Daerah

PLN Pastikan Pemadaman Bergilir Tak Terulang di Demak, Asrori: “InsyaAllah selamanya aman, nyala terus, terus nyala, bismillah”

×

PLN Pastikan Pemadaman Bergilir Tak Terulang di Demak, Asrori: “InsyaAllah selamanya aman, nyala terus, terus nyala, bismillah”

Sebarkan artikel ini
Soal Mati Listrik di Demak, PLN: InsyaAllah Selamanya Aman, Nyala Terus Regional 23 Juni 2026
Ilustrasi: Soal Mati Listrik di Demak, PLN: InsyaAllah Selamanya Aman, Nyala Terus

jurnalistik.co.id – PT PLN (Persero) memastikan pemadaman listrik bergilir di sejumlah desa wilayah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, tidak akan terulang. Jaminan itu disampaikan Asrori, Manajer PT PLN Unit Layanan Pelanggan Demak, melalui pesan tertulis pada Selasa (23/6/2026) siang.

Asrori mengatakan mati listrik yang sempat terjadi sebelumnya tidak berulang ke depan. Ia menyampaikan, “InsyaAllah selamanya aman, nyala terus, terus nyala, bismillah.”

Menurut PLN, pemadaman listrik bergantian itu sempat berlangsung selama hampir 3 jam. Kejadian tersebut terjadi di sejumlah desa dengan pola bergilir.

Asrori menjelaskan pemadaman terjadi akibat kendala teknis operasional pada pembangkit. Kendala tersebut menyebabkan turunnya kapasitas suplai listrik sehingga listrik tidak dapat tersalurkan secara normal.

“Sehubungan dengan adanya kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik, menyebabkan padam,” ujar Asrori.

PLN juga menyampaikan data desa yang terdampak berdasarkan informasi terakhir yang diterima Kompas.com pada Sabtu (20/6/2026). Pada hari itu, pemadaman dengan estimasi waktu pukul 11.36 WIB hingga 14.36 WIB terjadi di Desa Bango, Desa Sedo, dan Desa Jebor.

Pada hari yang sama, pemadaman juga dialami sejumlah desa lain dengan estimasi waktu pukul 08.51 WIB hingga 12.00 WIB. Desa-desa tersebut meliputi Pilangrejo, Tlogorejo, Mojo Demak, Demung, Mrisen, Kuncir Kerangkulon, Kalianyar, Doreng, Tlogodowo, Karangrowo, Lempung, dan Bunderan.

Asrori menyatakan pihaknya mengupayakan pemulihan layanan agar kondisi kembali normal. Dalam keterangannya, ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses pemulihan.

“PLN terus mengupayakan percepatan pemulihan kondisi operasi pembangkit dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” tutup Asrori.

Dengan pernyataan itu, PLN menegaskan langkah perbaikan dan percepatan pemulihan dilakukan setelah kendala teknis yang berdampak pada kapasitas suplai listrik teratasi. Pernyataan jaminan juga disampaikan agar warga di wilayah Demak dapat kembali memperoleh pasokan listrik secara stabil.

Jaminan yang disampaikan Asrori menjadi penegasan bahwa pemadaman bergilir yang sempat dialami sejumlah desa tidak akan menjadi pola berulang. PLN menempatkan perbaikan pada aspek operasional pembangkit sebagai inti respons terhadap gangguan yang terjadi sebelumnya.

Dalam penjelasan yang disampaikan Asrori kepada warga, kejadian pemadaman bergilir itu diposisikan sebagai gangguan yang sudah ditangani, bukan sesuatu yang dibiarkan berlanjut. Ia menekankan bahwa pola pergantian aliran listrik antardesa dilakukan melalui pengaturan layanan saat berlangsungnya kondisi operasi yang tidak ideal.

PLN menyebut gangguan tersebut bersumber dari persoalan teknis operasional pada pembangkit. Menurut keterangan perusahaan, kondisi itu membuat kemampuan suplai listrik menurun, sehingga penyaluran tidak dapat berjalan seperti semula. Akibatnya, distribusi listrik ke wilayah yang terdampak harus diatur ulang melalui pemadaman terjadwal.

Untuk rincian keterdampakan, PLN merujuk pada informasi terakhir yang diterima dari Kompas.com pada Sabtu (20/6/2026). Pemadaman dengan estimasi waktu sekitar pukul 11.36 WIB hingga 14.36 WIB dilaporkan terjadi di Desa Bango, Desa Sedo, dan Desa Jebor. Pada periode yang sama, ada juga pemadaman lain dengan estimasi pukul 08.51 WIB hingga 12.00 WIB di sejumlah desa, termasuk Pilangrejo, Tlogorejo, Mojo Demak, Demung, Mrisen, Kuncir Kerangkulon, Kalianyar, Doreng, Tlogodowo, Karangrowo, Lempung, serta Bunderan.

Asrori menyatakan pihaknya terus mengupayakan pemulihan agar operasi kembali berada pada kondisi normal. Dalam proses perbaikan tersebut, PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang timbul selama layanan belum sepenuhnya stabil, seiring upaya perusahaan mempercepat penanganan di sisi pembangkit.

Dengan mengaitkan jaminan kepada penyelesaian kendala teknis, PLN ingin menegaskan bahwa pembaruan kondisi operasi dilakukan setelah penurunan kapasitas suplai teratasi. Penegasan tersebut sekaligus menjadi dasar agar warga di Kabupaten Demak dapat kembali menerima pasokan listrik secara lebih konsisten, tanpa mengulang pola pemadaman yang sempat mengganggu aktivitas harian.