Peristiwa

Diduga Heat Stroke: Kronologi Waktu Meninggal Calon Manajer Koperasi Asal Lamongan saat Latsarmil

×

Diduga Heat Stroke: Kronologi Waktu Meninggal Calon Manajer Koperasi Asal Lamongan saat Latsarmil

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Diduga Heat Stroke, Ini Urutan Kejadian Tewasnya Calon Manajer Koperasi Asal Lamongan Saat Latsarmil

jurnalistik.co.id – Kematian Anisa Muyassaroh, calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menyisakan duka sekaligus memunculkan pertanyaan terkait penanganan medis saat ia mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) dan manajerial di Kalimantan.

Dalam keterangan resmi, perempuan asal Jawa Timur itu diduga meninggal karena heat stroke atau sengatan panas. Anisa merupakan salah satu dari lima peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) bentukan Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang dilaporkan gugur dalam rangkaian pelatihan tersebut.

Kejadian bermula saat mengikuti pelatihan

Insiden yang menimpa Anisa terjadi pada Kamis, 18/6/2026. Saat itu, ia tengah menjalani kepesertaan SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Satuan Pendidikan (Satdik) Dodikjur Rindam VI/Mulawarman.

Lokasi pelatihan disebut berada di Manggar, Balikpapan Timur. Pada fase tersebut, tim di lapangan menjalankan prosedur kedaruratan medis begitu korban menunjukkan gejala sakit.

Langkah penanganan medis dilakukan bertahap

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) VI/Mulawarman, Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo, menjelaskan bahwa penanganan darurat tidak menunggu, melainkan langsung dilakukan saat keluhan muncul.

Menurut penjelasannya, evakuasi medis terhadap Anisa berlangsung melalui tiga tahapan penanganan intensif. Tahap pertama dimulai dari pemeriksaan awal ketika korban mengeluhkan kondisi tubuhnya, lalu tim medis yang bersiaga melakukan pemeriksaan secara langsung di lokasi.

Tahap berikutnya adalah penanganan di klinik internal. Anisa kemudian dilarikan ke Klinik Kesehatan internal Dodikjur Manggar agar mendapatkan perawatan yang lebih memadai.

Ketika kondisi kesehatan terus menurun dan tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan, tim medis mengambil langkah cepat untuk merujuk Anisa ke Rumah Sakit Dr. R. Hardjanto (RS Tentara) Balikpapan. Rujukan ini dilakukan sebagai respons medis lanjutan terhadap penurunan yang berlanjut.

Nyawa tidak tertolong meski sudah mendapat perawatan

Meski sempat mendapatkan penanganan darurat di rumah sakit, nyawa Anisa tidak tertolong. Setelah itu, pihak Kodam VI/Mulawarman menyatakan telah bertanggung jawab penuh atas pengurusan jenazah.

Proses selanjutnya disebut mencakup pengawalan pemulangan dari Balikpapan hingga tiba di rumah duka di Lamongan, Jawa Timur. Dengan demikian, rangkaian penanganan tidak berhenti pada fase medis, tetapi juga menyangkut proses setelah kejadian.

Penjelasan resmi soal prosedur dan tindak lanjut

Gatot menyampaikan bahwa pihaknya menjalankan prosedur penanganan sesuai mekanisme yang berlaku. Ia juga menegaskan bahwa pihak terkait masih menunggu hasil pendalaman tindak lanjut terhadap kejadian yang menyebabkan meninggalnya Anisa.

“Prosedur penanganan pada saat kejadian sudah dilaksanakan dengan tepat. Saat ini kami masih menunggu hasil dari pendalaman tindak lanjut terhadap kejadian yang menyebabkan satu siswi ini meninggal dunia,” ujar Gatot saat dikonfirmasi pada Selasa, 23/6/2026.

Menanggapi isu porsi latihan fisik ekstrem

Di tengah beredarnya isu di media sosial, Kodam VI/Mulawarman juga memberikan bantahan terkait tuduhan adanya porsi latihan fisik ekstrem yang melampaui batas. Gatot menegaskan bahwa diklat yang diikuti oleh para sarjana tersebut justru tidak melibatkan kegiatan fisik yang dominan.

Ia menyebut pola latihan lebih banyak berupa kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. “Kami garis bawahi, kegiatan yang dilaksanakan tidak melibatkan kegiatan physical yang dalam artian dominan. Pola latihannya dominan pada kegiatan belajar mengajar di dalam kelas,” jelas Gatot.

Selain itu, Gatot memastikan pengawasan berjalan ketat selama masa diklat. Ia menuturkan bahwa seluruh instruktur, pelatih, unsur pendamping, hingga tim kesehatan melekat untuk mengawasi para peserta didik di manapun mereka berada.

Duka dari Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur

Kematian Anisa turut membawa duka bagi jajaran Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim, Endy Alim Abdi Nusa, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya warga Jawa Timur tersebut dalam kegiatan Latsarmil.

Endy menyatakan bahwa pihaknya kehilangan salah satu putri terbaik dalam program nasional itu. “Kami kehilangan putri terbaik kami. Kami menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya satu warga Jawa Timur dalam kegiatan Latsarmil ,” kata Endy saat diwawancarai pada Selasa, 30/6/2026.

Hingga kini, keterangan resmi tetap menempatkan dugaan penyebab pada heat stroke atau sengatan panas, sekaligus menegaskan bahwa prosedur penanganan sudah dijalankan dan hasil pendalaman lanjutan masih ditunggu. Sementara itu, Klarifikasi mengenai aktivitas fisik yang disebut minim juga disampaikan guna merespons berbagai perbincangan yang muncul di ruang publik.