jurnalistik.co.id – JAKARTA — Sebagian analis memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih rawan melemah pada perdagangan Jumat (29/5/2026), seiring sentimen pasar yang cenderung berhati-hati menjelang libur dan rebalancing MSCI. Proyeksi ini muncul setelah IHSG pada perdagangan Selasa (26/5/2026) ditutup melemah di level 6.130, meski sempat bergerak menguat pada awal sesi.
Dalam risetnya, Phintraco Sekuritas menilai kondisi teknikal IHSG masih belum sepenuhnya meyakinkan untuk membangun penguatan yang lebih solid. Pergerakan stochastic RSI disebut masih menunjukkan reversal ke arah pivot, sementara penyempitan histogram negatif MACD terus berlanjut.
Potensi bergerak di area 6.000-6.200
Berdasarkan pembacaan teknikal itu, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpeluang bergerak di kisaran 6.000-6.200. Rentang tersebut mencerminkan pasar yang masih mencoba mencari arah, di tengah tekanan jual yang belum sepenuhnya hilang dan dorongan beli yang belum cukup kuat untuk membawa indeks lepas dari zona rawan koreksi.
“Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi bergerak di kisaran 6.000-6.200,” kata Phintraco Sekuritas dalam risetnya, dikutip Jumat (29/5/2026). Pernyataan itu menegaskan bahwa pasar masih memerlukan katalis yang lebih jelas agar dapat bergerak lebih stabil.
Menurut riset tersebut, salah satu pemicu pelemahan indeks datang dari aksi ambil untung atau profit taking. Perilaku ini dinilai wajar muncul ketika pelaku pasar memilih mengamankan keuntungan yang sudah terbentuk, terutama saat menjelang periode libur.
Selain profit taking, rebalancing MSCI juga disebut menjadi salah satu faktor yang membuat IHSG rentan tertekan. Dalam situasi seperti ini, pasar cenderung lebih sensitif terhadap perubahan komposisi dan penyesuaian portofolio yang mengikuti agenda rebalancing tersebut.
Pasar cenderung hati-hati
Gabungan antara profit taking dan rebalancing MSCI membuat ruang penguatan IHSG menjadi lebih terbatas. Alhasil, pasar bergerak dengan kecenderungan defensif, sementara pelaku pasar menunggu kepastian arah yang lebih kuat sebelum menambah eksposur di saham.
Kondisi ini juga tercermin dari pola pergerakan indeks yang sebelumnya sempat menguat pada awal sesi, tetapi kemudian berbalik dan mengakhiri perdagangan di zona merah. Pergeseran arah tersebut memperlihatkan bahwa tekanan jual masih cukup mudah muncul ketika indeks mendekati level tertentu.
Di tengah situasi itu, perhatian pasar pada Jumat (29/5/2026) masih akan tertuju pada apakah IHSG mampu bertahan di atas area psikologis terdekat atau justru kembali menguji batas bawah kisaran yang diperkirakan analis. Selama sentimen teknikal belum membaik, ruang koreksi masih terbuka.
Dengan proyeksi tersebut, perdagangan hari ini dipandang sebagai fase penting untuk menilai apakah IHSG mampu menahan tekanan jangka pendek atau justru melanjutkan pola pelemahan yang muncul pada perdagangan sebelumnya. Sinyal dari indikator teknikal menjadi salah satu acuan utama untuk membaca arah pasar dalam sesi hari ini.
Dalam kondisi seperti ini, pelaku pasar tampaknya akan lebih selektif dalam membaca peluang, terutama karena tanda-tanda pemulihan belum cukup kuat untuk mendorong perubahan tren secara meyakinkan. Selama tekanan jual masih sesekali muncul dan indikator teknikal belum memberi konfirmasi yang lebih solid, penguatan yang terjadi berisiko tetap bersifat terbatas dan mudah terkoreksi kembali.
Rentang 6.000-6.200 juga bisa dipahami sebagai area yang mencerminkan tarik-menarik antara kehati-hatian dan upaya indeks untuk bertahan. Selama IHSG belum mampu keluar dari kisaran tersebut dengan dorongan yang lebih mantap, pasar kemungkinan masih akan menganggap setiap kenaikan sebagai bagian dari fase uji coba, bukan sebagai awal penguatan yang benar-benar baru.
Karena itu, arah perdagangan Jumat (29/5/2026) akan banyak ditentukan oleh kemampuan indeks menjaga stabilitas sepanjang sesi. Jika tekanan dari profit taking dan rebalancing MSCI masih dominan, maka peluang pergerakan yang lebih lincah ke atas akan tetap terbatas. Sebaliknya, bila tekanan mereda, IHSG setidaknya berpeluang bergerak lebih tenang meski belum tentu langsung keluar dari zona rawan koreksi.












