Daerah

Jalan Alternatif Sawangan Mulai Dibangun, Dishub Depok Terapkan Rekayasa Lalu Lintas

×

Jalan Alternatif Sawangan Mulai Dibangun, Dishub Depok Terapkan Rekayasa Lalu Lintas

Sebarkan artikel ini
Jalan Alternatif Sawangan Mulai Dibangun, Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan Dishub Depok News 18 Juni 2026
Ilustrasi: Jalan Alternatif Sawangan Mulai Dibangun, Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan Dishub Depok

jurnalistik.co.id – Pemerintah Kota Depok mulai merealisasikan proyek Jalan Alternatif Sawangan yang menghubungkan Jalan Enggram dan Jalan Pemuda. Seiring dimulainya pekerjaan konstruksi, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi gangguan mobilitas warga selama proyek berlangsung.

Proyek ini ditargetkan rampung pada Desember 2026. Jalan alternatif tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengurai kemacetan kronis di kawasan Sawangan.

Rekayasa lalu lintas selama pekerjaan

Selama proses rekonstruksi, Dishub menjelaskan ruas Jalan Enggram–Jalan Pemuda untuk sementara tidak dapat dilintasi kendaraan yang bergerak dari maupun menuju Bojongsari. Pengaturan ini dilakukan agar arus kendaraan tetap berjalan terkendali di sekitar area pekerjaan.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Depok, Ari Manggala, mengatakan pengendara dari arah Bojongsari yang akan menuju Simpang Parung Bingung, Jalan Raya Margonda, maupun Meruyung tidak dapat melintasi Jalan Enggram–Jalan Pemuda. Ari menyebut, kendaraan diarahkan melalui Jalan Raya Muchtar.

“Pengendara dari arah Bojongsari yang akan menuju Simpang Parung Bingung, Jalan Raya Margonda maupun Meruyung tidak dapat melintasi Jalan Enggram-Jalan Pemuda. Kami arahkan melalui Jalan Raya Muchtar,” ujar Ari, Kamis (18/6/2026), dikutip dari situs resmi Pemkot Depok.

Ari juga menyampaikan bahwa pengendara dari arah Simpang Parung Bingung menuju Bojongsari tidak dapat menggunakan ruas Jalan Enggram–Jalan Pemuda selama pekerjaan berlangsung. Kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Raya Muchtar sebagai jalur utama pengalihan arus.

Untuk warga yang tinggal di sekitar lokasi proyek, akses ke area permukiman tetap disiapkan melalui jalur alternatif yang ditetapkan pemerintah. Ari menegaskan kendaraan dari sekitar area rekonstruksi dapat menggunakan Jalan Jati untuk menuju Jalan Raya Muchtar.

“Kendaraan dari sekitar area rekonstruksi dapat melalui Jalan Jati untuk menuju Jalan Raya Muchtar,” kata Ari.

Pengaturan petugas dan imbauan kepada masyarakat

Dishub bersama kepolisian melakukan pengaturan kendaraan di sejumlah titik yang terdampak rekayasa lalu lintas. Penempatan petugas di lokasi yang diatur bertujuan menjaga kelancaran pergerakan kendaraan sekaligus meminimalkan potensi penumpukan arus.

Masyarakat juga diminta memperhatikan rambu-rambu sementara dan mengikuti arahan petugas selama masa konstruksi berlangsung. Dengan begitu, pengendara diharapkan dapat menyesuaikan rute yang diberlakukan dan tetap mematuhi rekayasa yang diterapkan.

Groundbreaking dan target pengurangan kemacetan

Pembangunan Jalan Alternatif Sawangan ditandai dengan groundbreaking yang dilakukan Wali Kota Depok Supian Suri pada Rabu (17/6/2026). Pemerintah memandang proyek ini sebagai langkah strategis untuk menjawab persoalan kemacetan yang selama ini terjadi di kawasan Sawangan.

Supian menyampaikan bahwa proyek tersebut merupakan komitmen yang melibatkan berbagai pihak untuk merespons harapan masyarakat. Ia menyebut fokus pada pelebaran jalan dan pembangunan Jalan Enggram yang terhubung dengan Jalan Pemuda sebagai bagian dari upaya mengurai kemacetan.

“Ini merupakan komitmen kita bersama, baik masyarakat Kota Depok, pemerintah, dewan, maupun Forkopimda untuk menjawab harapan masyarakat. Khususnya persoalan Sawangan Kubro, hari ini mulai kita selesaikan melalui pelebaran jalan dan pembangunan Jalan Enggram yang terhubung dengan Jalan Pemuda sebagai solusi mengurai kemacetan di wilayah Sawangan,” ujarnya.

Pemkot Depok memperkirakan tingkat kemacetan di kawasan tersebut dapat berkurang hingga 75-80 persen setelah proyek selesai. Perhitungan tersebut menempatkan Jalan Alternatif Sawangan sebagai penghubung yang diharapkan membantu distribusi arus kendaraan, sehingga beban lalu lintas di jalur-jalur yang selama ini menjadi titik padat dapat berkurang.

Dengan dimulainya pekerjaan konstruksi, Dishub menekankan bahwa rekayasa lalu lintas merupakan bagian dari kesiapan pengelolaan pergerakan selama proyek berjalan. Warga dan pengguna jalan di sekitar Kecamatan Sawangan diharapkan dapat memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan serta mematuhi pengaturan petugas di lapangan.