jurnalistik.co.id – Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti memastikan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh setelah insiden ambulans terhambat kemacetan akibat konvoi pesilat dalam kegiatan pengesahan anggota baru perguruan silat di Karanganyar, Jawa Tengah. Insiden itu berujung pada meninggalnya Hadi Sukat, 60 tahun.
Arman menyebut pasien yang mengalami sesak napas dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di Puskesmas Karangpandan pada Sabtu, 20 Juni 2026. Proses menuju fasilitas kesehatan terhambat karena ambulans yang membawa pasien ikut tersendat saat lalu lintas macet akibat iring-iringan konvoi.
Menurut Arman, kepolisian sebelumnya telah menggelar rapat koordinasi dengan tim pengamanan internal perguruan silat menjelang pelaksanaan pengesahan anggota baru. Kegiatan pengamanan disebut melibatkan 750 personel gabungan dari kepolisian dan unsur terkait lainnya.
Dalam persiapan itu, kepolisian juga mempertimbangkan jumlah peserta yang mengikuti prosesi pengesahan, yang tercatat sekitar 730 orang. Arman mengatakan jalannya acara pada dasarnya berlangsung relatif tertib. Namun, fokus perhatian petugas di lapangan dinilai lebih banyak tertuju pada pelaksanaan kegiatan utama.
Evaluasi juga menyasar pergerakan massa
Arman menilai pergerakan massa penggembira atau pengombyong yang datang dari Karanganyar maupun luar daerah merupakan aspek yang perlu mendapat perhatian lebih dalam evaluasi mendatang. Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut menjadi bahan penilaian agar mekanisme pengamanan dan pengaturan arus kendaraan tidak hanya berjalan pada saat prosesi berlangsung, tetapi juga mengantisipasi dinamika di luar agenda inti.
Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Hadi Sukat. “Kami mengucapkan belasungkawa kepada keluarga Hadi Sukat atas kejadian kemarin. Kita juga akan melaksanakan beberapa evaluasi,” kata Arman pada Senin, 22 Juni 2026.
Arman juga menjelaskan langkah antisipasi yang telah dilakukan. Petugas, kata dia, menempatkan pengamanan di sejumlah titik jalan. Selain itu, peserta kegiatan diminta segera kembali ke rumah masing-masing setelah acara selesai guna menghindari munculnya iring-iringan kendaraan di jalan raya.
Meski berbagai langkah tersebut telah diterapkan, massa pengombyong dalam jumlah besar tetap melakukan konvoi. Konvoi itu terjadi di beberapa titik, termasuk di kawasan Jalan Solo–Tawangmangu. Kondisi kepadatan lalu lintas kemudian berdampak pada terganggunya mobilitas kendaraan, termasuk ambulans yang sedang membawa pasien.
Setelah peristiwa tersebut terjadi, jajaran kepolisian mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa. Arman menyebut kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk empati sekaligus memastikan pihak keluarga mendapatkan perhatian dan penjelasan dari aparat berwenang.
Lebih lanjut, Arman menegaskan evaluasi bersama pengurus perguruan silat akan menjadi perhatian utama agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Ia juga mengingatkan seluruh pengguna jalan untuk memberikan prioritas kepada ambulans yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan.
Dengan adanya evaluasi menyeluruh, kepolisian berharap pola pengamanan dan antisipasi konvoi dapat ditingkatkan, terutama pada pengelolaan kerumunan serta arus kendaraan yang berpotensi menimbulkan kemacetan. Langkah itu diharapkan dapat menjaga agar akses menuju layanan kesehatan tetap berjalan lancar dalam situasi darurat.
Arman menjelaskan bahwa evaluasi yang akan dilakukan tidak hanya berhenti pada aspek teknis pengamanan internal, tetapi juga diarahkan pada cara pengaturan arus kendaraan di sekitar lokasi kegiatan. Dengan melibatkan personel gabungan, kepolisian berupaya memastikan setiap pergerakan massa dan iring-iringan yang muncul tetap bisa dikendalikan, sehingga akses menuju fasilitas layanan kesehatan tidak ikut terhambat.
Ia menambahkan bahwa kepadatan yang terbentuk akibat konvoi massa pada beberapa titik, termasuk kawasan Jalan Solo–Tawangmangu, menjadi gambaran penting bagi pihaknya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengamanan perlu menyesuaikan dinamika setelah kegiatan utama berlangsung, terutama saat kendaraan penggembira masih bergerak dan membentuk antrean di jalan raya.
Dalam kesempatan itu, Arman juga menekankan bahwa pihaknya akan terus mengomunikasikan hasil evaluasi bersama pengurus perguruan silat. Tujuannya agar mekanisme pengamanan dan penataan kendaraan pada kegiatan serupa dapat diperbaiki, sekaligus memperkuat arahan kepada pengguna jalan agar memberi prioritas kepada ambulans yang menjalankan tugas kemanusiaan.











