jurnalistik.co.id – KODAM XX/Tuanku Imam Bonjol memutuskan menutup sementara operasional Lapangan Tembak Lapai di lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP). Penutupan ini dilakukan menyusul insiden peluru nyasar yang menjadi perhatian serius pihak TNI.
Keputusan tersebut disampaikan Kepala Penerangan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kav Taufiq. Menurutnya, penutupan sementara merupakan bagian dari proses evaluasi menyeluruh terhadap aspek keamanan di fasilitas latihan yang digunakan.
Taufiq menjelaskan bahwa lapangan tidak akan dipakai terlebih dahulu sambil menunggu rangkaian investigasi lanjutan. “Lapangan tembak di Lapai untuk sementara tidak digunakan sampai ada investigasi lebih lanjut terkait evaluasi tanggul atau aspek keamanan,” ujar Taufiq.
Ia menambahkan, tim di lapangan juga melakukan proses pencarian diduga proyektil lainnya di sekitaran gedung rektorat UNP. Aktivitas ini dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan awal menyusul munculnya insiden peluru nyasar.
Secara teknis, Taufiq menyebut lokasi Lapangan Tembak Lapai sebenarnya telah memenuhi standar keamanan yang ditetapkan. Ia menegaskan bahwa elemen krusial seperti posisi dan ketebalan tanggul penahan peluru dipastikan sudah sesuai dengan spesifikasi.
Meski demikian, Taufiq tidak menutup kemungkinan adanya faktor yang berada di luar perkiraan. “Posisi tanggul dan ketebalannya sudah sesuai spesifikasi. Namun, kami tidak bisa menyangkal jika ada kejadian di luar batas kemampuan pelaksana latihan,” kata Taufiq.
Selain evaluasi teknis, pihak Kodam juga menempatkan insiden tersebut sebagai perhatian khusus. Taufiq menyampaikan bahwa insiden peluru nyasar ini mendapat perhatian langsung dari Panglima Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Mayor Jenderal TNI Arief Gajah Mada.
Lebih lanjut, Taufiq mengakui bahwa saat ini Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol masih menghadapi keterbatasan terkait lokasi latihan tembak yang ideal. Idealnya, kata Taufiq, latihan ketangkasan menembak harus dilakukan di area yang sepenuhnya steril dan aman bagi masyarakat sekitar.
Terhadap kelanjutan nasib Lapangan Tembak Lapai, Kodam tengah mengkaji beberapa opsi setelah proses investigasi selesai dilakukan. Rencana tersebut disusun agar aspek keamanan dapat dinilai ulang secara menyeluruh dan penggunaan fasilitas bisa kembali dilakukan dengan standar yang lebih mantap.
Opsi Penanganan Fasilitas
Taufiq menyatakan opsi pertama yang dipertimbangkan adalah rehabilitasi total pada fasilitas yang ada. Langkah ini, menurutnya, ditujukan untuk meningkatkan faktor keamanan termasuk kemungkinan mengubah Lapangan Tembak Lapai menjadi lapangan tembak tertutup.
Namun, bila rehabilitasi tidak memungkinkan dilakukan, pihak Kodam akan menyiapkan alternatif lokasi. “Namun, jika (rehabilitasi) tidak memungkinkan, kami akan mencari lokasi latihan tembak yang baru,” tutur Taufiq.
Dengan penutupan sementara ini, Kodam berupaya memastikan bahwa proses evaluasi dan investigasi berjalan tuntas, terutama terkait evaluasi tanggul serta aspek keamanan lain yang relevan dengan penggunaan fasilitas latihan. Keputusan penangguhan operasional juga menjadi langkah preventif sambil menunggu hasil penilaian lanjutan sebelum Lapai kembali digunakan.
Melalui tahapan evaluasi dan pemeriksaan tersebut, pihak Kodam berharap dapat memastikan bahwa latihan menembak dapat berlangsung sesuai standar, sekaligus meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi keselamatan di sekitar lokasi. Hingga investigasi dinyatakan selesai, Lapangan Tembak Lapai tetap tidak digunakan sebagaimana arahan penutupan sementara dari pihak Kodam.
Dalam pelaksanaan evaluasi ini, pihak Kodam memusatkan pemeriksaan pada kondisi fisik fasilitas dan memastikan setiap komponen pendukung latihan dinilai siap digunakan secara aman.
Proses penelusuran di sekitar area rektorat dan penilaian terhadap temuan menjadi dasar pertimbangan dalam menentukan langkah berikutnya, termasuk apakah diperlukan penyesuaian pada aspek keamanan.
Selama tahap investigasi dan penilaian belum dinyatakan selesai, penggunaan Lapangan Tembak Lapai tetap ditahan sebagai upaya pencegahan, agar risiko terhadap keselamatan masyarakat sekitar dapat diminimalkan.












