Teknologi

BGN Nabire Mengembangkan Aplikasi Transparansi MBG untuk Pengawasan Penerima Manfaat

×

BGN Nabire Mengembangkan Aplikasi Transparansi MBG untuk Pengawasan Penerima Manfaat

Sebarkan artikel ini
BGN Nabire Kembangkan Aplikasi Transparansi MBG untuk Pengawasan ke Penerima Manfaat Regional 19 Juni 2026
Ilustrasi: BGN Nabire Kembangkan Aplikasi Transparansi MBG untuk Pengawasan ke Penerima Manfaat

jurnalistik.co.id – Tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, akan diperkuat melalui pengembangan sebuah aplikasi Sistem Informasi Administrasi dan Pengawasan Makan Bergizi Gratis (SIAP MBG). Program ini digagas oleh Badan Gizi Nasional (BGN) Nabire bersama generasi muda Papua untuk mendorong pelaksanaan yang lebih terbuka dan berbasis data.

SIAP MBG dirancang sebagai sarana pendukung agar pelaksanaan MBG dapat berlangsung lebih transparan, akuntabel, dan terukur. Dengan adanya aplikasi tersebut, informasi terkait program diharapkan bisa dipahami publik serta memudahkan pengawasan.

Koordinator Wilayah BGN Nabire, Marsel Asyerem, menilai aplikasi SIAP MBG dapat membuat program MBG tertata lebih baik. Ia menyebut pengawasan yang dihadirkan lewat aplikasi juga dapat dilihat langsung oleh masyarakat.

“Kami optimistis dengan karya asli anak Papua ini. Transparansi yang dihadirkan akan membuat tata kelola MBG menjadi lebih baik,” kata Marsel dalam keterangan tertulis, Kamis (18/6/2026). Pernyataan tersebut menekankan bahwa keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam perbaikan pengelolaan program di lapangan.

Selain untuk memantau distribusi program, SIAP MBG juga dilengkapi fitur pemantauan kesehatan siswa. Fitur ini disiapkan untuk mendukung deteksi dini stunting dan malnutrisi.

Melalui sistem tersebut, kondisi kesehatan siswa diharapkan dapat dipantau secara berkala. Langkah ini dimaksudkan agar potensi stunting maupun malnutrisi dapat dideteksi lebih awal dan menjadi dasar pengambilan langkah penanganan.

“Melalui aplikasi ini, kondisi kesehatan siswa dapat dipantau secara berkala sehingga potensi stunting maupun malnutrisi dapat dideteksi lebih awal dan menjadi dasar pengambilan langkah penanganan,” kata Marsel dikutip dari Antara.

Pada saat yang sama, Marsel juga menyoroti pentingnya integrasi dalam pengawasan. Ia mengatakan sistem yang terhubung memungkinkan pelaksanaan MBG dipantau lebih efektif, sehingga manfaat program lebih terasa oleh siswa dan masyarakat.

“Dengan sistem yang terintegrasi, pelaksanaan program MBG dapat dipantau lebih efektif sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh siswa dan masyarakat,” tuturnya.

Transparansi dan pengawasan berbasis data

Menurut konsep SIAP MBG, pengawasan tidak berhenti pada pemantauan distribusi semata. Aplikasi ini juga diarahkan untuk membantu memastikan program berjalan sesuai kebutuhan dan dapat ditindaklanjuti melalui data yang tersedia.

Keberadaan fitur pemantauan kesehatan siswa dipandang sebagai elemen yang memperkuat pengawasan. Deteksi dini menjadi faktor yang diharapkan membantu mempercepat proses penanganan ketika ditemukan potensi gangguan gizi pada siswa.

Dengan pendekatan tersebut, pengelolaan MBG diharapkan tidak hanya menekankan pelaksanaan program, tetapi juga memperhatikan dampak yang dapat dirasakan dari waktu ke waktu. Pengawasan yang lebih rapi dan informasi yang lebih mudah diakses menjadi bagian dari tujuan penguatan program di Nabire.

Dashboard peta digital

Pengembangan SIAP MBG juga disertai tampilan pemantauan yang memanfaatkan pendekatan spasial. Developer aplikasi SIAP MBG, Azrulah Kainage, menjelaskan bahwa aplikasi dilengkapi dashboard pemantauan berbasis peta digital atau geospasial.

“Lewat fitur ini, masyarakat dapat melihat langsung daftar perencanaan, keuangan, serta lokasi pendistribusian MBG,” ucap Azrulah. Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa dashboard diarahkan agar informasi program dapat dipahami secara lebih langsung melalui data berbasis lokasi.

Dengan tampilan geospasial, daftar perencanaan dan informasi keuangan dapat ditampilkan secara terstruktur. Sementara itu, lokasi pendistribusian MBG diharapkan bisa dipetakan sehingga memudahkan pengawasan dari sisi distribusi.

Aplikasi SIAP MBG juga disebut akan segera diluncurkan. Pengelolaannya diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan seiring kebutuhan pengawasan yang semakin menuntut transparansi.

Azrulah menyampaikan bahwa SIAP MBG diharapkan tidak hanya diterapkan di daerah, tetapi juga dapat menjadi percontohan di tingkat nasional. Harapan tersebut merefleksikan posisi aplikasi sebagai model yang dapat diadaptasi oleh wilayah lain.

Melalui SIAP MBG, BGN Nabire berupaya menghadirkan tata kelola MBG yang lebih terbuka, terintegrasi, dan dapat diawasi secara lebih efektif. Penguatan program ini sekaligus menjadi upaya untuk memastikan manfaat MBG benar-benar sampai dan dirasakan oleh siswa serta masyarakat.