jurnalistik.co.id – Pelatih Ekuador, Sebastian Beccacece, menegaskan harapan timnya untuk melaju ke babak gugur Piala Dunia 2026 masih terbuka penuh meski ditahan imbang 0-0 oleh Curacao pada laga Grup E.
Pertandingan tersebut berlangsung Minggu (21/6/2026) pagi WIB. Bagi Ekuador, hasil seri ini menjadi pukulan lanjutan setelah pada pertandingan pembuka mereka tumbang 0-1 dari Pantai Gading.
Dengan catatan itu, La Tri kini hanya mengoleksi satu poin dari dua laga dan berada dalam situasi sulit untuk memastikan tiket ke babak 32 besar. Tekanan makin terasa karena pada laga terakhir fase grup, Ekuador harus menghadapi Jerman.
Laga penentuan tersebut dijadwalkan pada Kamis mendatang di New Jersey. Meski menghadapi jadwal berat, Beccacece menyatakan tidak menyerah dan tetap menargetkan pencapaian yang diinginkan timnya.
“Kehidupan mengajarkan saya bahwa Anda harus selalu terus bekerja, selalu belajar, dan tantangan bisa menjadi peluang,” kata Beccacece, mengutip pernyataan yang disampaikan melalui Reuters. Ia juga menilai rasa sakit dan kekecewaan setelah hasil seperti ini adalah hal yang wajar.
Namun, pelatih asal Argentina itu menekankan bahwa perjuangan belum selesai. “Namun, semuanya belum berakhir. Kami masih memiliki sekitar 100 menit pertandingan di depan dan kami akan berusaha mencapai tujuan kami,” tambahnya.
Ekuador sendiri tampil dominan sepanjang pertandingan melawan Curacao. Peluang demi peluang diciptakan, tetapi upaya mereka selalu mentok di kiper veteran, Eloy Room, yang tampil sebagai benteng kokoh.
Room, yang berusia 37 tahun, membukukan 15 penyelamatan. Penampilan tersebut membuatnya terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan, sekaligus menjadi salah satu momen paling berkesan di Piala Dunia 2026 sejauh ini.
Dominasi Ekuador juga tampak dari jumlah percobaan tembakan. Sepanjang laga, mereka melepaskan 28 tembakan, tetapi tidak satu pun mampu mengubah papan skor menjadi keunggulan.
Beccacece menyoroti kontras antara usaha tim dan hasil akhir. “Ada hal-hal dalam sepak bola yang tidak bisa dijelaskan. Apa pun yang saya katakan mungkin justru kontraproduktif. Kami ingin menang, tetapi tidak berhasil. Saya yang bertanggung jawab atas hasil ini,” ujarnya.
Hasil imbang yang gagal mengantarkan kemenangan terasa semakin mengecewakan karena Ekuador datang ke turnamen dengan modal penampilan yang solid. Sebelum Piala Dunia dimulai, mereka mencatat 19 pertandingan beruntun tanpa kekalahan.
Di fase kualifikasi zona Amerika Selatan, Ekuador juga finis sebagai runner-up, hanya berada di belakang juara bertahan dunia, Argentina. Namun, ketika berhadapan dengan Pantai Gading pada laga pertama, mereka sempat mendominasi permainan, tetapi tetap gagal mengonversi peluang menjadi gol.
Meski kembali belum meraih kemenangan, Beccacece tetap membela performa anak asuhnya. “Tim ini pantas mendapatkan hasil yang lebih baik daripada yang mereka peroleh,” ucapnya.
Kini, langkah Ekuador berada di tangan mereka sendiri. Pada laga terakhir fase grup, mereka perlu mengalahkan Jerman sambil berharap hasil pertandingan lain berjalan menguntungkan agar mimpi tampil di fase gugur tetap bisa dijaga.
Meski skor tidak bergerak, jalannya laga memberi gambaran yang jelas: Ekuador tampil menguasai alur permainan dan terus menekan, sementara Curacao bertahan rapat dengan mengandalkan kiper sebagai sosok kunci. Dari banyaknya peluang yang diciptakan, tak ada yang akhirnya menjadi gol. Kondisi ini membuat hasil 0-0 terasa tidak hanya mengecewakan, tetapi juga menegaskan bahwa selisih di lapangan ditentukan oleh detail kecil yang mampu dipatahkan dengan baik.
Bagi Beccacece, situasi yang tertahan imbang itu tidak lepas dari tanggung jawab seluruh tim, termasuk dirinya sebagai pelatih. Ia menilai ada proses yang harus dijalani saat menghadapi hasil yang tidak sesuai harapan, sekaligus mengubahnya menjadi bahan belajar menjelang pertandingan berikutnya. Dengan persaingan Grup E yang masih sangat terbuka, Ekuador kini harus memusatkan fokus pada duel terakhir melawan Jerman, sambil tetap menunggu faktor pendukung dari pertandingan lain agar peluang ke fase gugur tetap terjaga.












