jurnalistik.co.id – Instalasi pembangkit listrik tenaga surya baru di China kembali melemah pada April dan menandai penurunan selama empat bulan berturut-turut. Data terbaru itu memperlihatkan bahwa permintaan domestik di negara tersebut masih berada di bawah tekanan, meski kapasitas yang ditambahkan bulan lalu sedikit lebih tinggi dibandingkan Maret.
Menurut data dari Administrasi Energi Nasional atau NEA, China menambahkan 9,52 gigawatt kapasitas tenaga surya pada April. Angka itu memang lebih besar dibandingkan 8,91 gigawatt pada Maret, tetapi masih jauh lebih rendah ketimbang capaian pada periode yang sama tahun lalu, ketika penambahan mencapai 45,22 gigawatt.
Perbandingan tahunan itu memperlihatkan jurang yang sangat lebar. Pada April tahun lalu, penambahan kapasitas terjadi dalam skala besar setelah perubahan kebijakan memicu lonjakan instalasi. Kondisi tersebut berbeda dengan situasi saat ini, ketika laju pemasangan terus melandai dari bulan ke bulan.
Perlambatan yang dimulai sejak awal tahun ini mencerminkan melemahnya permintaan domestik setelah bertahun-tahun sektor energi terbarukan di China berkembang pesat. Tren tersebut menjadi sinyal bahwa pasar panel surya di dalam negeri tidak lagi sekencang sebelumnya, setidaknya dalam fase yang tercatat sepanjang empat bulan terakhir.
Tekanan itu tidak hanya terlihat di sisi instalasi pembangkit baru. Sektor manufaktur juga menunjukkan gejala serupa. Produksi sel surya turun 26% pada April, menurut data yang dirilis Biro Statistik Nasional pekan lalu. Penurunan produksi ini memperkuat gambaran bahwa pelemahan tidak berdiri sendiri, melainkan merambat ke rantai industri di belakangnya.
Secara keseluruhan, data April menempatkan industri surya China dalam fase yang lebih lambat dibandingkan periode ekspansi sebelumnya. Kenaikan bulanan dari Maret ke April memang ada, tetapi belum cukup untuk mengubah arah tren yang masih menunjukkan pelemahan beruntun.
Dengan tambahan 9,52 gigawatt pada April, pasar panel surya China belum kembali ke level yang pernah terlihat tahun lalu. Saat itu, capaian bulanan melampaui 45 gigawatt dan mencerminkan dorongan kebijakan yang sangat kuat. Kini, angka yang jauh lebih kecil menunjukkan bahwa dorongan tersebut belum kembali dalam skala yang sama.
Situasi ini juga memberi gambaran bahwa permintaan domestik di China sedang menyesuaikan diri setelah periode ekspansi yang panjang. Ketika instalasi baru melambat dan produksi sel surya ikut terkoreksi, industri menghadapi fase yang lebih hati-hati dibandingkan sebelumnya.
Bagi pasar energi bersih global, perkembangan di China tetap penting karena negara itu merupakan salah satu pusat utama pertumbuhan tenaga surya dunia. Karena itu, setiap perubahan dalam laju instalasi dan produksi di sana kerap menjadi barometer arah industri secara lebih luas.
Meski data April menunjukkan sedikit kenaikan dibandingkan Maret, angka tersebut belum cukup untuk menandai pembalikan tren. Sebaliknya, data itu justru menegaskan bahwa pelemahan masih berlangsung dan permintaan domestik belum pulih sepenuhnya.
Dalam konteks yang lebih luas, melemahnya instalasi panel surya dan turunnya produksi sel surya menggambarkan tantangan yang sedang dihadapi sektor ini setelah bertahun-tahun mengalami pertumbuhan cepat. April menjadi bulan keempat berturut-turut ketika penambahan kapasitas tenaga surya baru di China bergerak turun, sebuah sinyal yang menunjukkan pasar masih mencari titik keseimbangannya.
Jika dibandingkan dengan pola tahun lalu, penambahan bulan April kali ini terlihat jauh lebih hati-hati. Lonjakan besar yang pernah terjadi tidak lagi muncul, sementara laju pertumbuhan yang tersisa lebih menunjukkan penyesuaian pasar ketimbang akselerasi baru. Ini membuat arah industri surya China tampak lebih tenang, tetapi juga lebih rapuh.
Karena itu, data April tidak hanya mencatat perlambatan pada satu bulan tertentu, melainkan juga mengisyaratkan bahwa fase ekspansi cepat sedang kehilangan tenaga. Selama instalasi baru belum kembali menguat dan produksi di sektor hulu masih tertekan, pemulihan pasar kemungkinan akan berjalan bertahap, bukan melonjak seperti sebelumnya.












