Bisnis & Ekonomi

IPO SpaceX Dorong Kekayaan Elon Musk Tembus Mark Zuckerberg dan Jeff Bezos

×

IPO SpaceX Dorong Kekayaan Elon Musk Tembus Mark Zuckerberg dan Jeff Bezos

Sebarkan artikel ini
IPO SpaceX Pupuk Kekayaan Elon Musk Lewati Mark Zuckerberg dan Jeff Bezos Money 16 Juni 2026
Ilustrasi: IPO SpaceX Pupuk Kekayaan Elon Musk Lewati Mark Zuckerberg dan Jeff Bezos

jurnalistik.co.id –

IPO SpaceX membuat kekayaan bersih Elon Musk melesat hingga menembus angka 1 triliun dollar AS. Nilai itu tercermin dari valuasi yang ikut menghitung kepemilikan Musk pada Tesla, xAI, dan X.

Kondisi ini membuat Musk disebut menjadi orang terkaya di dunia saat ini. Pada laporan MoneyWise, kekayaan bersih Musk dinyatakan lebih besar dari sejumlah pendiri teknologi besar lain, sekaligus menunjukkan perubahan komposisi kekayaan di jajaran teratas.

MoneyWise, Minggu (14/6/2026), menyebut bahwa “Kekayaan bersih Elon Musk lebih besar dari Larry Page 294,1 miliar dollar AS (Rp 5,2 kuadriliun), Sergey Brin 271,3 miliar dollar AS (Rp 4,8 kuadriliun), Jeff Bezos 248,9 miliar dollar (Rp 4,41 kuadriliun), dan Mark Zuckerberg 194,8 miliar dollar AS (Rp 3,45 kuadriliun), jika digabungkan”. Pernyataan itu sekaligus memperlihatkan perbandingan berlapis antara kekayaan Musk dan para pesaingnya.

Dalam konteks yang sama, artikel itu juga menuliskan angka kurs Rp 17.709 untuk konversi, sehingga nilai 1 triliun dollar AS setara dengan sekitar Rp 17,7 kuadriliun. Dengan struktur valuasi seperti ini, IPO SpaceX diposisikan sebagai pemicu yang memperluas dasar penilaian kekayaan Musk.

Kesenjangan kekayaan dan tahapan bisnis dijelaskan memiliki kaitan dengan perbedaan lini usaha yang sedang berada pada tahap lain dibanding deretan orang kaya dunia. Artikel tersebut memberi contoh jarak kekayaan Bezos dengan Elon yang disebut mencapai 750 miliar dollar AS (Rp 13,2 kuadriliun).

Menurut narasi yang sama, IPO SpaceX serta rencana penggabungan dengan Tesla diprediksi akan memperdalam jurang kesenjangan kekayaan Elon terhadap pesaingnya. Prediksi ini tidak berhenti pada angka kekayaan, tetapi juga diarahkan pada bagaimana nilai ke depan dapat terus menguat.

Simply Wall Street, Senin (15/6/2026), menyoroti dinamika spekulasi merger SpaceX dan Tesla. Simply Wall Street menyatakan, “Spekulasi merger ini muncul pada saat Tesla sudah terkait erat dengan SpaceX melalui manufaktur chip, infrastruktur AI, dan proyek penyimpanan energi. Investor sekarang perlu berpikir lebih dalam tentang apakah Nasdaq:TSLA dapat berkembang menjadi platform ekosistem Musk yang lebih luas”.

Menurut artikel, penggabungan dua perusahaan teknologi itu menambah valuasi Elon ke depan. Di saat yang sama, saham SpaceX disebut semakin meningkat semenjak IPO, sehingga reaksi pasar ikut memperkuat pergeseran nilai yang dihitung dalam kekayaan bersih.

Artikel juga mencatat performa saham SpaceX. Disebutkan, saham SpaceX (SPCX) melonjak lebih dari 20 persen pada hari Senin di hari perdagangan penuh pertamanya di Wall Street, sehingga dua hari setelah debutnya mencatat kenaikan 43 persen.

Di tingkat proyeksi, artikel menuliskan bahwa pada tahun 2030, pendapatan SpaceX mungkin bernilai Rp 17 kuadriliun. Elon juga mengutipkan ekspektasinya dalam akun resmi X, dengan menyatakan “Dan saya akan terkejut jika pendapatan tidak lebih dari $1 triliun pada tahun 2031”, sebagaimana dikutip dari CNBC, Selasa.

Starlink, armada roket guna pakai ulang, dan penguatan ekosistem menjadi bagian dari konteks operasional SpaceX. Perusahaan antariksa itu mengoperasikan layanan internet satelit Starlink dan armada roket yang dapat digunakan kembali.

Lebih lanjut, artikel menyebut bahwa pada bulan Februari, Musk menggabungkan perusahaan tersebut dengan perusahaan rintisan kecerdasan buatan miliknya, xAI. Dengan rangkaian penguatan bisnis dan proyeksi pendapatan yang disorot, IPO SpaceX ditempatkan sebagai titik yang mengangkat perhitungan valuasi sekaligus membentuk ekspektasi pasar.

Dalam uraian yang sama, hubungan IPO SpaceX dengan perubahan komposisi valuasi digambarkan bukan sekadar angka kekayaan, melainkan sebagai sinyal yang ikut memandu cara investor menilai portofolio Musk. Keterkaitan Tesla–SpaceX juga disebut sudah terbentuk lewat rantai manufaktur chip, infrastruktur AI, hingga proyek penyimpanan energi, sehingga skenario penggabungan dipandang punya dampak lanjutan pada perhitungan nilai ke depan.

Di sisi lain, narasi operasional SpaceX turut memperkuat ekspektasi tersebut melalui ekosistem yang disokong layanan internet satelit Starlink dan armada roket guna pakai ulang. Dengan langkah penggabungan SpaceX dan xAI pada Februari, artikel menempatkan penguatan berbasis AI sebagai bagian dari alur yang sama: dari debut pasar dan kenaikan harga saham, hingga proyeksi pendapatan pada tahun-tahun berikutnya.