jurnalistik.co.id – Massa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) membubarkan diri usai menyampaikan orasi di depan Gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta, pada Rabu (1/7/2026).
Aksi itu bertepatan dengan peringatan HUT Ke-80 Polri, setelah sebelumnya rencana demonstrasi sempat diarahkan ulang oleh pihak kepolisian.
Rencana awal yang berubah
Awalnya, BEM UI menyiapkan unjuk rasa di depan Gedung Mabes Polri dengan membawa keranda serta karangan bunga bertuliskan “Turut Berduka atas Matinya Reformasi Polri.”
Namun, di lokasi yang dituju, mahasiswa tidak diperkenankan melanjutkan arak-arakan menuju Mabes Polri karena pengamanan kepolisian di depan Gedung Sekretariat ASEAN.
Mahasiswa kemudian mengalihkan fokus kegiatan pada penyampaian aspirasi di area Sekretariat ASEAN. Orasi berlangsung selama sekitar satu jam dengan pengawalan aparat kepolisian.
Selama kegiatan, massa sempat menimbulkan kepadatan di Jalan Trunojoyo, khususnya jalur menuju Mabes Polri.
Dampak pada lalu lintas
Aktivitas orasi membuat arus kendaraan melambat dan menimbulkan antrean di titik depan gedung tersebut. Kondisi ini berlangsung sampai massa selesai menyampaikan tuntutannya.
Setelah aspirasi disampaikan, para mahasiswa membubarkan diri dan arus lalu lintas berangsur kembali normal.
Kapolsek Metro Kebayoran Baru AKBP Nugrahadi menyatakan bahwa pihak kepolisian tidak melarang aksi. Menurutnya, lokasi penyampaian aspirasi sudah diarahkan ke area lain.
Nugrahadi mengatakan, “Kita sudah arahkan di sana kan. Silakan kalau mau menyampaikan aspirasi, silakan di sana ya. Sudah oke? Jelas itu aja.”
Insiden pada rute menuju Mabes Polri
Sebelum orasi di Sekretariat ASEAN, aksi serupa di depan Gedung Mabes Polri lebih dulu diwarnai penjegatan antara massa dan aparat. Peristiwa itu muncul setelah mahasiswa membawa keranda dan karangan bunga saat hendak menuju depan Gedung Mabes Polri.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sekitar 30 mahasiswa berpakaian serba hitam bergerak dari arah Gedung ASEAN menuju Mabes Polri sambil memanggul keranda dari bambu.
Mereka juga membawa karangan bunga yang menampilkan tulisan “Turut berduka atas matinya Reformasi Polri.”
Sesampainya di depan Gedung Mabes Polri, langkah mahasiswa dihentikan petugas. Sejumlah mahasiswa kemudian mempertanyakan alasan penjegatan tersebut, mengingat pemberitahuan aksi telah disampaikan kepada pihak kepolisian.
Dalam penjelasannya, Nugrahadi menyampaikan bahwa pembatasan merupakan diskresi kepolisian. Ia mengatakan, “Ini diskresi kepolisian, enggak boleh di sana (depan Gedung Mabes Polri).”
Setelah pemadaman jalur di lokasi yang direncanakan semula, mahasiswa memilih melaksanakan rangkaian kegiatan di titik yang dapat digunakan untuk penyampaian aspirasi, hingga akhirnya orasi berakhir dan massa bubar.
Dalam rangkaian kegiatan itu, mahasiswa menggunakan keranda dan karangan bunga sebagai bagian dari penyampaian sikap. Meski simbol tersebut sudah disiapkan untuk rute menuju Mabes Polri, pengamanan di sekitar area yang dituju menjadi penentu jalannya agenda, sehingga aktivitas diarahkan ke titik lain yang memungkinkan aspirasi tetap disampaikan.
Selama orasi berlangsung di area Sekretariat ASEAN, massa memperoleh pengawalan aparat kepolisian. Pengawalan tersebut ikut memengaruhi pergerakan kerumunan agar tidak melebar ke jalur yang berpotensi menghambat arus kendaraan, sekaligus menjaga agar rangkaian penyampaian tuntutan dapat berjalan hingga waktu yang direncanakan.
Perkembangan di lapangan juga terlihat dari kondisi jalan yang sempat mengalami penumpukan kendaraan. Kepadatan yang muncul, terutama pada jalur menuju Mabes Polri, membuat laju kendaraan melambat dan antrean terbentuk di titik-titik dekat lokasi kegiatan. Situasi ini kemudian mereda ketika massa menyelesaikan penyampaian aspirasinya.
Menjelang akhir kegiatan, mahasiswa membubarkan diri secara bertahap setelah orasi selesai. Setelah massa meninggalkan area, arus lalu lintas berangsur normal kembali. Pihak kepolisian menyampaikan bahwa pembatasan bukan larangan aksi secara keseluruhan, melainkan pengaturan lokasi agar penyampaian aspirasi berlangsung di area yang sudah diarahkan.












