Politik & Parlemen

Drama Politik Besar, Pemilu Sela Ini Bisa Lengserkan PM Inggris

×

Drama Politik Besar, Pemilu Sela Ini Bisa Lengserkan PM Inggris

Sebarkan artikel ini
Drama Politik Terbesar, Pemilu Sela Ini Bisa Lengserkan PM Inggris Global 16 Juni 2026
Ilustrasi: Drama Politik Terbesar, Pemilu Sela Ini Bisa Lengserkan PM Inggris

jurnalistik.co.id – Perdana Menteri Inggris Keir Starmer kini menghadapi ancaman langsung terhadap kepemimpinannya setelah jadwal pemilu sela ditetapkan. Pemungutan suara itu akan digelar di daerah pemilihan Makerfield, dekat Manchester, pada Kamis (18/6/2026), dan menjadi sorotan besar politisi Partai Buruh (Labour).

Media Inggris menyebut agenda tersebut sebagai pemilu sela paling paling menentukan dalam sejarah politik Inggris. Dalam perkiraan banyak pengamat, hasil pemilu sela ini dipandang sebagai langkah awal untuk menggulingkan Starmer dari posisi pemimpin Partai Buruh sekaligus PM.

Menanggapi situasi yang memanas, Starmer menyampaikan peringatan keras. Ia menegaskan bahwa kontestasi internal partai hanya akan menjerumuskan negara ke dalam kekacauan.

Starmer juga menyatakan sikap siap menghadapi tekanan politik yang datang. Ia menegaskan kembali bahwa dia siap bertahan dan melawan setiap tantangan yang datang untuk mempertahankan jabatannya.

Namun, di tengah peringatan tersebut, ancaman paling serius bagi Starmer justru berasal dari Andy Burnham. Burnham berusia 56 tahun dan dikenal luas sebagai wali kota Greater Manchester yang memiliki basis dukungan kuat di kalangan sayap kiri-tengah Partai Buruh.

Burnham pernah menjabat sebagai anggota parlemen pada periode 2001-2017. Ia juga dikenal sebagai kritikus vokal terhadap kepemimpinan Starmer, sehingga setiap tanda kelemahan dari arus dukungan publik dapat dengan cepat berubah menjadi tekanan politik yang lebih besar.

Kondisi Starmer dinilai semakin melemah. Dalam penilaian yang beredar, popularitasnya turun setelah ia mencoba memerintah lebih ke arah tengah, menyusul langkah Partai Konservatif yang terdampak dari pemerintahan pada Juli 2024.

Di saat yang sama, masa jabatan Starmer disebut didera oleh serangkaian pembatalan kebijakan. Rentetan keputusan yang dibatalkan itu ikut memperkuat persepsi bahwa arah pemerintahan tidak sepenuhnya konsisten dengan ekspektasi basis pendukung Partai Buruh.

Selain isu kebijakan, citra Partai Buruh juga mendapat beban tambahan dari skandal penunjukan. Peter Mandelson, mantan kolega yang terkait dengan Jeffrey Epstein, disebut pernah ditunjuk sebagai duta besar untuk Washington, dan langkah tersebut turut memperburuk citra partai.

Dampak skandal itu terlihat pada hasil politik elektoral partai. Kejadian tersebut disebut berkontribusi pada hasil buruk Partai Buruh dalam pemilu lokal dan regional bulan lalu, yang pada gilirannya memberi amunisi kritik bagi pihak-pihak yang menantang kepemimpinan Starmer.

Gambaran tentang siapa yang berpeluang menjadi penantang juga menguat lewat survei. Berdasarkan jajak pendapat YouGov bulan lalu, Burnham dinilai akan mengalahkan Starmer jika keduanya bertarung dalam perebutan kursi pemimpin.

Temuan survei itu makin relevan karena aturan internal Partai Buruh ikut menentukan dinamika perlawanan. Menurut aturan partai, seseorang yang berada di luar parlemen tidak dapat menjadi pemimpin partai, sehingga strategi politik tidak hanya bertumpu pada popularitas, tetapi juga pada posisi formal dalam struktur parlemen.

Dengan demikian, pemilu sela Makerfield diposisikan bukan sekadar kontestasi elektoral daerah, tetapi juga ujian politik bagi Starmer. Jika pemilu sela itu menghasilkan pukulan bagi Partai Buruh, ruang manuver bagi lawan politik di internal partai dapat semakin terbuka.

Di sisi lain, pernyataan Starmer tentang risiko kekacauan dari kontestasi internal menunjukkan upaya menahan laju penantangan. Pilihan retorikanya mengarah pada pembingkaian bahwa perseteruan dalam partai akan merugikan negara, sekaligus upaya menjaga citra stabilitas kepemimpinan.

Namun, kalkulasi politik di tingkat akar rumput tetap akan ditentukan oleh respons pemilih di Makerfield pada 18/6/2026. Bagi Starmer, pemilu sela ini menjadi momen yang menentukan untuk membuktikan dukungan publik dan meredam tekanan yang datang dari figur seperti Burnham.