Hukum & Kriminal

Sony Sanjaya Menulis Pesan untuk Kepala BGN Nanik S Deyang Sebelum Ditahan, Apa Isinya?

0
×

Sony Sanjaya Menulis Pesan untuk Kepala BGN Nanik S Deyang Sebelum Ditahan, Apa Isinya?

Sebarkan artikel ini
Sony Sonjaya Tulis Pesan untuk Kepala BGN Nanik S Deyang Sebelum Ditahan, Apa Isinya?
Ilustrasi: Sony Sanjaya Tulis Pesan untuk Kepala BGN Nanik S Deyang Sebelum Ditahan, Apa Isinya?

jurnalistik.co.id – Sony Sanjaya resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu, 3 Juni 2026. Sebelum penahanannya, ia lebih dulu menulis sebuah pesan untuk Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Nanik S Deyang.

Peristiwa ini bermula dari penetapan status tersangka terhadap Sony Sanjaya dalam perkara dugaan korupsi. Pada saat yang sama, pergantian pimpinan BGN juga terjadi, dengan Nanik S Deyang menggantikan Dadan Hindayana.

Dadan Hindayana disebut juga telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung. Dengan demikian, perubahan jabatan di lingkungan BGN terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan dengan proses hukum yang sedang berjalan terhadap para pihak terkait.

Menurut pemberitaan tersebut, sebelum Sony Sanjaya ditangkap oleh Kejagung, ia menuliskan pesan tangan yang kemudian dibagikan melalui akun Instagram pribadinya, @sonysajayabd. Pesan itu ditulis pada secarik kertas, lalu disampaikan sebagai bentuk ucapan kepada Nanik S Deyang yang baru menjabat.

Dalam pesan yang ditulis tangan itu, Sony Sanjaya menyampaikan ucapan selamat atas jabatan baru. Kalimat yang ia tuliskan berbunyi: “Kepada yth. Ibu Nanik S Deyang selamat atas jabatan baru sebagai kepala BGN. Terima kasih atas hadiah indah yang telah diberikan kepada saya,”

Selain menyampaikan apresiasi melalui kalimat tersebut, Sony juga menempatkan ucapan tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap kedudukan Nanik sebagai kepala BGN. Ia menuliskannya dalam format surat singkat dan langsung, tanpa mengubah inti dari maksud pengantarnya.

Di bagian unggahan caption Instagram, Sony Sanjaya turut menyampaikan ucapan selamat sekaligus doa untuk pelaksanaan tugas Nanik di jabatan baru. Dalam caption tersebut, ia menuliskan: “Sebuah kebahagiaan melihat sahabat dan rekan saya yang baik mendapatkan amanah yang lebih besar untuk mengabdi kepada bangsa. Selamat atas jabatan baru sebagai kepala Badan Gizi Nasional. Semoga senantiasa diberi kesehatan, kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan tugas,”

Ungkapan itu menggambarkan bahwa Sony menempatkan penunjukan Nanik sebagai sebuah amanah yang lebih besar. Ia juga menyatakan harapan agar Nanik dapat menjalankan tugas dengan kesehatan, kekuatan, serta kemudahan.

Pesan tersebut dipublikasikan sebelum proses penangkapan berjalan, sehingga menjadi perhatian karena muncul tepat sebelum Sony Sanjaya menjalani tahapan penegakan hukum. Timing ini yang kemudian membuat pesan itu beredar luas dan dibaca sebagai ucapan transisi dari seorang pejabat yang sedang menghadapi proses hukum.

Dalam pemberitaan yang sama, disebutkan bahwa Nanik S Deyang merupakan sosok yang menggantikan Dadan Hindayana sebagai kepala BGN. Pergantian itu dilakukan di tengah kondisi ketika Dadan Hindayana juga telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung.

Dengan adanya rangkaian peristiwa tersebut, pesan Sony Sanjaya kemudian tampak sebagai bagian dari momen perpindahan jabatan sekaligus respons personal atas perubahan kepemimpinan di BGN. Ia menyampaikan selamat, menyampaikan terima kasih, dan menyertakan doa agar tugas baru dapat dijalankan dengan baik.

Melalui tulisan tangan dan caption unggahan Instagramnya, Sony menegaskan bahwa isi pesannya tidak terlepas dari ucapan untuk jabatan baru Nanik S Deyang. Ucapan selamat dan doa yang ia tuliskan menjadi satu-satunya materi yang disorot dalam unggahan tersebut, tanpa menambah klaim lain di luar konteks ucapan.

Pemberitaan ini menutup dengan penegasan bahwa Sony Sanjaya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung pada Rabu, 3 Juni 2026. Namun, sebelum penahanan, ia terlebih dulu menuliskan pesan untuk kepala BGN yang baru, Nanik S Deyang, yang menggantikan Dadan Hindayana.