jurnalistik.co.id – JAKARTA — Harga emas dunia bergerak melesat pada perdagangan pagi ini setelah pasar menangkap sinyal yang makin kuat soal meredanya ketegangan di Timur Tengah. Pada Senin (25/6/2026) pukul 06:34 WIB, harga emas di pasar spot tercatat di level US$ 4.577,9 per troy ons, atau naik 1,35% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.
Kenaikan itu muncul di tengah harapan akan adanya perdamaian di kawasan Timur Tengah. Dalam laporan Bloomberg News, Amerika Serikat dan Iran disebut-sebut telah semakin dekat dengan kesepakatan damai untuk mengakhiri perang yang meletus sejak akhir Februari lalu. Menurut laporan tersebut, pembahasan yang tersisa tinggal menyangkut pemilihan bahasa, dan penyelesaiannya diperkirakan hanya membutuhkan beberapa hari.
Pergerakan emas pada pagi ini menunjukkan bagaimana pasar merespons cepat setiap perkembangan yang berkaitan dengan konflik di Timur Tengah. Saat kabar mengenai kemungkinan damai makin menguat, logam mulia kembali menjadi salah satu aset yang paling dipantau pelaku pasar, terlebih ketika harga bergerak tajam hanya dalam hitungan jam perdagangan.
Fokus pasar ke Selat Hormuz
Di sisi lain, komentar dari Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga ikut menjadi perhatian. Ia mengungkapkan bahwa akan ada kabar baik terkait Selat Hormuz dalam beberapa jam ke depan. Pernyataan itu mempertegas bahwa perhatian pasar tidak hanya tertuju pada negosiasi damai AS-Iran, tetapi juga pada perkembangan di jalur penting yang selama ini menjadi sorotan utama dalam dinamika kawasan.
Dalam situasi seperti ini, harga emas kerap menjadi salah satu instrumen yang paling sensitif terhadap perubahan sentimen geopolitik. Kenaikan 1,35% pada perdagangan pagi ini menegaskan bahwa pasar sedang bergerak mengikuti kabar-kabar terbaru dari kawasan Timur Tengah, terutama yang berkaitan dengan peluang meredanya konflik dan dampaknya terhadap arah pergerakan aset lindung nilai.
Meski pergerakan harga emas pagi ini terkesan kuat, pasar tampaknya masih menunggu kejelasan lanjutan dari proses pembicaraan yang disebut Bloomberg News sudah berada di tahap akhir. Selama kesepakatan belum benar-benar diumumkan, setiap perkembangan kecil dari Washington, Teheran, maupun kawasan Selat Hormuz tetap berpotensi memengaruhi arah transaksi emas di pasar spot.
Harga emas yang menanjak ke US$ 4.577,9 per troy ons juga menempatkan logam mulia tersebut kembali dalam sorotan utama pelaku pasar komoditas. Dengan perubahan yang terjadi cukup cepat pada awal perdagangan, emas sekali lagi memperlihatkan posisinya sebagai aset yang sangat peka terhadap kabar geopolitik, terutama ketika fokus pasar tertuju pada Timur Tengah dan prospek damai yang disebut makin dekat.
Bagi pelaku pasar, dinamika pagi ini menjadi pengingat bahwa pergerakan emas tidak hanya ditentukan oleh angka perdagangan, tetapi juga oleh perkembangan politik dan keamanan global. Selama sentimen damai di Timur Tengah terus bergulir, harga emas berpotensi tetap bergerak mengikuti setiap kabar yang muncul dari negosiasi yang sedang dipantau pasar internasional.
Dengan latar tersebut, emas pada awal perdagangan hari ini bukan sekadar mencatat kenaikan, tetapi juga mencerminkan bagaimana pasar membaca arah perkembangan terbaru di Timur Tengah. Kombinasi antara harapan perdamaian, pembahasan yang disebut tinggal menyisakan urusan bahasa, dan pernyataan terkait Selat Hormuz membuat logam mulia itu kembali menjadi pusat perhatian pada sesi perdagangan pagi.
Di tengah kondisi itu, pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati karena arah harga bisa berubah cepat mengikuti satu pernyataan atau satu perkembangan diplomatik saja. Emas pun kembali diperlakukan sebagai barometer sentimen risiko, sehingga setiap kabar yang mengarah pada meredanya ketegangan langsung tercermin pada pergerakan harga di pasar spot.
Selama kepastian penuh belum muncul, ruang volatilitas masih terbuka lebar dan membuat pasar terus mencermati setiap detail dari pembahasan yang berjalan. Itulah sebabnya kenaikan emas pada pagi ini tidak hanya dibaca sebagai respons sesaat, tetapi juga sebagai cerminan betapa kuatnya pengaruh isu Timur Tengah terhadap keputusan transaksi para pelaku pasar.












