Politik & Parlemen

Qodari dkk Luncurkan Buku “Presiden Solusi” yang Mengulas Kepemimpinan Prabowo

0
×

Qodari dkk Luncurkan Buku “Presiden Solusi” yang Mengulas Kepemimpinan Prabowo

Sebarkan artikel ini
Qodari dkk Luncurkan Buku "Presiden Solusi", Ulas Kepemimpinan Prabowo News 8 Juni 2026
Ilustrasi: Qodari dkk Luncurkan Buku "Presiden Solusi", Ulas Kepemimpinan Prabowo

jurnalistik.co.id – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari bersama Asisten Khusus Presiden Dirgayuza Setiawan dan Agung Gumilar Saputra meluncurkan buku berjudul “Presiden Solusi” di Kantor University Club, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Buku tersebut mengulas pendekatan problem solving serta gaya kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam menjawab tantangan bangsa. Dalam kesempatan peluncuran, Qodari menyampaikan bahwa Prabowo melakukan perubahan-perubahan yang dinilai sangat fundamental terhadap tata cara berniaga dan tata pengelolaan ekonomi.

Qodari menyoroti perubahan tersebut terutama pada aspek pengelolaan sumber daya alam. Ia menyatakan, “Karena Pak Prabowo melakukan perubahan-perubahan yang sangat fundamental terhadap tata cara berniaga, tata pengelolaan ekonomi kita, dalam berbagai macam aspeknya. Nah, salah satu yang paling fundamental berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam,” kata Qodari, Senin.

Pernyataan Qodari kemudian menekankan bahwa Prabowo mengembalikan pemahaman dasar mengenai pengelolaan sumber daya alam. Ia menyampaikan bahwa sumber daya alam adalah dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besar untuk kemakmuran rakyat.

Dalam penjelasan lanjutan, Qodari menyebut adanya koreksi terhadap praktik yang dinilainya merugikan pendapatan negara. Ia mengatakan, “Nah, ini semua mau dikoreksi oleh Pak Prabowo. Termasuk juga bagaimana jualannya pun selama ini tipu-tipu, kan? Itu ada under-invoicing , ada yang namanya transfer pricing . Nah, semua itu mau dikoreksi oleh Pak Prabowo supaya pendapatan bagi bangsa dan negara ini menjadi lebih besar dan uangnya dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat,” ungkapnya.

Problem yang dikaitkan dengan kepemimpinan Prabowo

Selain fokus pada pengelolaan sumber daya alam, Qodari juga menyebut Prabowo menyelesaikan masalah-masalah fundamental bangsa. Ia menyebut beberapa di antaranya adalah ketahanan pangan dan ketahanan energi.

Qodari juga menyinggung upaya membantu rakyat yang tidak mampu melalui pembentukan sekolah rakyat. Ia mengaitkan program tersebut sebagai bagian dari upaya penyelesaian persoalan yang dihadapi masyarakat.

Di bagian lain, Qodari menggunakan penekanan naratif untuk menggambarkan arah kebijakan yang dibahas dalam buku tersebut. Ia menyampaikan, “Saya ingin katakan bahwa Pak Prabowo ini adalah bapak transformasi bangsa, dari gelap menuju terang, dari masalah menjadi solusi. Kalau di sebelah sana ada tadi mungkin diskusi presiden masalah, ya kita jawab bahwa sebetulnya ini presiden solusi yang menyelesaikan banyak masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia,” kata dia.

Peluncuran buku “Presiden Solusi” ditandai dengan penandatanganan buku secara simbolis. Acara tersebut, menurut rangkaian yang disampaikan, juga dihadiri sejumlah pimpinan redaksi media, akademisi, hingga pejabat.

Melalui peluncuran di University Club, Qodari, bersama Dirgayuza Setiawan dan Agung Gumilar Saputra, menghadirkan buku yang memposisikan Prabowo Subianto sebagai figur yang membawa penekanan pada pendekatan problem solving dan penyelesaian tantangan kebijakan.

Pada kesempatan itu, penjelasan Qodari juga menjadi bagian dari narasi yang mempertemukan gagasan perubahan tata kelola dengan upaya menjawab isu-isu seperti ketahanan pangan, ketahanan energi, serta dukungan bagi masyarakat yang tidak mampu melalui pembentukan sekolah rakyat.

Dalam buku “Presiden Solusi”, gagasan yang ditekankan berangkat dari cara pandang penyelesaian masalah yang sistematis serta cara memimpin yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Pada bagian pemaparannya, Qodari menghubungkan perubahan tata kelola dengan tujuan kebijakan yang lebih menekankan solusi ketimbang sekadar wacana.

Ia juga menggambarkan bahwa koreksi yang dimaksud bukan hanya berada pada kerangka pengelolaan sumber daya alam, tetapi turut menyasar praktik yang dinilai dapat mengurangi pendapatan negara. Menurut penjelasan Qodari, upaya perbaikan itu mencakup aspek jual-beli yang selama ini disebut berpotensi melahirkan under-invoicing dan transfer pricing, agar penerimaan negara lebih optimal.

Qodari menambahkan bahwa pembahasan dalam peluncuran tersebut turut menyinggung persoalan yang disebutnya fundamental, seperti ketahanan pangan dan ketahanan energi. Selain itu, ia mengaitkan dukungan kepada kelompok yang tidak mampu melalui pembentukan sekolah rakyat sebagai bagian dari upaya menghadirkan jawaban terhadap tantangan yang dihadapi masyarakat.