Daerah

DEWA Berbagi Pinjaman Tanpa Bunga Rp455 Miliar untuk Eksplorasi Emas Gayo Lues

×

DEWA Berbagi Pinjaman Tanpa Bunga Rp455 Miliar untuk Eksplorasi Emas Gayo Lues

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kreditur Misterius Darma Henwa (DEWA) di Proyek Emas Gayo Lues - Market

jurnalistik.co.id – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mengikat skema pendanaan pinjaman tanpa bunga untuk mendukung eksplorasi tambang emas di Gayo Lues, Aceh. Pendanaan tersebut dilakukan melalui entitas anak DEWA.

Dalam keterangannya, DEWA menyebutkan perjanjian pendanaan diikat antara PT Gayo Mineral Resources dengan PT Seraya Laju Karya pada 24 November 2025. Skema yang disepakati berbentuk pinjaman tanpa bunga.

Nilai pinjaman yang akan diberikan Seraya Laju Karya kepada Gayo Mineral Resources mencapai Rp455 miliar. Plafon tersebut dijadwalkan jatuh tempo pada 31 Desember 2028.

DEWA juga menyatakan pengikatan perjanjian pendanaan dilakukan beberapa hari setelah perusahaan melakukan akuisisi mayoritas saham di Gayo Mineral Resources. Akuisisi tersebut dilakukan melalui PT Mahadaya Imajinasi Nusantara (MIN).

Rinciannya, perjanjian pendanaan itu ditandatangani selang tiga hari setelah DEWA mengakuisisi mayoritas saham Gayo Mineral Resources lewat MIN. Setelah pengambilalihan kepemilikan mayoritas, DEWA memperoleh akses langsung terhadap pengelolaan tambang emas di wilayah Gayo Lues.

Keberadaan Gayo Mineral Resources tidak hanya terkait rencana eksplorasi, tetapi juga tercermin dalam komposisi aset yang dimiliki. Mengacu pada laporan keuangan DEWA yang berakhir Juni 2026, nilai aset tambang Gayo Mineral tercatat sebesar Rp7,03 triliun.

Dengan struktur pinjaman tanpa bunga yang disepakati, DEWA menempatkan Seraya Laju Karya sebagai kreditur untuk membiayai tahapan eksplorasi di proyek tersebut. Istilah “tanpa bunga” berarti tidak ada beban biaya bunga yang melekat pada fasilitas pinjaman selama periode berjalan sesuai perjanjian.

Fasilitas Rp455 miliar itu, dengan batas waktu sampai akhir 2028, memberikan horizon pendanaan yang relatif panjang untuk mendukung proses pengembangan di area Gayo Lues. Seluruh skema pendanaan dirancang agar tenggat pembayaran pinjaman mengacu pada tanggal jatuh tempo yang telah ditetapkan dalam kontrak.

Secara keseluruhan, langkah DEWA melalui Gayo Mineral Resources menunjukkan upaya perusahaan mengamankan dukungan finansial sejak awal pengendalian proyek. Penandatanganan perjanjian yang dilakukan setelah akuisisi mayoritas juga mengindikasikan hubungan kronologis antara pengambilalihan kendali atas aset tambang dan kebutuhan pembiayaan eksplorasi.

Pengikatan perjanjian pendanaan itu juga memperlihatkan keterkaitan langsung antara tahap pengendalian aset dan kebutuhan pembiayaan. Setelah DEWA memperoleh mayoritas saham Gayo Mineral Resources melalui PT Mahadaya Imajinasi Nusantara, perusahaan kemudian mengikat skema pinjaman untuk mendukung eksplorasi di Gayo Lues. Dengan jarak waktu yang berdekatan antara pengambilalihan kendali dan penandatanganan kontrak, desain pembiayaan tampak disiapkan sejak fase awal pengelolaan proyek.

Dalam skema yang disepakati, Seraya Laju Karya ditempatkan sebagai pihak yang memberikan dana, sedangkan Gayo Mineral Resources menjadi penerima fasilitas. Istilah “pinjaman tanpa bunga” menegaskan bahwa selama periode berjalan sebagaimana diatur dalam perjanjian, fasilitas tersebut tidak dibebani biaya bunga. Artinya, beban finansial yang muncul dari transaksi ini terutama mengikuti ketentuan lain dalam kontrak, termasuk jadwal pembayaran yang telah ditetapkan untuk masa akhir.

Dari sisi besaran, nilai fasilitas pinjaman mencapai Rp455 miliar dengan plafon yang ditujukan untuk periode sampai 31 Desember 2028. Di saat yang sama, nilai aset tambang Gayo Mineral tercatat sebesar Rp7,03 triliun pada laporan keuangan yang berakhir Juni 2026. Kombinasi antara nilai aset proyek dan fasilitas pendanaan yang memiliki horizon panjang memberi gambaran bahwa dukungan dana diarahkan pada tahapan pengembangan eksplorasi, dengan tenggat pembayaran yang dirancang mengikuti tanggal jatuh tempo.

Secara keseluruhan, langkah DEWA mengikat pendanaan setelah akuisisi mayoritas mencerminkan upaya perusahaan untuk memastikan dukungan finansial berjalan seiring kontrol atas proyek. Dengan mengunci ketentuan tenor dan jatuh tempo sejak awal, skema pendanaan dapat membantu perusahaan menata rencana pengeluaran untuk pengembangan di area Gayo Lues berdasarkan kontrak yang telah ditandatangani. Penetapan struktur kreditur-penerima dan mekanisme “tanpa bunga” juga menjadi bagian dari pengaturan agar pendanaan tidak menambah komponen beban bunga selama masa yang ditentukan.