Daerah

Kasus di Posong Temanggung Tak Terulang, Pemprov Jateng Benahi SOP Wisata di 35 Daerah

0
×

Kasus di Posong Temanggung Tak Terulang, Pemprov Jateng Benahi SOP Wisata di 35 Daerah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Cegah Kasus di Posong Temanggung Terulang, Pemprov Jateng Benahi SOP Wisata di 35 Daerah

jurnalistik.co.id – Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Jawa Tengah bergerak merespons kasus kematian satu keluarga di obyek wisata glamping di Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung. Pemerintah provinsi menyiapkan pembenahan seluruh destinasi wisata di 35 kabupaten/kota agar peristiwa serupa tidak terulang.

Kasus yang memicu langkah itu adalah ditemukannya satu keluarga beranggotakan empat orang meninggal dunia di Posong pada Rabu, 27 Mei 2026. Hingga kini, penyebab pasti kematian mereka masih dalam penyelidikan kepolisian.

Kepala Disbudparekraf Jawa Tengah, AR Hanung Triyono, mengatakan pemerintah daerah belajar dari kejadian tersebut dan mulai menyiapkan perbaikan standar operasional prosedur atau SOP di seluruh destinasi wisata di Jawa Tengah. Menurut dia, pembenahan dilakukan bersama kabupaten/kota agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Saat ini dilakukan pembenahan-pembenahan dengan kabupaten/kota supaya hal tersebut tidak terjadi lagi, utamanya pembenahan SOP,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (1/6/2026).

Hanung menegaskan, untuk obyek wisata di Posong, pihaknya masih menunggu hasil final pemeriksaan kepolisian. Sebab, sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti kematian rombongan keluarga asal Kabupaten Semarang itu, apakah terkait kelalaian pengelola wisata atau faktor lainnya.

“Sudah tugas kepolisian. Kami masih tunggu hasil visum final. Ada tidaknya sanksi, masih menunggu hasil investigasi kepolisian,” katanya.

Empat korban yang meninggal dunia di Posong, Temanggung, yakni Ali Munawar (52), Magfiroh Alvira (43) yang merupakan istrinya, serta dua anak mereka, Bagas Amar Hakiki (21) dan Alfino Evan Hakiki (16). Seluruh korban merupakan satu keluarga.

Penjabat sementara Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Putra, mengatakan pihaknya telah melakukan otopsi terhadap satu korban, yaitu Alfino. Otopsi dilakukan di RSUD Kabupaten Temanggung.

“Yang diotopsi AEH (Alfino Evan Hakiki). Permintaan kami otopsi seluruhnya (semua korban), namun pihak keluarga merasa keberatan,” ucap Komang di Polres Temanggung, Jumat (29/5/2026).

Komang menjelaskan, penyebab kematian keluarga Ali Munawar diperkirakan dapat diketahui dalam waktu 2-5 hari sejak otopsi yang telah dilakukan pada 28 Mei 2026. Berdasarkan pemeriksaan medis sementara, ada dua dugaan awal yang mengemuka, yakni keracunan makanan atau keracunan gas hasil pembakaran.

Sat Reskrim Polres Temanggung menemukan sebuah kompor gas portabel dan satu tungku berbahan tanah liat untuk membakar briket di depan tenda para korban. Temuan itu menjadi bagian dari pendalaman penyelidikan yang masih berjalan.

“Posisi kompor gas di dekat mulut pintu (tenda), tepat di depan sekali. Pintu tertutup rapat. Ventilasi di kiri kanan tenda juga tertutup rapat,” bebernya.

Saat polisi menemukan lokasi kejadian, Komang menyampaikan bahwa kompor sudah dalam kondisi mati. Sementara itu, makanan yang diduga disantap keluarga Ali saat ini masih diperiksa Bidang Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah.

Menurut Komang, tidak ditemukan bekas muntahan baik di dalam maupun di luar tenda penginapan. Hingga saat ini, Satreskrim Polres Temanggung masih melaksanakan penyelidikan dan pendalaman, termasuk pemeriksaan saksi-saksi.

Kasus ini menjadi perhatian luas karena terjadi saat keluarga tersebut sedang camping di kawasan wisata alam Posong. Di sisi lain, pemerintah provinsi juga menunggu kepastian hasil investigasi sebelum menentukan ada atau tidaknya langkah sanksi terhadap pengelola wisata.

Dengan pembenahan SOP di 35 daerah, Pemprov Jawa Tengah berharap pengelolaan destinasi wisata menjadi lebih tertib dan aman. Langkah itu diambil sembari menunggu hasil akhir penyelidikan kepolisian atas kematian satu keluarga di Posong yang hingga kini masih belum terjawab penyebab pastinya.