Peristiwa

Menag Prof Nasaruddin Umar Doakan Kebaikan Bangsa dan Negara saat Kunjungi Ponpes Girikusumo

1
×

Menag Prof Nasaruddin Umar Doakan Kebaikan Bangsa dan Negara saat Kunjungi Ponpes Girikusumo

Sebarkan artikel ini
Menag Doakan Kebaikan Bangsa dan Negara saat Kunjungi Ponpes Girikusumo Regional 5 Juni 2026
Ilustrasi: Menag Doakan Kebaikan Bangsa dan Negara saat Kunjungi Ponpes Girikusumo

jurnalistik.co.id – Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar menunaikan silaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Girikusumo di Kabupaten Demak pada Jumat (5/6/2026) untuk menyampaikan doa bagi kebaikan bangsa dan negara, sekaligus menaruh perhatian pada pendidikan para santri.

Kunjungan itu berlangsung di kompleks Ponpes Girikusumo, Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Pada kesempatan tersebut, Nasaruddin Umar bersilaturahmi dengan KH Munif Muhammad Zuhri, yang dikenal sebagai Mbah Munif, ulama kharismatik dan mursyid asal Jateng yang menjadi pengasuh Ponpes Girikusumo.

Doa untuk bangsa dan negara

Usai bertemu Mbah Munif, Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa ia dan sang ulama berdoa agar bangsa dan negara dalam kondisi yang sedang diuji dapat menuju keadaan yang lebih baik.

“Tadi bersama-sama kita mendoakan bangsa dan negara ini agar lebih baik, yang sedang diuji, ke depan kita mohon para santri-santri nanti akan tampil sebagai pemimpin bangsa yang terbaik,” kata Nasaruddin usai berkunjung ke Mbah Munif.

Menurutnya, doa tersebut tidak hanya ditujukan bagi perbaikan bangsa, tetapi juga diarahkan agar para santri mampu mengambil peran sebagai pemimpin di masa depan. Ia juga menekankan adanya keyakinan bahwa setiap ujian memiliki makna dan jalan menuju peningkatan.

“Meskipun sekarang ini ada ujian-ujian di kawasan pondok pesantren, tapi kita sangat yakin di mana ada ujian di situ ada kenaikan kelas, tidak ada kenaikan kelas tanpa ujian, mari kita persiapkan ujian ini untuk mencapai kelas yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Nasaruddin Umar menilai Ponpes Girikusumo sebagai tempat yang diberkahi. Ia mengaitkan penilaian tersebut dengan tafsir terhadap salah satu ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tanah yang diberkahi.

“Jadi siapa pun yang punya hajat, datanglah ke buq’atin mubarokah ini insyaallah tembus langit di sini, mudah-mudahan Allah memberkati doa kita bersama-sama,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa Girikusumo dipandang sebagai tempat orang luhur sejak dahulu serta banyak malaikat. Dalam pandangannya, hal itu membuat setiap doa yang dipanjatkan diharapkan lebih mudah terkabul.

Bantuan dan penguatan pesantren

Dalam kunjungan tersebut, Nasaruddin Umar juga memberikan bantuan senilai Rp 100 juta untuk menunjang pendidikan di Ponpes Girikusumo.

Penguatan pesantren terhadap tantangan zaman kemudian disampaikan juga oleh Kepala Kantor Kemenag Demak, H Abdul Rouf. Rouf menyebut bahwa di tengah derasnya arus informasi melalui media digital, pihaknya berhadapan dengan maraknya informasi hoaks.

Karena itu, kata Rouf, nilai tabayyun atau klarifikasi dan verifikasi terhadap setiap informasi harus didahulukan serta bersumber dari rujukan yang kredibel.

“Sikap ini penting agar masyarakat tidak mudah terprovokasi serta tetap mampu menjaga persatuan dan kerukunan.”

Rouf juga menyampaikan harapan agar bangsa dan negara senantiasa diberikan keberkahan, keamanan, serta kemajuan di berbagai bidang.

“Kita semua tentu berharap dan mendoakan agar bangsa dan negara ini senantiasa diberikan keberkahan, keamanan, serta kemajuan di berbagai bidang,” kata Rouf.

Dalam kesempatan yang sama, Rouf menjelaskan bahwa pihaknya gencar melakukan pengembangan ponpes. Pengembangan tersebut dilakukan melalui perbaikan tata kelola, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran.

“Pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki wawasan kebangsaan,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa berbagai program pembinaan dan penguatan kelembagaan terus didorong agar pesantren semakin maju dan mandiri, sekaligus mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasinya.

“Karena itu, berbagai program pembinaan dan penguatan kelembagaan terus kami dorong agar pesantren semakin maju, mandiri, dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasinya,” sambung Rouf.