pemberdayaan

Dalam praktiknya, kedai kopi tersebut menghubungkan gerakan sosial dengan ekosistem ekonomi. Kopi yang disajikan di Coffee Shop Madaya berasal dari biji kopi hasil pendampingan petani kopi di berbagai wilayah Jawa Timur.

Setelah melalui proses pendampingan, produk kopi tersebut dipasarkan melalui Madaya. Dengan pola ini, kedai menjadi kanal hilir yang memberi nilai tambah sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi para produsen.

Bobby menyebut keterkaitan itu secara langsung. “Coffee shop ini merupakan bagian hilir dari proses pemberdayaan. Produk kopi yang dijual berasal dari para mustahik yang kami dampingi,” jelas Bobby.

Alur tersebut selaras dengan visi Dompet Dhuafa “mustahik to muzaki”, yakni mendorong penerima manfaat untuk tumbuh mandiri secara ekonomi. Harapannya, pada tahap berikutnya penerima dampingan dapat menjadi pihak yang juga berkesempatan berbagi kepada sesama.

Transaksi pelanggan ikut menggerakkan sedekah

Keunikan lain Coffee Shop Madaya terletak pada kontribusi yang ikut mengalir dari setiap transaksi. Setiap pembelian yang dilakukan pelanggan turut menjadi bagian dari gerakan sedekah yang dijalankan Dompet Dhuafa.

Dengan demikian, aktivitas sederhana seperti membeli secangkir kopi ikut berperan dalam dukungan program sosial. Di antaranya, kontribusi tersebut disebut diarahkan untuk pemberdayaan petani, pengembangan usaha produktif, serta berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya.

Melalui “Satu Atap Kebaikan”, Coffee Shop Madaya mencoba membuat ruang pemberdayaan lebih mudah dijangkau dan lebih terasa dampaknya. Kedai kopi menjadi titik pertemuan antara layanan sosial dan kebutuhan publik, sekaligus memberi cara baru agar dukungan masyarakat bisa hadir lewat aktivitas sehari-hari.

Dengan lokasi di Jalan Genteng Kali Nomor 158 dan tema yang menegaskan integrasi program, kehadiran Coffee Shop Madaya diharapkan memperkuat kerja Dompet Dhuafa Jawa Timur dalam menyediakan layanan mustahik, mendesain program, hingga mengimplementasikan pemberdayaan masyarakat. Seluruh rangkaian itu dijalankan dengan memanfaatkan rantai pasok kopi dari petani dampingan, sekaligus menjadikan transaksi pelanggan sebagai bagian dari gerakan kebaikan.