jurnalistik.co.id – Polda Gorontalo akan memperketat pengamanan wilayah menjelang perhelatan akbar Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan Ke-XVII Tahun 2026. Langkah strategis ini disampaikan Karo Ops Polda Gorontalo, Kombes Pol. Pramono Jati, S.I.K., M.T., saat apel gabungan Mako Polda Gorontalo, Senin 15 Juni 2026.
Dalam arahan yang disampaikan di hadapan ratusan personel gabungan, Kombes Pramono Jati menegaskan bahwa PENAS XVII bukan sekadar agenda daerah, melainkan manifestasi kehormatan bangsa yang menuntut jaminan keamanan mutlak. Ia menyebut, ribuan peserta dari 35 provinsi akan memadati Bumi Serambi Madinah.
Polda Gorontalo, menurutnya, berkomitmen menyajikan ruang publik yang aman, tertib, dan humanis selama rangkaian kegiatan berlangsung. Komitmen tersebut diposisikan sebagai bagian dari upaya menjaga reputasi daerah di kancah nasional.
“Penyelenggaraan PENAS XVII di Provinsi Gorontalo ini merupakan momentum krusial yang menaruh reputasi daerah kita di panggung nasional. Oleh karena itu, saya mengimbau kepada seluruh personel untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat koordinasi lintas sektoral”, tutur Kombes Jati.
Dalam kesempatan yang sama, Karo Ops juga menempatkan keamanan para tamu, kelancaran logistik, serta kondusivitas ruang publik sebagai prioritas utama. Ia menekankan agar upaya pengamanan dijalankan dengan pendekatan yang seimbang antara pencegahan dan ketegasan.
“Kita harus mengedepankan pendekatan yang preemtif, preventif, namun tetap tegas dan terukur demi memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tanpa kendala sedikit pun”, tambah Karo Ops.
Dengan fokus tersebut, apel gabungan menjadi titik awal penajaman pelaksanaan pengamanan di lapangan. Evaluasi fase krusial jelang pembukaan dijadikan landasan agar koordinasi antarunsur dapat berjalan lebih terarah.
Sinergitas lintas sektoral dan integrasi antarlembaga
Karo Ops Polda Gorontalo memaparkan arahan yang wajib diimplementasikan oleh seluruh satuan kerja. Salah satu penekanannya adalah sinergitas antarlembaga, yaitu mengintegrasikan pola pengamanan Polri bersama jajaran TNI, Pemerintah Daerah, hingga panitia pusat.
Langkah ini ditujukan untuk meminimalkan miskomunikasi di lapangan. Dengan integrasi tersebut, pengamanan diharapkan memiliki pola kerja yang selaras antarunsur yang terlibat langsung maupun pendukung kegiatan.
Penegasan koordinasi juga menjadi bagian dari upaya memastikan setiap kebutuhan di titik kegiatan dapat ditangani sesuai peran masing-masing. Pada saat yang sama, sinergi lintas sektoral menjadi saluran komunikasi agar pelaksanaan di lapangan tetap konsisten dengan tujuan pengamanan.
Manajemen arus lalu lintas dan jalur mobilitas
Selain sinergitas antarlembaga, Karo Ops juga menyoroti manajemen arus lalu lintas. Pengaturan diarahkan pada jalur transportasi utama dari Bandara Djalaluddin menuju pusat akomodasi hotel dan arena utama di GOR David-Tony, Limboto.
Perhatian pada mobilitas peserta dan tamu menjadi penting mengingat perhelatan PENAS XVII melibatkan ribuan peserta dari berbagai provinsi. Dengan pengaturan jalur, pelaksanaan kegiatan dapat berlangsung lebih tertib dan alur perpindahan tetap terukur.
Fokus manajemen transportasi juga berkaitan dengan kelancaran logistik dan dukungan operasional di area kegiatan. Karo Ops menempatkan hal ini sebagai bagian dari upaya menjaga kondusivitas ruang publik.
Pengamanan objek vital selama rangkaian acara
Dalam paparannya, Karo Ops memerintahkan pengamanan objek vital dilakukan melalui penempatan personel secara melekat. Objek vital yang disebutkan meliputi area pameran dan lokasi studi banding kelompok tani.
Pengamanan juga diarahkan pada ribuan rumah warga (homestay) peserta. Dengan penempatan personel melekat, pengawasan di titik-titik tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman serta mendukung kelancaran aktivitas para delegasi.
Langkah ini selaras dengan prioritas yang disampaikan sejak awal, yakni menjaga keamanan para tamu dan memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tanpa kendala sedikit pun. Pengamanan pada lokasi yang menjadi pusat aktivitas menjadi elemen utama dalam pelaksanaan di lapangan.
Pelayanan humanis bagi delegasi nasional
Selain faktor pengamanan fisik dan pengaturan mobilitas, Karo Ops juga menekankan aspek pelayanan humanis. Ia meminta agar wajah kepolisian ditampilkan ramah dan siap membantu guna memberikan kesan positif bagi para delegasi nasional.
Pendekatan ini ditempatkan sebagai bagian dari upaya menghadirkan ruang publik yang humanis. Dengan pelayanan yang responsif, kontak di lapangan diharapkan tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga membangun pengalaman yang baik bagi peserta.
Dalam konteks PENAS XVII, pelayanan humanis dipandang sejalan dengan target kondusivitas dan ketertiban selama kegiatan berlangsung. Arahan tersebut menjadi panduan agar personel tidak hanya bertindak sebagai aparat pengamanan, tetapi juga sebagai pihak yang siap melayani kebutuhan informasi maupun bantuan dasar.
Pengawalan fase krusial dan kesiapsiagaan personel
Karo Ops Polda Gorontalo menyampaikan bahwa arahan yang disampaikan dalam apel gabungan merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan. Komando dan koordinasi lintas sektor diharapkan membuat rangkaian kegiatan dapat berjalan lebih tertib sejak fase persiapan hingga menjelang pembukaan.
Ia juga menyatakan optimisme bahwa Polda Gorontalo mampu mengawal transformasi teknologi pertanian nasional dalam atmosfer yang aman dan damai. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pengamanan tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan kelancaran jalannya agenda nasional PENAS XVII.
Dengan memadukan sinergitas antarlembaga, manajemen arus lalu lintas, pengamanan objek vital, serta pelayanan humanis, pelaksanaan pengamanan diharapkan dapat memberikan dukungan nyata terhadap keberhasilan acara. Upaya yang ditekankan sejak apel gabungan menjadi pegangan bagi satuan kerja dalam menjalankan tugas di lapangan.
Komitmen menjaga reputasi daerah di panggung nasional kembali ditekankan sebagai tujuan utama. Melalui kesiapsiagaan dan koordinasi yang diperkuat, Polda Gorontalo menargetkan seluruh tahapan acara berlangsung sesuai rencana, tertib, serta memberikan rasa aman bagi seluruh pihak yang terlibat.












