Peristiwa

Dua Taksi Hijau Saling Tabrak di PIK Jakut, Berawal dari Nyalip Antrean

0
×

Dua Taksi Hijau Saling Tabrak di PIK Jakut, Berawal dari Nyalip Antrean

Sebarkan artikel ini
Dua Taksi Hijau Saling Tabrak di PIK Jakut, Berawal dari Nyalip Antrean News 5 Juni 2026
Ilustrasi: Dua Taksi Hijau Saling Tabrak di PIK Jakut, Berawal dari Nyalip Antrean

jurnalistik.co.id – Dua mobil taksi hijau terlibat tabrakan di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat (5/6/2026) dini hari. Peristiwa itu berawal dari nyalip antrean sebelum kemudian berkembang menjadi insiden di beberapa titik di area PIK.

Kepala Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Utara, Rudy Saptari, menjelaskan bahwa kejadian bermula berdasarkan informasi yang diterima pihaknya dari security PIK. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.14 WIB.

Rudy menyebut insiden bermula saat seorang pengemudi berinisial KF menjemput penumpang di area Rukan Soho Ebony Blok B (Alexa). Setelah itu, muncul situasi yang membuat salah satu sopir taksi lain terlibat dalam konflik di lokasi.

Menurut Rudy, saat dikonfirmasi, KF berhubungan dengan sopir taksi lain berinisial AIH yang juga berada di antrean. Rudy menuturkan KF menyampaikan, “Tiba-tiba dari belakang saudara AIH (sopir taksi lainnya) menerobos antrean,” kata dia saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat.

Rudy melanjutkan bahwa setelah kejadian di awal konflik, KF turun dari mobil dan menegur sekaligus memukul pipi AIH. Usai insiden tersebut, KF langsung meninggalkan lokasi dengan mobilnya.

Setelah KF meninggalkan area, Rudy menyebut terjadi aksi kejar-kejaran. “Sesampainya di area Jalan Pejapi, Simpang Empat Gate 2, di depan proyek Palm Beach, kendaraan AIH menabrak dari belakang kendaraan KF sehingga terjadilah laka lantas,” ujar Rudy.

Rudy mengatakan KF kemudian tidak terima atas kejadian tersebut dan memilih menyalip serta menabrak taksi yang dikendarai AIH. Dari rangkaian itu, tabrakan kedua terjadi setelah insiden awal diikuti kontak kendaraan di lokasi-lokasi yang disebutkan.

Meski sempat berselisih, Rudy menyampaikan bahwa kedua sopir taksi akhirnya memilih berdamai. “Infonya mereka berdamai,” tambah Rudy setelah ditangani oleh pihak security kawasan PIK.

Peristiwa yang dipicu nyalip antrean ini menunjukkan bagaimana konflik kecil di jalan dapat berkembang menjadi tabrakan beruntun di titik-titik berbeda. Dengan adanya penanganan dari pihak keamanan kawasan, kedua pihak kemudian menyepakati penyelesaian di luar proses yang lebih panjang.

Dalam keterangan yang disampaikan ke publik, Sudinhub Jakarta Utara menekankan bahwa pihaknya memperoleh informasi awal dari security kawasan PIK. Dari informasi tersebut, insiden mulai terdeteksi pada dini hari, tepatnya sekitar pukul 04.14 WIB, ketika dinamika di antrean kendaraan mulai memicu ketegangan antar pengemudi di area PIK.

Sebelum kontak fisik maupun tabrakan beruntun terjadi, kejadian bermula dari proses penjemputan penumpang oleh pengemudi berinisial KF di Rukan Soho Ebony Blok B (Alexa). Setelah penjemputan berlangsung, situasi kemudian berubah dan memunculkan konflik dengan sopir taksi lain berinisial AIH yang saat itu juga berada dalam antrean di lokasi yang sama.

Konflik awal tidak berhenti pada perselisihan di tempat. Setelah KF turun dari kendaraannya dan menegur sekaligus memukul bagian pipi AIH, KF memilih meninggalkan area. Namun, setelah KF pergi, Rudy menyebut bahwa ketegangan berlanjut menjadi aksi saling kejar-kejaran yang kemudian berujung pada kontak kendaraan di ruas yang disebut sebagai Jalan Pejapi, khususnya di depan proyek Palm Beach pada Simpang Empat Gate 2.

Rangkaian peristiwa tersebut memperlihatkan bahwa rangkaian tindakan saling mendahului dan respons di lokasi dapat memperbesar risiko kecelakaan lalu lintas. Pada akhirnya, setelah kedua pihak sempat berselisih, mereka memilih berdamai. Rudy menyatakan penyelesaian dilakukan setelah penanganan dari security kawasan PIK, sehingga konflik tidak berlanjut menjadi proses yang lebih panjang.