Peristiwa

Eksekusi Hotel Sultan Hari Ini: Hindari Ruas Jalan di Sekitar Senayan

×

Eksekusi Hotel Sultan Hari Ini: Hindari Ruas Jalan di Sekitar Senayan

Sebarkan artikel ini
Ada Eksekusi Hotel Sultan Hari Ini, Hindari Ruas Jalan Berikut Otomotif 18 Juni 2026
Ilustrasi: Ada Eksekusi Hotel Sultan Hari Ini, Hindari Ruas Jalan Berikut

jurnalistik.co.id – Pengendara yang melintas di kawasan Senayan dan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, pada Kamis (18/6/2026) perlu mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas seiring pelaksanaan eksekusi pengosongan lahan eks Hotel Sultan di Blok 15 GBK.

Pelaksanaan ini juga disertai penutupan sejumlah akses masuk kawasan GBK serta penyiagaan personel gabungan untuk mengamankan proses eksekusi.

Dari informasi pengelola GBK, akses melalui Pintu 5, Pintu 7, dan Pintu 8 ditutup sementara selama satu hari penuh, mulai pukul 00.00 WIB hingga 24.00 WIB.

Selain penutupan pintu masuk tersebut, sejumlah area di sekitar lokasi juga tidak dapat diakses, yakni Parkir Timur, Hutan Kota GBK, Stadion Softball, serta ruas Jalan KTT hingga Jakarta International Convention Center (JICC).

Penutupan akses dilakukan untuk mendukung pelaksanaan eksekusi pengosongan lahan Blok 15 GBK yang menjadi lokasi berdirinya Hotel Sultan dan Sultan Residence.

Untuk situasi lalu lintas di sekitar area, disebutkan pula bahwa kondisi Jalan Sudirman sudah bisa dilintasi setelah terjadi pencegatan massa di kawasan Jalan Sudirman yang berbatasan dengan Jalan Bendungan Hilir pada Senin (15/6/2026).

Dengan adanya pembatasan akses dan aktivitas pengamanan, sejumlah ruas jalan di sekitar Senayan diperkirakan mengalami peningkatan volume kendaraan, terutama pada jam sibuk pagi hingga siang hari.

Ruas yang berpotensi padat antara lain Jalan Asia Afrika, Jalan Pintu Satu Senayan, Jalan Jenderal Gatot Subroto, dan Jalan Jenderal Sudirman.

Kepadatan juga berpotensi terjadi di titik-titik putar balik (U-turn), akses menuju kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), hingga Simpang Semanggi yang menjadi jalur utama kendaraan dari arah Jakarta Selatan menuju Jakarta Pusat.

Untuk menghindari antrean, pengendara disarankan memilih jalur alternatif sesuai tujuan perjalanan dan mengatur waktu berangkat lebih awal.

Bagi kendaraan dari arah Slipi menuju Blok M dan Jakarta Selatan, pergerakan dapat dimulai dari Jalan Gerbang Pemuda menuju Jalan Tentara Pelajar, lalu dilanjutkan ke Jalan Kapten Tendean atau diarahkan melalui kawasan Kebayoran Baru menuju Blok M.

Sementara itu, bagi pengguna jalan dari arah Cawang yang menuju pusat kota, disarankan keluar lebih awal melalui koridor Jalan HR Rasuna Said.

Dari kawasan Kuningan, perjalanan dapat dilanjutkan menuju Jalan Prof Dr Satrio atau Jalan Imam Bonjol untuk mengakses kawasan Sudirman dan Thamrin.

Adapun dari arah Kebayoran Baru menuju Jakarta Pusat, pengguna jalan dapat memanfaatkan koridor Jalan Hang Tuah–Jalan Sisingamangaraja–Jalan Pattimura agar dapat menghindari kepadatan di sekitar Senayan dan Bundaran Semanggi.

Untuk kendaraan yang hendak menuju Palmerah atau Tanah Abang dari Jakarta Selatan, jalur alternatif dapat melalui Jalan Kyai Maja–Jalan Palmerah Utara atau Jalan Teuku Nyak Arief tanpa harus melewati kawasan GBK.

Dalam aspek pengamanan, sebanyak 3.161 personel gabungan disiagakan untuk memastikan proses pengosongan berjalan lancar.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri menyampaikan, “Untuk pengamanan di Ex (Hotel) Sultan, jumlah pengamanan 3.161 personel,” pada Kamis (18/6/2026).

Masyarakat yang memiliki aktivitas di kawasan Senayan, Sudirman, maupun Gatot Subroto diimbau mengatur waktu perjalanan lebih awal dan memantau kondisi lalu lintas sebelum berangkat guna menghindari keterlambatan akibat kepadatan kendaraan di sekitar lokasi eksekusi.

Karena Pintu 5, Pintu 7, dan Pintu 8 di GBK ditutup sementara selama satu hari penuh mulai pukul 00.00 WIB hingga 24.00 WIB, arus kendaraan yang hendak masuk kawasan tersebut perlu menyesuaikan rute perjalanan sejak awal.

Dengan sejumlah area di sekitar lokasi yang juga tidak dapat diakses, potensi antrean tidak hanya muncul di ruas utama, tetapi juga di titik putar balik serta akses menuju area SCBD, termasuk jalur utama dari Jakarta Selatan ke Jakarta Pusat lewat Simpang Semanggi.

Agar perjalanan tetap lancar, pengendara dapat memanfaatkan opsi jalur yang sudah disebutkan, misalnya dari Slipi menuju Blok M melalui Gerbang Pemuda–Tentara Pelajar lalu mengarah ke Kapten Tendean, atau dari Jakarta Selatan menuju Palmerah/Tanah Abang lewat Kyai Maja–Palmerah Utara dan Teuku Nyak Arief tanpa harus melewati kawasan GBK.