Teknologi

Meta Glasses Resmi Meluncur: Kacamata Pintar AI dalam Tiga Model, Lebih Terjangkau

×

Meta Glasses Resmi Meluncur: Kacamata Pintar AI dalam Tiga Model, Lebih Terjangkau

Sebarkan artikel ini
Trio Meta Glasses Resmi, Kacamata Pintar AI dengan Harga Lebih "Murah" Tekno 24 Juni 2026
Ilustrasi: Trio Meta Glasses Resmi, Kacamata Pintar AI dengan Harga Lebih "Murah"

jurnalistik.co.id – Meta secara resmi memperkenalkan Meta Glasses, kacamata pintar AI dengan identitas merek Meta sendiri. Perangkat ini hadir dalam tiga model—Fury, Adventurer, dan Starfire Kylie Edition—seraya menawarkan harga yang diposisikan lebih terjangkau dibanding sejumlah lini kacamata pintar bermitra.

Langkah ini sekaligus menandai kehadiran kacamata pintar Meta tanpa lagi memakai embel-embel merek Ray-Ban atau Oakley. Sebelumnya, kacamata pintar tersebut dirilis dalam kolaborasi yang melibatkan EssilorLuxottica, yang juga menaungi dua brand kacamata besar itu.

Ketiga varian Meta Glasses dirancang dengan gaya berbeda, sehingga pengguna dapat memilih bentuk yang paling sesuai dengan preferensi tampilan. Meta menyebut perangkatnya ditujukan untuk kebutuhan harian, dengan kemampuan AI yang dapat dipakai tanpa harus selalu mengandalkan smartphone.

Desain dan pilihan model

Meta Adventurer mengusung bingkai persegi panjang bergaya minimalis. Desainnya disebut memiliki kemiripan dengan kacamata klasik Ray-Ban Wayfarer, serta tersedia dalam dua ukuran, yaitu versi standar dan versi besar.

Berbeda dari Adventurer, Meta Fury tampil dengan bingkai yang lebih tebal dan lebih mencolok. Walau tetap mempertahankan bentuk kotak, Meta menekankan desainnya dibuat lebih berani bagi pengguna yang ingin tampil lebih menonjol.

Sementara itu, Starfire Kylie Edition hadir dengan bingkai oval. Varian ini diposisikan tampil lebih ramping dan modis dibanding dua model sebelumnya, sekaligus dikembangkan melalui kolaborasi Meta dengan Kylie Jenner.

Fitur pintar tanpa layar AR

Meta Glasses tidak memiliki layar seperti pada perangkat augmented reality (AR). Namun, kacamata ini tetap dibekali sejumlah fitur yang memungkinkan pengguna melakukan aktivitas berbasis instruksi suara dan respons dari asisten.

Di bagian kamera, Meta menyematkan kamera 12 MP yang dapat dipakai untuk mengambil foto serta merekam video resolusi 3K. Keberadaan kamera ini membuat perangkat tidak hanya berfokus pada interaksi AI, tetapi juga pada dokumentasi konten.

Meta juga melengkapi kacamata dengan mikrofon dan speaker. Kombinasi keduanya memungkinkan pengguna melakukan panggilan telepon, mendengarkan audio, hingga berinteraksi dengan asisten Meta AI.

Meta menyatakan kacamata ini dirancang sebagai pendamping yang membantu aktivitas sehari-hari tanpa perlu mengeluarkan smartphone dari saku. Dalam praktiknya, pengguna bisa mengajukan pertanyaan, meminta informasi, atau menjalankan berbagai perintah melalui Meta AI yang terintegrasi langsung pada perangkat.

Perintah suara tersebut dapat diakses lewat tombol action yang tersedia pada kacamata. Dengan cara ini, pengguna tidak perlu berhenti dan membuka perangkat lain untuk memberikan permintaan.

Selain itu, Meta menambahkan kemampuan penerjemahan bahasa secara langsung (live translation). Fitur ini ditujukan agar pengguna bisa memahami percakapan dalam bahasa lain dengan lebih mudah saat beraktivitas.

Daya tahan baterai dan charging case

Untuk kebutuhan pemakaian di luar rumah, Meta menyebut daya tahan Meta Glasses mencapai hingga 8 jam. Angka tersebut dapat diperpanjang menjadi total 32 jam bila menggunakan charging case bawaannya.

Dengan opsi tersebut, perangkat diposisikan cukup untuk aktivitas dalam satu rentang waktu panjang tanpa terus-menerus mencari sumber daya. Metode pengisian melalui charging case juga menjadi bagian dari pendekatan agar penggunaan tetap praktis.

Harga, ketersediaan, dan perbandingan

Meski meluncurkan kacamata pintar bermerek Meta untuk pertama kalinya tanpa Ray-Ban dan Oakley, CTO Meta Andrew Bosworth menegaskan perusahaan tetap bekerja sama dengan EssilorLuxottica. Ia menyebut kolaborasi berlanjut untuk urusan manufaktur, lensa, hingga distribusi.

Bosworth menekankan bahwa rilis ini ditujukan untuk ekspansi pilihan produk dengan rentang harga yang lebih bervariasi. Ia menyampaikan, “Bagi kami, ini tentang memperluas pilihan yang dimiliki orang-orang di pasar. Menjangkau orang bukan hanya tentang desain atau gaya, tetapi juga tentang rentang harga,” seperti yang dikutip KompasTekno dari Gizmodo.

Meta Glasses tersedia di situs resmi Meta.com serta toko ritel rekanan Meta seperti Amazon. Dengan dua jalur ketersediaan itu, perusahaan memberi akses pembelian melalui kanal digital maupun mitra penjualan.

Dari sisi harga, Meta Fury dan Meta Adventurer dibanderol mulai 299 dollar AS (sekitar Rp 5,3 juta). Sementara itu, Starfire Kylie Edition dibanderol mulai 399 dollar AS (sekitar Rp 7,1 juta).

Meta menyebut harga tersebut lebih murah dibanding Ray-Ban yang dibanderol mulai 500 dollar AS hingga 800 dollar AS. Perbandingan ini menjadi bagian dari posisi produk Meta Glasses agar dapat menjangkau lebih banyak konsumen dengan variasi pilihan biaya.

Dengan tiga model yang mengusung karakter desain berbeda, kamera 12 MP, kemampuan merekam video 3K, serta integrasi Meta AI untuk perintah suara dan live translation, Meta Glasses mencoba menawarkan paket pengalaman yang lebih lengkap. Pada saat yang sama, perusahaan menempatkan perangkat ini sebagai kacamata pintar yang hadir untuk kebutuhan harian—dengan pendekatan praktis dan tanpa layar AR.