jurnalistik.co.id – Kabar mengejutkan datang dari Kota Padang setelah mantan penjaga gawang Semen Padang FC, Guruh Guwino, dilaporkan ikut menjadi korban dalam insiden peluru nyasar di depan Gedung Rektorat Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (2/6/2026) sore dan sempat menyita perhatian karena melibatkan seorang mantan pesepak bola profesional yang pernah membela klub berjuluk Kabau Sirah tersebut.
Informasi mengenai keterlibatan Guruh dalam insiden itu dibenarkan oleh Komisaris Semen Padang FC, Bradity Maulevy. Ia memastikan bahwa Guruh memang pernah menjadi bagian dari klub tersebut, tepatnya di akademi Semen Padang FC pada 2020 sebagai seorang kiper. Pengakuan itu memperkuat kabar bahwa sosok yang turut menjadi korban dalam kejadian di kawasan kampus UNP tersebut bukan orang asing bagi lingkungan sepak bola Sumatera Barat.
“Iya benar, Guruh Guwino adalah bagian dari klub (akademi) kami pada tahun 2020. Posisinya sebagai kiper,” ujar Maulevy saat dihubungi Kompas.com.
Maulevy menjelaskan bahwa Guruh merupakan penjaga gawang yang memperkuat skuad Elite Pro Academy (EPA) Semen Padang FC pada musim 2020-2021. Setelah itu, kariernya berlanjut ke sejumlah klub di kompetisi domestik. Pada 2021, Guruh dipinjamkan ke Karo United dan bersama klub tersebut ia berhasil membawa Karo United menjuarai Liga 3 serta promosi ke Liga 2.
Setelah masa peminjaman itu, Guruh tercatat tetap aktif bermain sepak bola. Saat ini, ia disebut membela klub Liga 4, Persitas Tasikmalaya. Rekam jejak itu menunjukkan bahwa Guruh masih berada di jalur karier sepak bola setelah sempat menimba pengalaman di akademi Semen Padang FC dan kemudian melanjutkan kiprah di beberapa klub lain.
Dalam insiden di depan Gedung Rektorat UNP itu, diketahui ada dua korban yang mengalami luka tembak akibat peluru nyasar. Selain Guruh, korban lainnya adalah Nova Wirantika (25), mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial UNP. Keduanya disebut menjadi korban pada saat kejadian berlangsung di kawasan kampus pada Selasa sore.
Akibat peristiwa tersebut, Nova mengalami luka pada paha kiri setelah selongsong peluru bersarang di bagian tubuhnya. Kondisi itu membuatnya perlu mendapat tindakan medis. Sementara Guruh juga ikut terdampak dalam insiden yang sama, sehingga keduanya kemudian menjalani penanganan kesehatan untuk memastikan kondisi mereka pulih.
Kapendam XX/Tuanku Imam Bonjol, Letkol Kav Taufiq, mengatakan saat ini kondisi kedua korban sudah membaik. Ia menyebut pihak keluarga juga telah mendampingi keduanya setelah menjalani perawatan medis. Meski begitu, keduanya masih dirawat di ruang rawat inap untuk mempercepat pemulihan.
Taufiq menegaskan bahwa biaya perawatan korban hingga pulih menjadi tanggung jawab pihaknya. Ia menyampaikan komitmen itu sebagai bentuk tanggung jawab atas peristiwa yang terjadi. “Ini bentuk komitmen kami. Kami akan bertanggung jawab penuh pada kondisi kesehatan korban,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan kampus dan keluarga terkait komitmen penanganan tersebut. Di sisi lain, manajemen Semen Padang FC menyatakan rasa simpati yang mendalam atas musibah yang dialami Guruh. Maulevy berharap mantan pemain akademi klub itu bisa segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa.
“Kami dari manajemen SPFC turut prihatin atas peristiwa yang menimpa Guruh. Kami berharap ia bisa segera pulih dan kembali beraktivitas,” tutur Maulevy. Insiden ini pun menambah perhatian publik terhadap keamanan di sekitar kampus, terlebih karena salah satu korbannya adalah sosok yang pernah membela tim sepak bola daerah dan sedang menjalani aktivitas seperti biasa di luar lapangan.










