Hukum & Kriminal

Raffi Ahmad Angkat Bicara setelah Namanya Mendadak Muncul dalam Kasus Suap Bea Cukai, Gandeng Hotman Paris

1
×

Raffi Ahmad Angkat Bicara setelah Namanya Mendadak Muncul dalam Kasus Suap Bea Cukai, Gandeng Hotman Paris

Sebarkan artikel ini
Raffi Ahmad Buka Suara Namanya Tiba-Tiba Muncul di Kasus Suap Bea Cukai, Gandeng Hotman Paris News 12 Juni 2026
Ilustrasi: Raffi Ahmad Buka Suara Namanya Tiba-Tiba Muncul di Kasus Suap Bea Cukai, Gandeng Hotman Paris

jurnalistik.co.id – Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad akhirnya memberi penjelasan mengenai namanya yang terseret dalam kasus suap Bea Cukai. Dalam perkara itu, Raffi Ahmad juga menggandeng Hotman Paris untuk membelanya.

Raffi menyampaikan bahwa selama ini ia tidak mempersoalkan ketika dirinya difitnah melakukan pencucian uang. Namun, karena kini ia disebut-sebut dalam proses persidangan kasus korupsi, Raffi merasa perlu memberikan klarifikasi.

Nama Raffi Ahmad muncul dalam sidang dugaan suap pengurusan impor dengan terdakwa pemilik PT Blueray Cargo, John Field. Persidangan berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Jumat (5/6/2026).

Di persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengonfirmasi adanya percakapan WhatsApp milik Sri Pangastuti alias Tuti yang terkait permintaan pengiriman barang dari Amerika Serikat. Tuti disebut pernah menerima permintaan bantuan untuk pengiriman laptop dan beberapa iPhone yang dikaitkan dengan nama Raffi Ahmad.

JPU kemudian bertanya langsung kepada Tuti terkait permintaan tersebut. “Ibu pernah diminta bantuan untuk, ini ada di chat komunikasi WA Ibu, Ibu pernah diminta bantuan untuk mengirimkan laptop sama iPhone dari Amerika Serikat?” tanya JPU di persidangan.

Tuti membenarkan adanya komunikasi itu, tetapi menyatakan bahwa ia menolak membantu pengurusan barang. “Jadi ya, kan barang ini ada sparepart komputer ke Bali, antara Pak Yohanes sama orang saya mau mengirimkan laptop sama iPhone, tapi kan kami enggak mau. Ya memang pernah,” jawab Tuti.

Jaksa lalu membacakan isi percakapan WhatsApp tertanggal 15 Oktober 2025 antara Tuti dan Yohanes, yang disebut sebagai karyawan John. Dalam pesan itu, Yohanes menyinggung keberadaan Raffi Ahmad terkait rencana pengiriman barang.

“Siang Ibu Tuti, kebetulan ada Raffi Ahmad kan lagi ke USA main ke kantor kita ada mau kirim laptop dan iPhone, IMEI mereka urus sendiri katanya, apakah bisa? ” tulis Yohanes. Pesan tersebut kemudian direspons Tuti dengan jawaban yang menunjukkan adanya upaya koordinasi lebih lanjut.

“Siang Pak Yohanes, boleh kita bantu nanti Mba Dewi bantu koordinasi ya,” balas Tuti. Setelah itu, percakapan disebut berlanjut ketika Yohanes menyebut koordinasi pengiriman beberapa iPhone telah siap dibantu.

Dalam rangkaian pembicaraan yang sama, Tuti kemudian menanyakan jumlah unit iPhone yang akan dikirim. Setelah pertanyaan tersebut, muncul pesan lain yang meminta Tuti memilih warna iPhone atas arahan John.

Di tengah proses persidangan, penjelasan Raffi Ahmad disampaikan sebagai respons atas keterlibatan namanya yang tiba-tiba muncul dalam perkara suap Bea Cukai. Raffi menempatkan klarifikasi ini sebagai langkah yang ia anggap perlu, mengingat posisinya kini sebagai pejabat negara.

Kasus ini juga memperlihatkan bagaimana pembuktian yang disampaikan di persidangan menyoroti komunikasi antara pihak-pihak yang terlibat. Dari percakapan WhatsApp yang dibacakan, Tuti mengakui adanya permintaan, tetapi menegaskan bahwa ia tidak bersedia membantu pengurusan barang yang dimaksud.

Dalam keterangannya, Raffi Ahmad menegaskan bahwa ia sebelumnya tidak menganggap terlalu serius tuduhan yang beredar terkait pencucian uang. Namun, ketika namanya kemudian disebut dan masuk dalam proses pemeriksaan persidangan, Raffi memilih untuk merespons agar publik memahami posisi yang ia sampaikan terkait keterlibatannya.

Di persidangan, perhatian diarahkan pada detail komunikasi yang memperlihatkan adanya rencana pengiriman dari Amerika Serikat. Percakapan WhatsApp yang dibacakan menjadi fokus, termasuk pembahasan terkait rencana pengiriman laptop dan iPhone, penyebutan pengurusan IMEI, hingga permintaan agar Tuti membantu koordinasi. Meski demikian, Tuti kemudian menegaskan bahwa ia pada dasarnya menolak ikut mengurus pengiriman barang yang dimaksud.