Bisnis & Ekonomi

BRIN dan PTPN IV PalmCo Matangkan Bio-CBG dari Limbah Sawit sebagai Pengganti LPG

0
×

BRIN dan PTPN IV PalmCo Matangkan Bio-CBG dari Limbah Sawit sebagai Pengganti LPG

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kembaran Hijau Gas Alam Siap Jadi Pengganti LPG

jurnalistik.co.id – Upaya mencari sumber energi alternatif pengganti LPG kini mengarah ke sektor perkebunan sawit. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama PTPN IV PalmCo, Sub Holding PTPN III (Persero), tengah mematangkan kajian pengembangan Bio-Compressed Biomethane Gas (Bio-CBG), yakni gas biomethana berbasis limbah sawit yang diklaim memiliki kualitas setara dengan gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG).

Inisiatif ini menjadi salah satu langkah yang dilihat sebagai jalan untuk mengubah limbah sawit dari persoalan lingkungan menjadi sumber energi baru. Di saat kebutuhan energi terus menjadi perhatian, pemanfaatan limbah perkebunan dinilai membuka ruang bagi pengembangan energi bernilai tambah tinggi.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K Santosa, mengatakan pengembangan Bio-CBG masuk dalam strategi jangka panjang perusahaan untuk mengoptimalkan limbah sawit menjadi energi yang punya nilai ekonomi. Menurut dia, pendekatan terhadap limbah sawit kini tidak lagi semata-mata dilihat sebagai beban pengelolaan.

“Sekarang pendekatannya berubah. Limbah justru bisa menjadi sumber energi baru yang bernilai ekonomi sekaligus mendukung ketahanan energi nasional,” kata Jatmiko dalam keterangannya dikutip Rabu (27/5/2026).

Melalui kerja sama dengan BRIN, proyek ini difokuskan pada dua sumber utama dari aktivitas pabrik kelapa sawit. Pertama, limbah cair pabrik kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME). Kedua, biomassa tandan kosong yang juga dihasilkan dari proses pengolahan sawit.

Kedua material tersebut kemudian diolah menjadi biomethana berkadar tinggi. Setelah itu, gas hasil olahan dimurnikan sampai memenuhi spesifikasi yang menyerupai gas bumi. Tahap ini menjadi bagian penting agar Bio-CBG dapat mendekati karakteristik gas alam terkompresi yang selama ini dikenal luas sebagai CNG.

BRIN dan PTPN IV PalmCo sama-sama menempatkan kajian ini sebagai bagian dari upaya memaksimalkan potensi sawit bukan hanya dari sisi komoditas, tetapi juga dari sisi energi. Dengan begitu, limbah yang selama ini identik dengan urusan pengelolaan dapat diarahkan menjadi produk yang lebih produktif.

Jatmiko menegaskan bahwa arah pengembangan tersebut sejalan dengan kebutuhan perusahaan untuk memperbesar manfaat ekonomi dari limbah sawit. Pada saat yang sama, proyek ini juga ditautkan dengan tujuan yang lebih luas, yakni mendukung ketahanan energi nasional.

Bio-CBG sendiri diposisikan sebagai salah satu bentuk pemanfaatan energi terbarukan berbasis biomassa. Dalam konteks kajian yang sedang dimatangkan BRIN dan PalmCo, bahan baku dari sektor sawit menjadi titik masuk untuk menghasilkan gas biomethana yang lebih bernilai dan dapat diarahkan pada penggunaan energi alternatif.

Pengolahan POME dan biomassa tandan kosong menjadi biomethana berkadar tinggi menunjukkan bahwa limbah perkebunan sawit menyimpan potensi yang selama ini belum sepenuhnya dimanfaatkan. Dari sisi perusahaan, pengembangan ini juga memperlihatkan perubahan cara pandang terhadap limbah, dari yang semula dipandang sebagai masalah menjadi peluang.

Dengan kajian yang terus dimatangkan, Bio-CBG diharapkan bisa menjadi salah satu opsi yang diperhitungkan dalam pengembangan energi alternatif berbasis sumber daya lokal. Pada tahap ini, fokus utamanya adalah memastikan limbah sawit dapat diolah menjadi gas biomethana yang memenuhi kualitas setara dengan gas alam terkompresi.

Dalam konteks itu, pengembangan Bio-CBG tidak hanya dipandang sebagai proyek riset, tetapi juga sebagai upaya membangun rantai nilai baru dari sumber daya yang selama ini kerap dianggap sisa produksi. Ketika limbah sawit dapat diolah menjadi energi yang lebih bersih dan bernilai guna, ruang pemanfaatannya menjadi jauh lebih luas, baik bagi perusahaan maupun bagi kebutuhan energi nasional.

Karena masih berada pada tahap kajian yang dimatangkan bersama BRIN, arah proyek ini tetap bertumpu pada pembuktian bahwa material dari pabrik kelapa sawit benar-benar bisa diolah secara efektif menjadi biomethana berkualitas tinggi. Jika pengolahan itu berjalan sesuai harapan, Bio-CBG berpotensi menjadi contoh bagaimana limbah perkebunan dapat diubah menjadi sumber energi alternatif yang lebih strategis.