Bisnis & Ekonomi

ASDP Buka Jalur Jakarta-Malahayati, Distribusi Logistik Aceh Dipercepat

0
×

ASDP Buka Jalur Jakarta-Malahayati, Distribusi Logistik Aceh Dipercepat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: ASDP Buka Jalur Jakarta-Malahayati, Percepat Distribusi Logistik Aceh

jurnalistik.co.id – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Pemerintah Aceh menyiapkan lintasan penyeberangan Jakarta-Malahayati sebagai jalur strategis baru untuk mempercepat distribusi logistik di wilayah barat Indonesia. Kerja sama ini diarahkan untuk memangkas waktu tempuh sekaligus meningkatkan efisiensi biaya distribusi antarpulau.

Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano mengatakan, pengembangan lintasan Jakarta-Malahayati merupakan bagian dari transformasi layanan ASDP dalam memperkuat ekosistem Long Distance Ferry (LDF) yang lebih efisien, modern, dan terintegrasi.

“Lintasan ini diharapkan menjadi katalis penguatan distribusi logistik nasional sekaligus membuka peluang pertumbuhan perdagangan, pariwisata, dan ekonomi Aceh maupun kawasan barat Indonesia secara lebih luas,” ujar Yossi dalam keterangan resmi, Minggu (24/5/2026).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir dan Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano di Kantor Pusat ASDP, Jakarta, Sabtu (23/5/2026). Penandatanganan itu turut dihadiri jajaran Pemerintah Aceh, direksi, dan manajemen ASDP.

Melalui kolaborasi tersebut, ASDP dan Pemerintah Aceh akan mengembangkan layanan penyeberangan secara berkelanjutan. Ruang kerja samanya mencakup pengoperasian armada kapal, pengelolaan tarif sesuai regulasi, pengembangan fasilitas pelabuhan, promosi pasar pengguna jasa, hingga peningkatan standar keselamatan dan kualitas layanan transportasi penyeberangan.

Penguatan jalur logistik barat Indonesia

Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir menyampaikan, Pemerintah Aceh mendukung penuh keberlanjutan kerja sama tersebut untuk memperluas akses transportasi laut yang terjangkau melalui layanan kapal ferry RoRo. Menurut dia, sinergi antara Pemerintah Aceh dan ASDP menjadi langkah penting agar pembangunan daerah berjalan selaras dengan penguatan konektivitas nasional.

“Kerja sama ini akan membuka berbagai peluang pengembangan baru yang dapat terus dievaluasi dan diperluas demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih komprehensif di masa mendatang,” ujar Nasir.

ASDP menilai pengembangan layanan Long Distance Ferry mampu menciptakan sistem distribusi logistik yang lebih kompetitif. Skema penyeberangan jarak jauh dinilai dapat meningkatkan efisiensi biaya distribusi sekaligus memangkas waktu tempuh logistik.

Yossi menambahkan, langkah tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi ASDP dalam mendukung arahan Presiden RI untuk menurunkan biaya logistik nasional menjadi 8 persen melalui sistem distribusi yang lebih efisien dan berdaya saing.

Layanan penyeberangan Aceh terus tumbuh

Saat ini ASDP melayani tiga lintasan utama di Aceh, yakni Ulee Lheue-Balohan, Ulee Lheue-Lamteung, dan Ulee Lheue-Serapung dengan armada KMP Aceh Hebat 2, KMP BRR, dan KMP Papuyu. Sepanjang Januari hingga April 2026, ASDP Cabang Banda Aceh melayani 128.034 penumpang dan 63.428 kendaraan melalui ketiga lintasan tersebut.

Capaian itu menunjukkan peran transportasi penyeberangan dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Aceh. Di saat yang sama, jalur baru Jakarta-Malahayati disiapkan untuk memperluas manfaat konektivitas yang selama ini dibangun dari layanan penyeberangan di daerah tersebut.

“Ke depan, ASDP berkomitmen terus memperkuat konektivitas nasional melalui layanan transportasi penyeberangan yang modern, terintegrasi, dan berorientasi pada pelayanan publik serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” kata Yossi.

Dalam konteks itu, lintasan Jakarta-Malahayati dipandang bukan sekadar penambahan rute, melainkan bagian dari upaya membangun pola distribusi yang lebih tertata dari sisi waktu, biaya, dan jangkauan layanan. Dengan dukungan pelabuhan, armada, dan promosi pasar yang selaras, jalur ini diharapkan dapat memberi kepastian yang lebih baik bagi pengguna jasa, terutama pelaku logistik yang membutuhkan konektivitas antardaerah secara lebih langsung.

Di sisi lain, penguatan layanan penyeberangan di Aceh juga menunjukkan bahwa kebutuhan mobilitas masyarakat dan pengiriman barang terus bergerak seiring pertumbuhan wilayah. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan ASDP dinilai penting agar pengembangan transportasi laut tidak berhenti pada aspek operasional semata, tetapi juga memberi dampak yang lebih luas terhadap aktivitas ekonomi dan keterhubungan kawasan barat Indonesia.