jurnalistik.co.id – Dunia smartphone kelas menengah premium kembali menarik perhatian lewat dua nama besar: OnePlus Nord 6 dan Poco X8 Pro. Keduanya mengusung sederet spesifikasi kunci yang mirip, tetapi tetap memiliki karakter berbeda untuk kebutuhan pengguna yang tidak selalu sama.
Secara garis besar, kedua perangkat menargetkan pengalaman multimedia dan performa harian yang solid, termasuk layar AMOLED serta kamera utama 50 MP dengan OIS. Keduanya juga dibekali perlindungan tahan air dan debu dengan sertifikasi IP68/IP69K, sehingga lebih siap dipakai dalam aktivitas sehari-hari tanpa terlalu banyak kekhawatiran.
Desain dan proteksi layar
Pada sisi tampilan, Poco X8 Pro dinilai lebih “premium” karena menggunakan bingkai aluminium dan perlindungan Gorilla Glass 7i. OnePlus Nord 6 memakai bingkai serta panel belakang berbahan plastik, namun tetap menjanjikan proteksi layar Crystal Guard yang diklaim lebih tahan gores.
Perbedaan bahan bodi ini bisa jadi pembeda nyata saat menggenggam perangkat, terutama bagi pengguna yang lebih sensitif terhadap kesan material dan ketahanan harian. Meski begitu, keduanya tetap membawa pendekatan perlindungan yang jelas di area layar.
Layar: ukuran, refresh rate, dan kecerahan
OnePlus Nord 6 menyediakan panel AMOLED 6,78 inci dengan refresh rate hingga 165 Hz serta tingkat kecerahan puncak 3.600 nits. Sementara itu, Poco X8 Pro hadir dengan layar AMOLED 6,59 inci, refresh rate 120 Hz, dan dukungan Dolby Vision yang ditujukan untuk meningkatkan pengalaman menonton konten multimedia.
Dengan kombinasi refresh rate tinggi pada Nord 6, pengalaman scrolling dan respons tampilan cenderung lebih “cepat” terasa. Di sisi lain, Poco X8 Pro menawarkan fokus pada kualitas visual melalui Dolby Vision, yang relevan bagi pengguna yang sering mengonsumsi video dan konten sinematik.
Performa: chipset andalan
OnePlus Nord 6 ditenagai Snapdragon 8s Gen 4, yang secara teori menawarkan performa lebih tinggi dibandingkan Dimensity 8500 Ultra pada Poco X8 Pro. Meski begitu, laporan yang dirujuk menyebutkan bahwa bagi sebagian besar pengguna, kedua chipset tersebut tetap sudah lebih dari cukup untuk menjalankan aplikasi harian, multitasking, hingga game populer dengan lancar.
Artinya, pertarungan performa di praktik harian tidak hanya ditentukan oleh angka teoritis, melainkan juga kebutuhan nyata pengguna. Bagi pengguna yang menekankan stabilitas pekerjaan harian, kedua opsi sama-sama berada di level yang memadai.
Konfigurasi memori
Keduanya juga membawa konfigurasi memori yang sama, dengan RAM hingga 12 GB dan penyimpanan internal hingga 512 GB. Penyimpanan menggunakan teknologi UFS 4.1, sehingga transfer data dan akses aplikasi dapat berjalan cepat.
Dengan rentang kapasitas yang serupa, pilihan bisa lebih mudah diarahkan ke aspek lain seperti layar, kamera depan, serta dukungan fitur multimedia dan pengisian daya.
Kamera: kesamaan di belakang, beda di depan
Pada bagian kamera belakang, spesifikasi utama terlihat identik: kamera 50 MP dengan OIS serta kamera ultrawide 8 MP. Perbedaan muncul pada kamera depan, tempat OnePlus Nord 6 mengusung sensor 32 MP dengan autofokus dan dukungan perekaman video 4K.
Sementara itu, Poco X8 Pro mengandalkan kamera selfie 20 MP yang mendukung perekaman hingga 1080p. Bagi pengguna yang mengandalkan kualitas rekaman selfie, pilihan Nord 6 tampak lebih unggul karena dukungan 4K, sedangkan Poco lebih menonjol pada kebutuhan selfie standar hingga 1080p.
Baterai dan kecepatan pengisian
OnePlus Nord 6 menonjol melalui kapasitas baterai yang besar: 7.500 mAh untuk versi global, dan hingga 9.000 mAh untuk varian India. Namun, Poco X8 Pro menawarkan keunggulan yang berbeda lewat kecepatan pengisian daya 100W, lebih cepat dibandingkan 80W pada OnePlus Nord 6.
Dengan kata lain, Nord 6 menekankan kapasitas baterai yang panjang, sedangkan Poco menitikberatkan efisiensi waktu saat pengisian. Pilihan bisa disesuaikan dengan kebiasaan pengguna: lebih sering “isi cepat” atau lebih mengutamakan daya tahan.
Konektivitas, audio, dan perangkat lunak
Untuk konektivitas nirkabel, OnePlus Nord 6 telah mendukung Wi-Fi 7. Poco X8 Pro masih memakai Wi-Fi 6, tetapi membawa nilai tambah pada dukungan Dolby Atmos serta Hi-Res Audio untuk meningkatkan kualitas audio.
Di sisi sistem operasi, OnePlus Nord 6 menjalankan OxygenOS 16 berbasis Android 16, yang dikenal lebih ringan dan mendekati Android murni. Poco X8 Pro memakai HyperOS 3 dengan lebih banyak fitur serta integrasi ekosistem Xiaomi.
Harga dan ketersediaan pasar
Pada pasar Indonesia, Poco X8 Pro diperkirakan berada di kisaran Rp5,7 juta untuk varian 8GB/256GB dan Rp6,5 juta untuk 12GB/512GB. Sementara OnePlus Nord 6 tidak masuk atau dijual secara resmi di Indonesia, namun diperkirakan dibanderol sekitar Rp7,5 juta hingga Rp8,5 juta.
Dengan perbedaan harga dan ketersediaan, keputusan “lebih layak” bisa bergantung pada prioritas pengguna. Bila mengincar refresh rate lebih tinggi, dukungan kamera depan 4K, serta pilihan baterai yang besar, Nord 6 menjadi opsi kuat. Jika yang dicari adalah pengisian 100W, layar dengan Dolby Vision, serta dukungan audio Dolby Atmos dan Hi-Res Audio, Poco X8 Pro layak dipertimbangkan lebih serius.












