Hukum & Kriminal

MUI Probolinggo Ungkap Survei, Warga Masih Cemas Begal

0
×

MUI Probolinggo Ungkap Survei, Warga Masih Cemas Begal

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: MUI Ungkap Hasil Survei, Warga Kota Probolinggo Masih Cemas Begal

jurnalistik.co.id – PROBOLINGGO — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo menggelar forum silaturahmi bersama pemerintah daerah untuk memperkuat kerja sama menjaga keamanan kota, Senin (25/5/2026). Kegiatan bertema “Meneguhkan Sinergi Ulama dan Umara untuk Kota Probolinggo Aman dan Tentram” itu berlangsung di Bale Hinggil dan mempertemukan ulama, pejabat pemerintah, serta unsur Forkopimda dalam dialog terbuka.

Dalam forum tersebut, MUI memaparkan hasil survei persepsi masyarakat terhadap kejahatan jalanan. Pemaparan disampaikan Benny Prasetya dari Komisi Penelitian dan Pengkajian MUI. Hasilnya menunjukkan bahwa kekhawatiran warga masih cukup tinggi, terutama saat berkendara sendirian di jalan sepi pada malam hari atau ketika menghadapi ancaman aksi begal.

Survei itu juga menempatkan persepsi keamanan pada kategori sedang menuju tinggi, dengan skor rata-rata 3,57 dari skala 5. Temuan tersebut menunjukkan bahwa warga masih memandang risiko kejahatan jalanan sebagai persoalan yang perlu mendapat perhatian serius. “Masyarakat menilai risiko kejahatan jalanan memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak,” kata Benny.

Menurut MUI, hasil survei ini tidak sekadar menjadi potret rasa aman warga, tetapi juga bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dan aparat keamanan. Kekhawatiran yang muncul di ruang publik, khususnya saat malam hari di jalur-jalur sepi, dinilai perlu ditangani melalui langkah yang lebih terarah agar rasa aman masyarakat dapat meningkat secara bertahap.

Untuk menekan kejahatan jalanan, MUI merekomendasikan empat langkah. Pertama, menambah penerangan jalan di permukiman dan jalur sepi pada malam hari. Kedua, meningkatkan patroli rutin malam hari oleh aparat. Ketiga, memperketat pengawasan di titik rawan. Keempat, mengedukasi warga agar lebih waspada dan aktif menjaga lingkungan.

Forum itu juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara tokoh agama, pemerintah daerah, dan unsur keamanan. Harapannya, hasil survei tidak berhenti sebagai angka semata, melainkan diterjemahkan menjadi kebijakan yang menyentuh kebutuhan masyarakat di lapangan. Dalam konteks itu, MUI menekankan pentingnya kolaborasi agar keamanan kota tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak.

Kegiatan tersebut dihadiri Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Rey Suwigtyo yang membacakan sambutan Wali Kota Aminudin. Hadir pula Ketua DPRD Sinta Dwi Laksmi Kusumawardani dan pengurus MUI dari tingkat kota hingga kecamatan. Diskusi dipandu Wakil Ketua Umum MUI Ahmad Hudri.

Ketua MUI Kota Probolinggo, M. Sulton, mengatakan MUI akan terus menjadi mitra konstruktif pemerintah. “MUI akan senantiasa istiqamah menegakkan amar makruf nahi munkar dengan memberikan masukan dan saran konstruktif bagi kebijakan pemerintah agar membawa kemanfaatan dan kemaslahatan untuk umat dan bangsa,” ujarnya.

Dari sisi pemerintah daerah, apresiasi juga diberikan atas peran MUI dalam menjaga stabilitas dan moderasi beragama. Rey Suwigtyo mengatakan pihaknya menghargai kontribusi MUI dalam menjaga kondusivitas daerah sekaligus memperkuat nilai-nilai toleransi dan kebersamaan. “Kami mengapresiasi kontribusi MUI dalam menjaga kondusivitas daerah serta memperkuat nilai-nilai toleransi dan kebersamaan,” kata Rey.

Dalam pandangan peserta forum, persoalan keamanan tidak bisa hanya dipahami sebagai urusan penegakan aturan, tetapi juga sebagai kerja bersama yang melibatkan kepedulian sosial di tingkat lingkungan. Karena itu, dorongan untuk memperkuat penerangan, patroli, dan kewaspadaan warga dinilai saling melengkapi, bukan berdiri sendiri. Upaya tersebut diharapkan mampu menutup celah yang sering dimanfaatkan pelaku kejahatan di ruas-ruas jalan yang minim pengawasan.

Forum silaturahmi ini sekaligus menegaskan bahwa komunikasi yang rutin antara ulama, umara, dan aparat menjadi bagian penting dalam membangun rasa aman yang berkelanjutan. Dengan adanya masukan dari MUI dan tanggapan dari pemerintah daerah, pembahasan keamanan kota diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi, melainkan berlanjut menjadi langkah nyata yang terasa manfaatnya bagi warga Probolinggo.