Hukum & Kriminal

Polda Sumbar Turun Tangan Usut Kasus Peluru Nyasar di UNP, 10 Saksi Diperiksa

0
×

Polda Sumbar Turun Tangan Usut Kasus Peluru Nyasar di UNP, 10 Saksi Diperiksa

Sebarkan artikel ini
Investigasi Kasus Peluru Nyasar di UNP Libatkan Polda Sumbar, 10 Saksi Diperiksa Regional 3 Juni 2026
Ilustrasi: Investigasi Kasus Peluru Nyasar di UNP Libatkan Polda Sumbar, 10 Saksi Diperiksa

jurnalistik.co.id – PADANG — Komando Polisi Militer Kodam (Pomdam) XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB) bergerak cepat mengusut insiden dugaan peluru nyasar yang melukai dua orang di kawasan Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat, pada Selasa (2/6/2026) sore. Hingga kini, penyelidikan masih berjalan dan sudah mengarah pada pemeriksaan sejumlah saksi dari berbagai pihak yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Danpomdam XX/TIB, Kolonel CPM Laksono Puji Lisdianto, mengatakan bahwa pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh agar penyebab pasti peristiwa itu bisa dipetakan dengan lebih terang. Dari proses awal yang sudah berjalan, Pomdam telah meminta keterangan kepada sekitar 10 orang saksi.

“Yang sudah kami mintai keterangan sekitar 10 orang,” ujar Laksono kepada Kompas.com, Rabu (3/6/2026).

Menurut Laksono, para saksi yang diperiksa berasal dari beragam latar belakang yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan peristiwa tersebut. Mereka di antaranya adalah rekan-rekan korban, petugas keamanan kampus UNP, serta personel Batalyon DTP Singgalang yang saat itu sedang melaksanakan latihan menembak di Lapangan Tembak Lapai.

“Itu termasuk teman-teman korban, pihak keamanan UNP, serta personel yang melakukan latihan menembak saat itu,” katanya lagi.

Koordinasi dengan Polda Sumbar

Untuk menjaga objektivitas dan memperdalam hasil penyelidikan, Pomdam XX/TIB juga menggandeng kepolisian daerah setempat. Dengan demikian, proses investigasi tidak hanya berjalan di internal TNI, tetapi juga dilakukan secara paralel bersama Polda Sumbar.

“Saat ini investigasi masih berlangsung dan dilakukan internal oleh pihak kami serta berkoordinasi dengan Polda Sumbar,” kata Laksono.

Langkah lain yang diambil TNI adalah menutup sementara operasional lokasi latihan menembak di kawasan Lapai. Penutupan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi sekaligus untuk mempermudah proses penyelidikan yang sedang berlangsung.

Tindakan tersebut menandai keseriusan aparat dalam merespons insiden yang terjadi di lingkungan kampus itu. Di sisi lain, penutupan sementara lokasi latihan juga menjadi sinyal bahwa seluruh rangkaian kegiatan di area tersebut sedang dievaluasi agar penyelidikan bisa berjalan lebih tertib dan terarah.

Kronologi kejadian dan kegiatan latihan

Peristiwa nahas itu terjadi pada Selasa (2/6/2026) sore di depan Gedung Rektorat UNP. Saat kejadian, sejumlah mahasiswa, termasuk kedua korban, sedang berkumpul untuk melakukan selebrasi setelah menyelesaikan ujian seminar.

Di saat yang sama, dalam radius sekitar 800 meter dari lokasi berkumpulnya mahasiswa, jajaran Kodam XX/TIB tengah menggelar latihan menembak. Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX/TIB, Letkol Kav Taufiq, membenarkan adanya aktivitas latihan di Lapangan Tembak Lapai pada sore hari tersebut.

Taufiq menjelaskan bahwa lapangan itu memang rutin dipakai untuk latihan internal setiap triwulan maupun per semester. Namun, latihan yang digelar pada Selasa kemarin merupakan agenda tambahan di luar kalender rutin.

“Latihan kemarin dalam rangka peningkatan kemampuan. Makanya kegiatan dilakukan di luar kalender latihan. Tujuannya untuk persiapan lomba menembak internal TNI,” tutur Taufiq kepada Kompas.com, Rabu (3/6/2026).

Rangkaian kejadian ini membuat penyelidikan menjadi perhatian besar, mengingat insiden terjadi di area kampus dan melibatkan dua korban. Hingga saat ini, aparat masih mengumpulkan keterangan untuk memastikan duduk perkara peristiwa tersebut, termasuk konteks latihan yang berlangsung pada waktu yang sama di lokasi berbeda namun masih berada dalam kawasan yang berdekatan.

Dengan pemeriksaan saksi yang sudah dilakukan, koordinasi bersama Polda Sumbar, serta penutupan sementara lapangan tembak, proses penelusuran penyebab insiden dipastikan masih terus berjalan. Pomdam XX/TIB belum mengumumkan kesimpulan akhir, sementara rangkaian penyelidikan tetap menjadi fokus utama untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di UNP pada sore itu.