Peristiwa

UNP Menyurati Menkopolkam, Desak Lapangan Tembak Lapai Padang Ditinjau Ulang

0
×

UNP Menyurati Menkopolkam, Desak Lapangan Tembak Lapai Padang Ditinjau Ulang

Sebarkan artikel ini
Surati Menkopolkam, UNP Desak Lapangan Tembak Lapai Padang Ditinjau Ulang Regional 5 Juni 2026
Ilustrasi: Surati Menkopolkam, UNP Desak Lapangan Tembak Lapai Padang Ditinjau Ulang

jurnalistik.co.id – Universitas Negeri Padang (UNP) menyurati Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) untuk meminta peninjauan ulang lokasi lapangan tembak di kawasan Lapai, Kota Padang.

Permintaan itu disampaikan menyusul kejadian peluru nyasar yang mengenai mahasiswa dan warga sipil saat mereka berswafoto selebrasi seminar di depan Gedung Rektorat UNP.

Dalam peristiwa yang terjadi pada Selasa (2/6/2026) tersebut, dua mahasiswa UNP dilaporkan mengalami luka-luka akibat diduga terkena peluru nyasar.

Menurut UNP, peristiwa tersebut bukan kejadian pertama di kampus. Jejak digital yang dimiliki kampus menyebutkan peristiwa serupa telah berlangsung sejak tahun 2010.

Senior Eksekutif UNP, Professor Genafri, mengatakan kampus sudah menyurati Menkopolkam agar dilakukan peninjauan ulang lokasi latihan tembak.

“Kita minta ditinjau ulang, soalnya sudah tidak tepat. lokasinya berada di pemukiman padat penduduk dan dekat kampus,” ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (5/6/2026).

Ia menilai penempatan lokasi latihan tembak yang berdekatan dengan pemukiman padat penduduk dan area kampus membuat risiko berulang, termasuk kemungkinan peluru nyasar menyasar civitas kampus maupun warga di sekitar.

Genafri juga menyampaikan bahwa sebelum kejadian terbaru, peluru nyasar pernah menyasar gedung rektorat. Kejadian itu terjadi saat ia masih menjabat sebagai rektor.

Ia menegaskan, meski pada kejadian sebelumnya tidak ada korban, para civitas kampus tetap mengalami trauma akibat insiden tersebut.

Genafri menambahkan bahwa evaluasi yang sempat disampaikan pada masa lampau juga tidak kunjung memberikan hasil yang nyata. Ia menyebut, “Dulu masih Danrem, katanya mau evaluasi tapi bertukar Danremnya lupa lagi. Sekarang Pangdam, semoga betul ada langkah kongkrit,” ujarnya.

Ia kemudian menyatakan kekhawatirannya jika hasil evaluasi hanya berhenti di tahap pergantian pejabat, sementara tindak lanjut tidak segera dijalankan. Karena itu, UNP memilih menempuh langkah penyuratan kepada Menkopolkam.

Menurutnya, kejadian peluru nyasar tidak hanya menciptakan trauma, tetapi juga memunculkan ketakutan baru bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan di UNP.

Genafri menjelaskan bahwa pihak kampus memandang penyuratan ini sebagai bagian dari upaya memastikan lokasi latihan tembak ditinjau ulang secara serius, mengingat rangkaian kejadian yang dinilai berulang sejak 2010.

Dengan surat yang ditujukan kepada Menkopolkam, UNP mendorong adanya penilaian ulang terhadap kesesuaian lokasi lapangan tembak Lapai, Kota Padang, khususnya terkait kedekatannya dengan pemukiman padat dan area kampus.

Kampus berharap, peninjauan ulang tersebut dapat menjadi langkah kongkrit untuk mencegah peluru nyasar kembali menimbulkan korban dan memperpanjang rasa takut di lingkungan sekitar rektorat UNP.

UNP juga memandang bahwa kedekatan area latihan dengan lingkungan yang dihuni warga membuat situasi sulit dikendalikan. Kampus menilai, kondisi semacam ini berpotensi memunculkan insiden serupa yang menjangkau siapa pun di sekitar lokasi.

Dalam pandangan kampus, efek dari rangkaian kejadian tidak berhenti pada ada atau tidaknya korban pada satu waktu. Civitas akademika disebut tetap membawa dampak psikologis setelah peristiwa sebelumnya, sehingga kekhawatiran terus mengendap di lingkungan rektorat.

Kampus menyoroti bahwa pernah ada evaluasi di masa lampau, namun hasilnya tidak beralih menjadi tindakan yang benar-benar terlihat. UNP menilai pola itu berpotensi berulang, terutama bila arah perbaikan hanya sebatas pergantian pejabat tanpa tindak lanjut nyata.

Melalui penyuratan kepada Menkopolkam, UNP berharap ada proses peninjauan ulang yang dapat menghasilkan keputusan dan langkah konkret terkait Lapai. Tujuannya agar peluru nyasar tidak kembali menjadi sumber risiko, sekaligus membantu mengurangi ketakutan yang dirasakan warga sekitar dan calon mahasiswa.