jurnalistik.co.id – SEMARANG — Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) program Kemitraan bersama 139 sekolah swasta menjadi salah satu jalan bagi siswa dari keluarga miskin untuk mendapatkan pendidikan gratis dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Ketua SPMB Jawa Tengah 2026 yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Tengah, Sunarto, mengatakan total ada 5.004 kursi yang disiapkan untuk pendaftar jalur afirmasi program kemitraan tersebut.
“Dari total kuota 5.004 kursi, yang berhasil terserap murni melalui sistem SPMB tahun kemarin itu di angka 2.390 siswa,” ungkap Sunarto saat ditemui di kantornya, Rabu (3/6/2026).
Ia menjelaskan, evaluasi dari program kemitraan tahun lalu menunjukkan masih ada sejumlah sekolah swasta mitra yang tidak mendapat siswa sama sekali melalui jalur itu. Kondisi tersebut menjadi salah satu bahan perbaikan agar kuota yang sudah disiapkan bisa lebih terisi.
Untuk meningkatkan keterisian kuota afirmasi, Disdik Jawa Tengah kini mulai menggunakan Data Terpadu Sasaran Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan seleksi. Dengan skema baru itu, pemerintah daerah berharap distribusi kursi bisa lebih tepat sasaran kepada keluarga kurang mampu.
“Dengan penggunaan data DTSEN ini, kita memiliki harapan yang tinggi nanti sekolah-sekolah kemitraan maupun jalur afirmasi di negeri bisa terpenuhi kuotanya,” kata Sunarto. Ia menambahkan, pada tahun sebelumnya acuan yang dipakai masih Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), sedangkan DTSEN baru mulai digunakan tahun ini.
Disdik Jawa Tengah menggunakan DTSEN desil 1 hingga desil 4 sebagai dasar prioritas penerimaan dalam seleksi jalur afirmasi. Bantuan pembiayaan kepada 139 sekolah swasta mitra disalurkan langsung dalam bentuk biaya pendidikan senilai Rp 2 juta untuk setiap siswa, dengan masing-masing sekolah mendapat kuota 36 siswa.
Sunarto juga menuturkan bahwa mekanisme penyaluran dana harus menyesuaikan tata kelola keuangan daerah. Menurut dia, ada perbedaan antara tahun anggaran dan tahun ajaran yang membuat pengelolaan program perlu disusun secara cermat. “Karena antara tahun anggaran dengan tahun ajaran itu kan berbeda. Tahun anggaran berjalan dari Januari sampai Desember, sedangkan tahun pelajaran berjalan dari Juli sampai Juni,” tuturnya.
Dalam daftar sekolah kemitraan se-Jawa Tengah yang disampaikan, Kabupaten Semarang menjadi salah satu daerah yang menerima program ini melalui SMA Muhammadiyah Sumowono dan SMK Al Mina Bandungan. Di Kota Semarang, sekolah yang tercantum ialah SMA Laboratorium UPGRIS, SMA Mardisiswa Semarang, SMK Ibu Kartini, dan SMK Bina Nusantara.
Di Kabupaten Demak, daftar itu memuat SMA Muhammadiyah Sayung, SMK Ganesa, SMK Miftahul Ulum Boarding School, dan SMK Ky Ageng Giri. Sementara di Kabupaten Jepara tercantum SMA NU Kedung, SMK Islam Jepara, SMK Islam Datuk Singaraja, dan SMK Walisongo Pecangaan.
Untuk Kabupaten Pati, sekolah yang masuk daftar adalah SMA BOPKRI 3 Pati dan SMA Islam Tuan Sokolangu. Di Kabupaten Rembang, program kemitraan diberikan kepada SMA Kartini Rembang dan SMK Muhammadiyah Pamotan. Adapun Kabupaten Blora mencantumkan SMAS Muhammadiyah Kedungtuban, SMAS Nu Kradenan, SMK Nurul Huda Jiken, dan SMK Muhammadiyah Todanan.
Di Kabupaten Grobogan, daftar sekolah mencakup SMAS Islam Plus Asis, SMAS Islam Sudirman Tanggungharjo, SMK PGRI Brati, SMK Fathul Maarif Geyer, SMK Islam Sudirman Kedungjati, dan SMK PGRI Kuwu. Kabupaten Boyolali menampilkan SMA Bhinneka Karya 6 Boyolali serta SMK Muhammadiyah 2 Andong.
Selanjutnya, Kabupaten Klaten memuat SMAS Muhammadiyah 2 Delanggu, SMK Muhammadiyah Delanggu, SMK Kristen 1 Klaten, SMK Tunggal Cipta Manisrenggo, SMK Batur Jaya 1 Ceper, dan SMK Muhammadiyah 3 Klaten Utara. Di Kabupaten Sragen, daftar yang disebutkan berisi SMA Muhammadiyah 1 Sragen dan SMKS Citra Medika Sragen.
Program ini menjadi salah satu penopang bagi siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa melanjutkan pendidikan di sekolah swasta mitra tanpa biaya pendidikan. Dengan kuota 5.004 kursi yang tersebar di 139 sekolah, Disdik Jawa Tengah berharap jalur afirmasi tahun ini bisa berjalan lebih efektif dibanding tahun sebelumnya.







