Hukum & Kriminal

Dua Anggota Brimob Polda Banten Diduga Dianiaya Debt Collector saat Penarikan Paksa Mobil di Serang

0
×

Dua Anggota Brimob Polda Banten Diduga Dianiaya Debt Collector saat Penarikan Paksa Mobil di Serang

Sebarkan artikel ini
Dua Anggota Brimob Polda Banten Jadi Korban Penganiayaan Diduga Debt Collector Regional 3 Juni 2026
Ilustrasi: Dua Anggota Brimob Polda Banten Jadi Korban Penganiayaan Diduga Debt Collector

jurnalistik.co.id – SERANG — Dua anggota Brimob Polda Banten menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh debt collector saat penarikan paksa kendaraan di Jalan Raya Serang-Cilegon, Taktakan, Kota Serang, pada Selasa (2/6/2026) malam. Kedua korban adalah Bripda MFD dan Bripda AY, yang mengalami luka di kepala dan lengan setelah kejadian itu berlangsung.

Keduanya kemudian mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara dan RSDP Serang. Peristiwa tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Hutapea, yang menjelaskan bahwa insiden itu bermula dari informasi mengenai sejumlah orang yang diduga sebagai matel atau debt collector yang melakukan penarikan paksa kendaraan milik anggota Brimob.

“Tadi malam diawali adanya informasi beberapa orang yang diduga sebagai matel atau debt collector yang melakukan penarikan paksa kendaraan milik anggota kita dari personel Brimob,” kata Maruli kepada wartawan di kantornya, Rabu (3/6/2026). Dari keterangan itu, terlihat bahwa peristiwa bermula dari upaya menarik kendaraan secara paksa, lalu berujung pada bentrokan di lokasi kejadian.

Maruli menyebut, saat penarikan paksa mobil anggota polisi itu terjadi, suasana langsung memanas dan memicu percekcokan. Dalam situasi tersebut, salah satu pelaku disebut mengambil senjata tajam dan menyerang korban, sehingga penganiayaan tak terhindarkan.

“Kejadian tarik-menarik mobil, kemudian ada turun debt collector sekitar 11 orang, kemudian dilakukan penganiayaan, pembacokan di sekitaran sana,” ujar Maruli. Keterangan ini menunjukkan bahwa jumlah orang yang diduga terlibat tidak sedikit, dan konflik di lapangan berkembang cepat dari tarik-menarik kendaraan menjadi serangan yang melukai dua anggota Brimob tersebut.

Mengetahui rekan mereka menjadi korban, tujuh anggota polisi lain kemudian melakukan pengejaran. Upaya itu membuahkan hasil setelah dua orang yang diduga terlibat berhasil diamankan di sekitar Serang Barat, tepatnya ketika mereka masih membawa mobil yang dipakai dalam peristiwa tersebut.

“Datang teman-temannya (korban) dikejar itu mengarah ke Serang Barat. Jadi pelaku dapat itu beserta dengan mobilnya mendekati pintu tol Serang Barat. Serang Barat berarti arah ke sana ya, arah Cilegon,” kata dia. Dari penjelasan itu, polisi menyebut pengejaran berlangsung hingga ke arah pintu tol Serang Barat, sebelum akhirnya dua orang berhasil ditangkap.

Dua pelaku itu berinisial FN dan YSB. Keduanya kemudian dibawa untuk ditindaklanjuti oleh tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Banten, sementara mobil yang sempat dibawa kabur juga berhasil diamankan dan kini berada di Polda.

“Kita berhasil mengamankan pelaku setelah mengejar yang bersangkutan lari, dikejar, diamankan. Mobil yang dibawa lari pun kita berhasil amankan. Sekarang mobilnya ada di Polda,” ujar Maruli. Dengan demikian, penyelidikan atas dugaan penganiayaan itu kini berlanjut, sementara kondisi dua anggota Brimob yang menjadi korban telah mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa ini sekaligus menjadi perhatian karena melibatkan aparat kepolisian yang sedang menjalankan aktivitas sehari-hari, lalu berhadapan dengan penarikan paksa kendaraan yang berujung kekerasan. Sampai saat ini, Polda Banten telah mengamankan dua orang yang diduga terlibat, serta memastikan kendaraan yang dibawa dalam kejadian itu juga sudah berada dalam penguasaan kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Rangkaian kejadian itu memperlihatkan betapa cepat situasi berubah dari urusan penarikan kendaraan menjadi tindak kekerasan yang merugikan banyak pihak. Karena itu, penanganan perkara kini menjadi fokus utama agar duduk persoalan bisa dipastikan secara terang, termasuk peran masing-masing orang yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

Di sisi lain, pengamanan terhadap dua terduga pelaku serta kendaraan yang sempat dibawa pergi menjadi langkah penting untuk menjaga proses pemeriksaan tetap berjalan. Dengan barang bukti dan para terduga sudah berada dalam penguasaan polisi, penyelidikan berikutnya diharapkan dapat mengurai kronologi kejadian secara lebih jelas dan menyeluruh.