Olahraga

Grand Prix Azerbaijan: George Russell Tercepat di Latihan Jumat, Ungguli Kimi Antonelli

×

Grand Prix Azerbaijan: George Russell Tercepat di Latihan Jumat, Ungguli Kimi Antonelli

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Azerbaijan Grand Prix: George Russell fastest from Kimi Antonelli in Friday practice

jurnalistik.co.id – Latihan Jumat di Grand Prix Azerbaijan berakhir dengan dominasi George Russell. Pebalap Mercedes itu tampil paling cepat di kedua sesi latihan yang digelar di Baku.

Di sesi kedua, Russell mencatat waktu tercepat sekaligus mengungguli rekan setimnya, Kimi Antonelli, dengan selisih 0,552 detik. Penampilan ini membuat Russell tidak hanya memimpin catatan waktu, tetapi juga memberi sinyal bahwa adaptasi mobil Mercedes berjalan konsisten sepanjang hari.

Namun, jalannya latihan tidak sepenuhnya mulus untuk Antonelli. Pada sesi pertama, Antonelli sempat terganggu oleh kegagalan sistem hidraulik, yang membuat upayanya tidak berjalan sebagaimana rencana.

Gangguan berlanjut pada sesi kedua. Persoalan reliabilitas membuat Antonelli melewatkan paruh awal sesi, sehingga waktu putar yang ia dapatkan jauh lebih terbatas dibanding Russell.

Di sisi lain, Max Verstappen menjadi pesaing terdekat Russell pada sesi pertama. Meski demikian, Verstappen tetap harus menghadapi kenyataan bahwa dua mobil Mercedes berada dalam ritme yang sulit diimbangi sejak awal latihan.

Rincian mengenai kesenjangan itu semakin terlihat pada angka waktu. Verstappen tercatat 0,4 detik lebih lambat dari Russell pada sesi pertama, lalu kembali tertinggal 0,827 detik pada sesi kedua saat ia berada di posisi ketiga tercepat di belakang dua pebalap Mercedes.

Charles Leclerc dan Lewis Hamilton juga masuk jajaran teratas, tetapi dengan jarak yang lebih signifikan. Keduanya berada di belakang, dengan selisih lebih dari satu detik dari laju Russell, menandakan bahwa persaingan puncak masih didominasi Mercedes pada hari Jumat.

Sementara itu, Lando Norris menempati urutan keenam dalam catatan waktu latihan. Norris tercatat tertinggal 1,484 detik dan melaju dengan McLaren yang membawa pembaruan aerodinamika yang cukup besar.

Di klasifikasi berikutnya, Pierre Gasly berada di posisi ketujuh, tepat di depan Oscar Piastri yang mengendarai McLaren kedua. Red Bull juga masih menjaga keterwakilan dengan Isack Hadjar yang kembali fit setelah absen tiga balapan akibat patah tulang pergelangan tangan.

Persaingan dua pebalap Mercedes juga berkaitan erat dengan kondisi mobil yang harus ditangani sebelum sesi kedua benar-benar berjalan. Mercedes menghabiskan setengah jam pertama pada sesi kedua untuk menyelesaikan perbaikan mobil Antonelli, yang mencakup pergantian mesin.

Konsekuensinya, Antonelli harus langsung masuk ke sesi performance run dengan ban lunak. Ia kehilangan waktu untuk penyetelan dan pengembangan pada akhir jam pertama serta pada awal sesi kedua, sehingga membuat waktu persiapan jelang penetapan performa menjadi lebih sempit.

Dalam konteks hari ini, jarak antara Russell dan Antonelli dinilai wajar terjadi. Namun, Antonelli berpeluang untuk mengejar ketertinggalan pada Jumat berikutnya menuju sesi kualifikasi, ketika ia bisa memaksimalkan persiapan tanpa gangguan teknis yang menghambat.

Di luar persaingan catatan waktu utama, sesi latihan juga diwarnai insiden. Arvid Lindblad dari Racing Bulls mengalami kecelakaan keduanya dalam dua pekan balapan berturut-turut, ketika mobilnya menghantam dinding pada area keluar dari tikungan chicane yang sempit menuju bagian sirkuit di sekitar kastel.

Dengan hasil yang mencerminkan ritme kuat Mercedes dan tantangan reliabilitas yang dialami Antonelli, perhatian kini mengarah pada langkah berikutnya. Dari sisi klasemen menuju akhir pekan ini, Antonelli masih memimpin Russell dengan selisih 81 poin, sehingga setiap perbaikan menjelang kualifikasi akan menjadi faktor penting untuk menjaga momentum jelang balapan.

Pelajaran yang muncul dari latihan Jumat di Baku juga jelas: Verstappen tetap berbahaya dan mampu bersaing di papan depan, tetapi jarak terhadap Russell menegaskan bahwa performa dua mobil Mercedes menjadi acuan utama. Bagi Verstappen, Leclerc, Hamilton, dan Norris, tantangannya adalah memangkas gap agar bisa naik kelas, terutama ketika kualifikasi menentukan posisi start dengan lebih ketat.