Hukum & Kriminal

Uang Palsu Beredar di Labuan Bajo: Diterima SPBU dan Pedagang Nasi

0
×

Uang Palsu Beredar di Labuan Bajo: Diterima SPBU dan Pedagang Nasi

Sebarkan artikel ini
Uang Palsu Beredar di Labuan Bajo, Diterima SPBU dan Pedagang Nasi Regional 5 Juni 2026
Ilustrasi: Uang Palsu Beredar di Labuan Bajo, Diterima SPBU dan Pedagang Nasi

jurnalistik.co.id – Uang palsu pecahan Rp 100.000 dilaporkan beredar dan sempat masuk ke transaksi di Labuan Bajo. Temuan itu disebut diterima baik di SPBU Merombok maupun dari hasil pembayaran pedagang nasi bungkus.

Di SPBU Merombok, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, operator SPBU menyatakan uang palsu sudah masuk sejak tahun lalu. Evan Warung (36) mengatakan pihaknya baru menyadari ada uang palsu setelah melakukan transaksi di bank dan menemukan kejanggalan dari tumpukan uang yang diproses.

Evan menjelaskan uang palsu tersebut terselip dalam tumpukan uang lain. Ia menuturkan sudah beberapa kali menerima lembar yang kemudian diketahui palsu saat diperiksa melalui proses perbankan.

Temuan di SPBU

Evan mengungkapkan bahwa temuan berulang kali terjadi sejak uang palsu mulai masuk ke SPBU Merombok. “Sudah empat kali terima uang palsu. Ketahuan waktu dibawa ke bank dan masuk ke mesin hitung. Kita mau cek CCTV juga susah karena tidak tahu kapan transaksinya,” kata Evan saat dikonfirmasi Kompas.com pada Jumat (5/6/2026).

Menurut Evan, kondisi uang palsu sekilas tampak serupa dengan uang asli. Ia menilai ukuran dan warnanya nyaris sama, sehingga sulit dikenali hanya dari pandangan pertama.

Evan juga menjelaskan perbedaan yang mulai terlihat ketika dibandingkan langsung. “Kalau dibandingkan, uang palsu lebih pendek dan warnanya lebih terang dari uang asli,” ujarnya.

Evan menyebut penemuan tidak hanya terjadi pada tahun 2026. Tahun lalu, kata dia, pihaknya bahkan menemukan tiga lembar uang palsu Rp 100.000.

Ia menambahkan bahwa proses pengecekan bukti di lapangan ikut mengalami kendala. Karena pelaku atau waktu transaksi tidak diketahui secara pasti, upaya menelusuri rekaman CCTV disebut sulit dilakukan.

Kasus dari pedagang nasi

Di luar transaksi di SPBU, warga Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Rosdianto (43) juga melaporkan mendapat uang palsu. Rosdianto mengatakan ia memperoleh uang palsu saat menerima sejumlah uang dari pedagang nasi bungkus.

Rosdianto menceritakan kejadian bermula beberapa hari sebelumnya ketika ada pihak yang hendak melakukan pembayaran utang. “Beberapa hari lalu, ada ibu mau bayar utang Rp 2,8 juta. Pas saya setor tunai di ATM, satu lembar ini dikembalikan lagi. Saya coba lagi, tetap ditolak,” katanya.

Setelah mengalami penolakan saat penyetoran tunai, Rosdianto kemudian melakukan konfirmasi kepada pihak bank. Dari pemeriksaan tersebut, ia mengetahui bahwa lembaran uang yang sempat diterima ternyata merupakan uang palsu.

Rosdianto akhirnya memutuskan untuk melapor. “Saya mau laporkan ke Polisi,” pungkasnya.

Dalam laporannya, Rosdianto disebut datang ke Polres Manggarai Barat untuk melapor pada Jumat (5/6/2026). Melalui keterangan tersebut, kasus uang palsu pecahan Rp 100.000 tidak hanya menyasar satu jenis lokasi, melainkan juga muncul dalam rangkaian transaksi warga.

Baik pihak SPBU maupun Rosdianto sama-sama mengaitkan temuan tersebut dengan pemeriksaan melalui proses bank. Dari sisi SPBU, uang palsu baru terdeteksi setelah masuk mesin hitung pada pemeriksaan; sedangkan dari sisi Rosdianto, penolakan transaksi tunai di ATM menjadi awal mengetahui adanya kejanggalan.

Temuan berulang dalam sejumlah transaksi ini menunjukkan bahwa uang palsu yang beredar disebut memiliki kemiripan dengan uang asli pada pandangan awal. Namun, perbedaan yang terlihat ketika dibandingkan langsung serta respons penolakan saat diproses di bank menjadi faktor yang membantu proses identifikasi.

Dengan adanya laporan dari Labuan Bajo, pihak terkait diarahkan untuk melakukan penanganan sesuai prosedur kepolisian. Kasus ini juga memperlihatkan pentingnya verifikasi saat menerima uang, terutama jika uang kemudian tidak lolos saat diperiksa melalui mesin atau layanan perbankan.