jurnalistik.co.id – Polda Gorontalo menggelar Rapat Paparan Operasi Pengamanan VVIP dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan Kunjungan Kerja Wakil Presiden Republik Indonesia (RI-2) di Provinsi Gorontalo. Kegiatan tersebut berlangsung di Grand Q Hotel Kota Gorontalo pada Senin (18/06/2026).
Rapat paparan dipimpin langsung oleh Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H. Acara ini dihadiri Danrem 133/Nani Wartabone Brigjen Hardo Toga Sihotang, para pejabat pemerintah daerah, pejabat utama Polda Gorontalo, serta pejabat Korem 133/Nani Wartabone yang terlibat dalam pelaksanaan pengamanan kunjungan kerja RI-2.
Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari upaya strategis untuk menyatukan persepsi dan memperkuat koordinasi antarunsur pengamanan. Melalui forum paparan, seluruh elemen yang akan terlibat diarahkan agar memiliki kesiapan yang sama saat mendukung agenda kenegaraan di Gorontalo.
Pemaparan rencana operasi pengamanan
Dalam rapat, masing-masing satuan tugas memaparkan rencana operasi dan langkah-langkah pengamanan yang akan diterapkan. Fokusnya mencakup pengamanan jalur VVIP, pengamanan lokasi kegiatan, hingga skema pengawalan selama kunjungan berlangsung.
Pemaparan juga menyentuh pengamanan terhadap objek vital yang dinilai relevan dengan rangkaian agenda. Selain itu, dibahas kesiapan personel serta sarana dan prasarana pendukung untuk memastikan pelaksanaan di lapangan berjalan sesuai rencana.
Lebih jauh, rapat paparan turut mengulas potensi kerawanan yang mungkin muncul selama pelaksanaan pengamanan. Setiap kemungkinan yang teridentifikasi dibarengi dengan langkah antisipasi yang harus dilakukan secara terpadu oleh seluruh pihak terkait.
Penekanan profesionalisme dan sinergitas
Kapolda Gorontalo menyampaikan penegasan bahwa pengamanan VVIP merupakan tugas negara yang harus dilaksanakan secara maksimal. Dalam arahannya, Kapolda menekankan pentingnya profesionalisme, koordinasi, dan sinergitas antarinstansi untuk menjaga kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
“Seluruh personel yang terlibat harus memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing. Pengamanan VVIP bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri dan TNI, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh unsur pemerintah daerah dan stakeholder terkait agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman, lancar, dan sukses,” tegas Kapolda.
Penekanan tersebut menjadi pengingat agar setiap unsur pengamanan bekerja berdasarkan pemahaman peran yang jelas. Dengan begitu, pelaksanaan dapat berjalan terarah, menghindari tumpang tindih, sekaligus mempercepat respons saat dibutuhkan di lapangan.
Sementara itu, Danrem 133/Nani Wartabone menyampaikan bahwa jajaran TNI siap mendukung penuh pelaksanaan pengamanan. Ia menegaskan bahwa sinergitas yang telah terjalin selama ini menjadi modal utama untuk menyukseskan setiap agenda nasional yang dilaksanakan di wilayah Gorontalo.
Kesamaan pemahaman dan kesiapan kontinjensi
Melalui rapat paparan, seluruh peserta diharapkan memiliki pemahaman yang sama terkait pola pengamanan yang akan diterapkan. Keselarasan ini mencakup mekanisme koordinasi serta pembagian peran selama berlangsungnya kunjungan kerja RI-2.
Forum tersebut juga diarahkan untuk memastikan kesiapan langkah kontinjensi apabila terjadi perubahan situasi di waktu pelaksanaan. Dengan adanya pemahaman bersama sejak awal, koordinasi dapat berjalan lebih cepat dan tepat ketika menghadapi dinamika di lapangan.
Upaya penyatuan persepsi dan penguatan koordinasi ini ditujukan agar keamanan dan keselamatan selama kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia dapat terjamin. Semua unsur pengamanan diharapkan mampu menjaga ketertiban serta mendukung kelancaran agenda di Provinsi Gorontalo.
Kegiatan rapat berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Hal tersebut menjadi wujud komitmen TNI-Polri, pemerintah daerah, serta seluruh unsur terkait dalam mendukung suksesnya kunjungan kerja RI-2 di Provinsi Gorontalo.
Melalui forum paparan tersebut, para pihak diarahkan agar memiliki cara pandang yang sejalan dalam pelaksanaan pengamanan VVIP. Penyampaian materi membuat setiap unsur memahami alur kerja, termasuk bagaimana mekanisme koordinasi berjalan sejak persiapan hingga kegiatan kunjungan kerja Wakil Presiden RI-2 berlangsung di Gorontalo.
Koordinasi yang disatukan juga menegaskan bahwa pengamanan tidak hanya bergantung pada satu kesatuan, melainkan membutuhkan keterlibatan Polri, TNI, pemerintah daerah, serta pejabat utama dan pejabat Korem yang terlibat. Dengan sinergi itu, pembagian peran di lapangan diharapkan lebih rapi serta mendorong respons yang lebih cepat saat diperlukan.
Selain memaparkan fokus pengamanan, rapat turut menekankan pentingnya kesiapan terhadap kemungkinan kerawanan yang dapat muncul selama rangkaian agenda. Langkah antisipasi disiapkan secara terpadu agar setiap perubahan situasi di waktu pelaksanaan dapat direspons dengan tetap mengacu pada rencana operasi yang telah disepakati bersama.












