Peristiwa

Neisha Amalia Evrian (16) Siswi SMAN 6 Jakarta Meninggal Usai Motor Tersangkut Kabel Menjuntai: Siapa yang Bertanggung Jawab?

×

Neisha Amalia Evrian (16) Siswi SMAN 6 Jakarta Meninggal Usai Motor Tersangkut Kabel Menjuntai: Siapa yang Bertanggung Jawab?

Sebarkan artikel ini
Siswi SMAN 6 Jakarta Tewas Usai Motor Tersangkut Kabel, Siapa yang Harus Bertanggung Jawab? News 21 Juni 2026
Ilustrasi: Siswi SMAN 6 Jakarta Tewas Usai Motor Tersangkut Kabel, Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

jurnalistik.co.id – Neisha Amalia Evrian (16), siswi SMAN 6 Jakarta, meninggal dunia setelah sepeda motor yang ditumpanginya tersangkut kabel menjuntai di Jalan Lauser, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 06.10 WIB, dan kini penanganannya ditangani oleh pihak kepolisian dari Polres Jakarta Selatan.

Dalam proses penyelidikan, polisi juga telah memanggil pihak PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait keberadaan kabel menjuntai tersebut.

Menurut keterangan yang dihimpun, kasus kematian Neisha bermula saat siswi itu diantar oleh pria yang dipekerjakan keluarganya untuk mengantar dan menjemput sekolah.

Sepeda motor yang ditumpangi korban melintas di Jalan Lauser, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang saat itu diberlakukan satu arah.

Di lokasi, kendaraan yang membawa Neisha berupaya menyalip bus dari sebelah kanan. Namun saat bermanuver, setang sepeda motor tersangkut kabel yang menjuntai dari tiang listrik.

AKP Joko Adi Wibowo selaku Kasi Humas Polres Jakarta Selatan menjelaskan bahwa akibat tersangkutnya kabel tersebut, kendali motor ikut terganggu hingga menyebabkan insiden lanjutan.

Ia menyatakan, “Akibat itu kan setir sebelah kanan ngerem karena ketarik, pengemudi jatuh ke kanan dan korban yang dibonceng jatuh ke kiri,”

Setelah korban jatuh ke kiri, bus sekolah yang melintas kemudian terlindas olehnya. Neisha dinyatakan mengalami luka di kepala meskipun menggunakan helm.

Usai terlindas, siswi SMAN 6 Jakarta tersebut dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian. Setelah itu, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati.

Di tengah penyelidikan yang berjalan, publik kemudian menyoroti persoalan tanggung jawab terkait kabel menjuntai yang berujung pada hilangnya nyawa Neisha.

Sorotan soal pihak yang bertanggung jawab

Peristiwa ini juga memunculkan perdebatan mengenai siapa yang semestinya bertanggung jawab atas kondisi kabel menjuntai di lokasi kejadian.

Guru Besar Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Bobi Setiawan, menilai pihak yang harus bertanggung jawab adalah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta.

“Pemda DKI yang tanggungjawab dan bahkan bisa diperkarakan,” kata dia ketika dihubungi Kompas.com, Minggu (21/6/2026).

Bobi Setiawan menegaskan bahwa meskipun kabel sling tersebut milik PLN atau pihak lain, seharusnya Pemprov Jakarta tetap melakukan pengecekan dan berkoordinasi untuk penanganannya.

Ia menyampaikan bahwa jika pengecekan dilakukan secara rutin, kabel-kabel yang menjuntai dapat ditangani lebih cepat sehingga berpotensi mencegah timbulnya korban jiwa.

Pakar tata kota itu menyebut peristiwa ini sangat fatal dan dapat menyeret pihak Pemprov Jakarta untuk mempertanggungjawabkan secara hukum.

Ia menambahkan, “Tak termaafkan dan harus diperkarakan,” ujar Bobi.

Menurutnya, ke depan Pemprov Jakarta perlu memastikan pengecekan berkala dilakukan agar tidak ada lagi kabel menjuntai yang membahayakan warga.

Proses penanganan polisi dan pemanggilan PLN

Sementara sorotan terus mengarah pada tanggung jawab, polisi menyatakan bahwa penanganan kasus Neisha telah dilakukan melalui Polres Jakarta Selatan.

Dalam langkah penyelidikan, pihak kepolisian juga telah memanggil PT PLN untuk dimintai keterangan lebih lanjut mengenai kabel menjuntai yang menjadi pemicu kecelakaan tersebut.

Dengan begitu, penyelidikan diharapkan dapat menelusuri asal kabel, kondisi pemasangannya, hingga aspek kelayakan dan pengawasan di lokasi.

Dari sisi kronologi, informasi yang beredar dalam pemberitaan menunjukkan bahwa insiden berawal dari upaya menyalip bus dan kemudian berujung pada tersangkutnya kabel saat kendaraan bermanuver.

Setelah korban jatuh ke sisi kiri jalan, bus sekolah yang melintas membuat korban terlindas hingga akhirnya meninggal dunia di tempat kejadian dan dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati.

Kasus ini menempatkan isu keselamatan di ruang publik ke dalam perhatian serius, terutama terkait kabel yang menjuntai di sekitar jalan.

Apabila pengecekan dan koordinasi dilakukan secara lebih teratur, kondisi berbahaya seperti kabel menjuntai dinilai dapat lebih cepat terdeteksi dan segera ditangani, sehingga peristiwa serupa tidak terulang.

Hingga kini, pihak berwenang masih melanjutkan proses pemeriksaan untuk memastikan fakta-fakta penyebab kejadian, termasuk peran dan tanggung jawab pihak terkait.