jurnalistik.co.id – Pengawasan langsung terhadap pelaksanaan tes kesamaptaan jasmani dilakukan Katim Kesamaptaan Jasmani Bintara Polri T.A. 2026 Panda Polda Gorontalo, Kombes Pol. Satrya Perdana Panuntung Tarung Binti, S.I.K. Kegiatan berlangsung di Stadion olahraga Gelanggang Remaja Kota Gorontalo pada Kamis (11/6/2026).
Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan rangkaian tes berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Dalam pelaksanaan di lapangan, Katim Kesamaptaan Jasmani bersama panitia turut melakukan pemantauan terhadap setiap tahapan pengujian.
Tes kesamaptaan jasmani menjadi salah satu tahapan penting dalam proses seleksi penerimaan Bintara Polri. Setiap peserta diwajibkan mengikuti seluruh item tes dengan pengawasan ketat dari tim penguji.
Adapun item tes yang dijalani peserta meliputi lari, pull up, push up, sit up, dan shuttle run. Setiap rangkaian tersebut dinilai dengan mekanisme pengujian yang terstruktur pada seluruh pos penilaian.
Dalam kegiatan tersebut, pemantauan dilakukan pada setiap pos pengujian agar proses penilaian berjalan objektif, transparan, dan akuntabel. Langkah ini mencakup pengecekan pelaksanaan penilaian sesuai alur yang berlaku.
Selain mengawasi jalannya tes, pihak terkait juga melakukan pengecekan secara berkala terhadap peralatan dan mekanisme penilaian. Pemeriksaan itu bertujuan untuk menghindari kesalahan dalam proses penghitungan nilai peserta.
Melalui pengawasan yang ketat dan profesional, panitia berupaya menjaga kualitas pelaksanaan rekrutmen. Komitmen ini juga diarahkan untuk memastikan integritas proses penilaian tetap terjaga sejak tahap awal hingga akhir tes.
Dir Samapta Polda Gorontalo, Kombes Pol. Satrya Perdana Panuntung Tarung Binti, S.I.K., menyampaikan bahwa pengawasan yang dilakukan merupakan bentuk komitmen panitia dalam menjaga kualitas dan integritas proses rekrutmen anggota Polri.
“Kami memastikan seluruh tahapan tes kesamaptaan jasmani dilaksanakan sesuai standar dan ketentuan yang berlaku. Tidak ada perlakuan khusus bagi peserta, seluruhnya dinilai berdasarkan kemampuan yang ditunjukkan di lapangan. Dengan demikian, hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kemampuan fisik masing-masing peserta,” ujar Kombes Satrya Perdana.
Menurut keterangan tersebut, tidak ada perlakuan khusus bagi peserta selama proses pengujian berlangsung. Penilaian seluruh peserta dilakukan berdasarkan kemampuan yang ditunjukkan di lapangan sesuai standar dan ketentuan yang berlaku.
Dengan demikian, hasil yang diperoleh diharapkan benar-benar mencerminkan kemampuan fisik masing-masing peserta. Penekanan pada kesesuaian standar dan ketentuan menjadi bagian dari upaya memastikan proses seleksi berjalan konsisten.
Dari rangkaian pengawasan dan pemantauan yang dilakukan, diharapkan pelaksanaan tes kesamaptaan jasmani penerimaan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 Panda Polda Gorontalo dapat menghasilkan calon anggota Polri yang sehat, tangguh, berintegritas, dan siap menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Pengawasan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada hasil akhir penilaian, tetapi juga memastikan proses berjalan rapi sejak peserta masuk ke tiap tahapan pengujian. Setiap pos penilaian diarahkan agar mengikuti alur yang telah disiapkan, sehingga seluruh rangkaian tes dapat dievaluasi dengan cara yang sama untuk semua peserta.
Dalam pelaksanaan di lapangan, panitia juga menempatkan perhatian pada konsistensi penerapan standar pada cabang-cabang tes yang dijalani. Penilaian pada lari, pull up, push up, sit up, serta shuttle run dilakukan secara terukur melalui mekanisme pengujian yang terstruktur, agar interpretasi terhadap performa peserta tetap seragam.
Selain memantau pelaksanaan, pengecekan berkala terhadap sarana dan sistem penilaian menjadi bagian dari upaya pencegahan potensi kesalahan. Dengan pemeriksaan tersebut, penghitungan nilai diharapkan berjalan sesuai prosedur, dan setiap perubahan atau kendala teknis dapat diantisipasi tanpa mengganggu objektivitas penilaian.
Melalui rangkaian pengawasan dan pemantauan yang berkesinambungan, kegiatan seleksi Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 diharapkan mampu menghasilkan proses yang bersih dan dapat dipertanggungjawabkan. Komitmen menjaga integritas sejak tahap awal hingga tahap akhir tes menjadi dasar agar kemampuan fisik calon peserta benar-benar dinilai berdasarkan kemampuan yang ditunjukkan di lapangan.












